Serunya Perayaan World Bicycle Day di Indonesia

Tikum Bicycle – Masih di bulan Juni yang meriah akan perayaan World Bicycle Day, bagaimana sejarah perkembangan sepeda di Indonesia? Serukah perayaan World Bicycle Day di Indonesia?

Sepeda merupakan salah satu alat transportasi ramah lingkungan yang memiliki sejarah panjang. Sepeda ditemukan pertama kali oleh seorang kepala hutan asal Jerman, Baron Karl Drais von Sauerbronn. Ide sepeda lahir dari masalah umum yang dihadapi Baron Karl. Di awal kemunculannya, bentuk sepeda di Indonesia sangat berbeda dengan saat ini yang tampak modern dan beragam.

Sejarah Singkat Perkembangan Sepeda di Indonesia

Di Indonesia, sepeda baru dikenal ketika orang Belanda menggunakan sepeda buatan Eropa untuk menjangkau wilayah jajahan. Namun, sepeda hanya digunakan oleh penguasa dan para bangsawan. Maklum saja, saat itu sepeda termasuk barang mewah yang hanya bisa dibeli oleh kalangan tertentu. Seiring menurunnya popularitas sepeda yang tergeser oleh kendaraan bermotor, sepeda mulai bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Beberapa merek sepeda yang banyak digunakan saat itu berasal dari Inggris dan Belanda, seperti Humber Cross, Hercules, Phillips, Raleigh, Batavus, Valuas, Gazelle, Master, dan Veeno. Sementara merek Phoenix dan Butterfly merupakan buatan Tiongkok. Sepeda Eropa kuno dijuluki sepeda unta atau onthel. Berbeda dengan sepeda buatan Eropa, sepeda buatan Tiongkok memiliki ukuran lebih kecil, bobotnya pun lebih ringan sehingga lebih disukai oleh masyarakat. Sepeda Tiongkok dikenal dengan nama jengki yang merujuk pada istilah yankee, sebutan orang Amerika yang kala itu sukses menginvansi Indocina.

Presiden Soekarno pernah melarang produk buatan Barat beredar di Indonesia. Alhasil, sepeda buatan Tiongkok makin sempat meramaikan pasaran Indonesia sebelum popularitasnya menurun akibat kemunculan kendaraan bermotor. Meskipun hanya digunakan segelintir orang, sepeda masih eksis. Bahkan, ajang balap sepeda yang digagas oleh Ooiman dan Leeuwen lahir di kota Semarang yang ditandai dengan berdirinya Velodrome.

Kegiatan balap sepeda di Indonesia sempat vakum pada masa pemerintahan Jepang dan dimulai kembali setelah merdeka. Balap sepeda kembali meraih popularitas setelah ditetapkan sebagai cabang olahraga resmi di ajang Pekan Olahraga Nasional Tahun 1951. Banyak daerah yang mulai membentuk komunitas balap sepeda sebelum akhirnya disatukan dan melahirkan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) di Semarang pada 20 Mei 1956.

Perayaan World Bicycle Day di Indonesia

Mengingat manfaatnya yang luar biasa, World Bicycle Day diciptakan untuk menghormati pengendara sepeda di seluruh dunia. Sepeda dikenal sebagai alat transportasi sederhana yang murah, ramah lingkungan, dan bisa diandalkan. Di tanggal 3 Juni lalu, perayaan World Bicycle Day di Indonesia diramaikan dengan melakukan sejumlah kegiatan seru, di antaranya sebagai berikut.

Anies Baswedan Bersepeda Dari Rumah ke Balai Kota

Anies Baswedan berangkat menggunakan sepeda dari rumahnya di Lebak Bulus ke Balai Kota. Bersama duta besar negara lain, Anies bersepeda untuk merayakan World Bicycle Day dari Bundaran Senayan sampai Balai Kota. Kegiatan bersepeda juga dilakukan untuk mendorong masyarakat menggunakan sepeda sebagai alat transportasi, bukan hanya sekadar alat untuk olahraga.

Menhub Kampanyekan #JagaLaju30

Menteri Perhubungan mengajak masyarakat membiasakan diri untuk bepergian menggunakan sepeda yang dilanjut dengan angkutan umum. Bersama komunitas Bike To Work, Budi Karya memberikan contoh penggunaan sepeda sebagai alat transportasi bertahap dengan bersepeda menuju Halte MRT Senayan kemudian menaikki MRT hingga Halte MRT Bundaran HI dilanjut bersepeda hingga kantor Kemenhub.

Menhub juga menyerukan #JagaLaju30 untuk menjaga batas kecepatan kendaraan di kawasan perkotaan dan pemukiman maksimal 30 km/jam di area perkotaan dan pemukiman demi menciptakan suasana kota yang sehat, aman, hijau, serta layak huni.

Pengguna Media Sosial Gunakan Twibbon

Perayaan World Bicycle Day juga diramaikan oleh pengguna media sosial dengan cara menggunakan twibbon di gambar profil. Twibbon ini dapat digunakan secara gratis.

Demikianlah informasi mengenai sejarah sepeda di Indonesia berikut perayaan World Bicycle Day.

Baca juga: Gowes Lintas Provinsi Para Punggawa Mercedes Club Bandung

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka
Tinggalkan komen