Mengenal Wojciech Szczęsny, Kiper yang Berhasil Gagalkan Penalt Lionel Messi

Tikum.id Bola – Gagalkan penalti Lionel Messi, Wojciech Szczęsny menjadi salah satu kiper yang sukses melakukan penyelamatan gemilang di Piala Dunia 2022.

<img data-lazyloaded=

Sosok Wojciech Szczęsny berhasil mencuri perhatian para penggemar bola usai melakukan berbagai penyelamatan gemilang untuk timnas Polandia di ajang Piala Dunia FIFA 2022. Tak tanggung-tanggung, kiper Juventus itu mampu menggagalkan tendangan Lionel Messi dari titik penalti saat melakoni laga pamungkas di Grup C.

Meskipun Argentina tetap keluar sebagai jawara dalam pertandingan malam itu, dengan kemenangan 2-0 atas Polandia, nama Szczesny tentunya tetap menjadi perbincangan hangat karena performa luar biasanya. Untuk itu, yuk kulik lebih dalam tentang sosok Szczesny dan bagaimana perjalanan kariernya sebagai seorang kiper.

Debut

Pemain kelahiran 18 April 1990 ini mengawali kariernya di dunia sepak bola dengan berlatih sebagai salah satu pemain muda di Agrykola Warsaw. Di bawah asuhan pelatih kiper Legia Warsaw, Krzysztof Dowhań, Szczesny sukses mencuri perhatian dengan performanya yang dinilai luar biasa di lapangan. Alhasil, dia pun diperbolehkan untuk bergabung dengan skuad utama Legia pada usia 15 tahun. Sayangnya, debut Szczesny bersama tim muda Arsenal di tahun 2006 tidak berjalan mulus. Sempat menderita patah tulang dan harus absen selama lima bulan, Szczesny bahkan harus puas duduk di bangku cadangan sampai musim berakhir. Beruntung, pada awal musim 2009-2010, kiper dengan tinggi 196 cm itu berhasil dipromosikan ke skuad senior The Gunners. Melakukan debut tim pertamanya di putaran ketiga Liga Premier Inggris pada 22 September 2009, dia pun sukses menjaga clean sheet dalam kemenangan 2– 0 untuk Arsenal atas laga kandang melawan West Bromwich Albion.

Perjalanan Karier

Mengarungi perjalanan karier yang bisa dibilang pasang-surut bersama Arsenal, asa Szczesny untuk bisa terus menjadi kiper utama Arsenal makin pupus setelah kehadiran Petr Čech pada 2015. Szczęsny pun “dipaksa” bergabung ke klub A.S. Roma, dengan status pinjaman selama satu musim. Dipuji karena performanya yang cukup baik saat membela Roma, Arsenal menyetujui peminjaman Szczesny hingga musim kedua. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya, Szczęsny mampu mempertahankan clean sheet terbanyak di Serie A (14). Dia juga sukses membantu Roma mencetak rekor musiman klub dengan torehan 87 poin, yang membuat i Giallorossi merebut peringkat kedua musim itu.
Performanya yang terus meningkat membuat klub raksasa Italia, Juventus, tertarik untuk mengontraknya. Pada Juli 2017, Szczęsny pun resmi menandatangi kontrak dengan Juventus. Sejak awal digadang-gadang akan menggantikan posisi Gianluigi Buffon di Juventus, kini dia telah mewarisi nomor punggung 1 sebagai kiper utama Juventus.

Torehan Prestasi Selama Menjadi Kiper

Berbagai torehan prestasi tidak hanya dicatatkannya di klub, tetapi perjalanan kariernya bersama timnas Polandia juga terbilang gemilang. Wojciech Szczęsny bergabung dengan skuad Polandia U-21 dan memiliki total 6 caps bersama Biało-czerwoni. Pada Oktober 2009, dia kembali dipanggil untuk membela skuad senior Polandia dalam laga persahabatan melawan Rumania dan Kanada. Karena terus menunjukkan penampilan yang apik saat mengamankan gawang Polandia, Szczęsny secara resmi diminta bergabung dengan skuad Polandia di Piala Dunia 2018. Meski akhirnya Polandia gagal lolos pada fase penyisihan grup, kepiawaian Szczęsny tetap diakui. Terbukti, dia sukses menorehkan prestasi sebagai penjaga gawang dengan penampilan terbanyak dalam sejarah sepak bola Polandia.

Pada Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, sosoknya kian dipuji karena mampu menggagalkan dua tembakan penalti. Wojciech Szczęsny dengan mudah menangkis tembakan Al-Dawsari dari titik penalti dan membantu Polandia menang 2-0 atas Arab Saudi. Penyelamatan keduanya dilakukan saat ia menggagalkan penalti Messi, yang sukses menjadikannya sebagai penjaga gawang ketiga dalam sejarah yang mampu menggagakan dua penalti di satu turnamen Piala Dunia—bersama dengan Jan Tomaszewski (1974) dan Brad Friedel (2002).

Anda mungkin suka