Volkswagen Van Club, Sebuah Cerita Di Awal Tahun 2020 Bagian ke-3

Pukul 04:28 kumandang Azan Subuh sayup-sayup merebak kedalam kamar, seraya suara deburan ombak di pantai juga sayup menyusup ke kamar yang sejuk karena pendingin ruangan, tak lama terdengar suara air menggelontor dari kran kamar mandi tetengga mengisyaratkan mereka sedang bersiap untuk Sholat Subuh,

Selepas Sholat Subuh, penulis pikir akan terjadi kesenyapan, karena kembali menarik selimut, tapi tidak demikian adanya, terdengar pintu kamar tetangga, yang penulis yakini itu adalah anggota dari rombongan touring ini yang akan ke bawah dan bersiap untuk sarapan di coffie shop
Terbayang oleh penulis secangkir kopi panas, jus buah yang segar dan sepotong roti muffin sambil memandang sunrise dari sisi kiri hotel, batallah keinginan untuk menarik selimut kembali dan ikut bergabung dengan para anggota yang bersiap sarapan itu.

Sesampai di lobby, ternyata sarapan belum siap, karena waktu baru menjukan 05:30, dan ternyata yang turun ke bawah ini didominasi emak-emak yang akan senam pagi di hal belakang hotel. tepat pukul 06:30 beat music disco, hiphop pun mulai terdengar, dan barisan emak-emak mulai terlihat meliuk-liuk secara harmonis dan bersama-sama ber Line Dance.

2
3

Official Mechanic VVC mang Ujang Garut dan PO terlihat dengan menggengam setumpuk kunci mobil berjalan keluar lobby untuk memeriksa, menghidupkan VW Combi yang terparkir rapi di depan Hotel.

4

Dalam setiap kegiatan touring VVC selalu menyiapkan Official Mechanic untuk backup bila ada kendaraan yang mengalami trouble. Terlebih bila akan touring jarak jauh, komunitas ini mewajibkan anggotanya yang akan ikut touring memeriksakan kendaraan nya atau Scrutineering. Maksud dari scrutineering ini adalah memeriksa kondisi VW Combi nya, apakah layak untuk melakukan perjalanan jauh, bilamana pada saat scrutineering itu ditemukan ada part yang harus diganti atau diperbaiki, maka anggota tersebut harus memperbaiki terlebih dahulu tunggangannya sebelum mendapatkan Passed Scrut Status, bila dinyatakan tidak layak untuk ikut, namum anggota tersebut tetap mekasakan untuk pergi dan pada saat mengikuti touring mengalami trouble dan sulit untuk diperbaiki, maka akan ditinggalkan rombongan. Namun sebaliknya bila telah Passed Scrut dan kendaraan mengalami trouble, maka rombongan akan menunggu bila kendaraan dapat diperbaiki, dan bilamana tidak dapat diperbaiki maka team teknis akan membantu mengembalikan kendaraan ke Jakarta.

7

Tepat pukul 06:00, coffee shop sudah on business dan beberpa tamu hotel lainnya terlihat sudah ada yang mulai sarapan, sementara anggota VVC masih sibuk dengan olah raga pagi nya yang berahir pada pukul 8:00

9

Sebagaian member touring ini ada yang bergegas meninggalkan hotel untuk Ibadah Minggu ke Gereja (Katholik dan Protestan) terdekat di Pusat Kota Pelabuhan Ratu.

Sementara yang di hotel, acara hari ini adalah rest and relax, menikmati fasiltas hotel dan aktifitas lainnya, yang menarik pelampiasan 4 orang yang semalam basah kuyup karena dilempar ke kolam renang mulai mencari mangsa untuk menceburkan anggota lainnya untuk diceburkan. Kaceriaan ini cukup menarik perhatian semua tamu hotel yang baerada disekitar halaman belakang dan poolside hotel.

Acara saling menceburkan ini tidak didominasi oleh kaum adam nya saja, kaum hawa pun yang mayoritas emak-emak ikut menyemarakan acara spontanitas ini secara berjamaah mencari mangsa, tak luput Ketum Pak Pamudji ikut menjadi korban para predator yang haus mencari mangsa (anggota berbaju kering),

Sementara di poolside, Pengamen Duo Handukan memanfaatkan alat music dan sound system yang terlihat nganggur dan spontan melantunkan lagu-lagu walaupun dalam keadaan basah kuyup.

11
12
13
15
16

Acara itu berlangsung sampai pukul 11:30, dan saat tersebut mendadak lengang di sekitar kolam renang dan halaman belakang karena sebagian penghuninya mulai bersiap-siap untuk check-out, makan siang on the way back home dan back home.

Tepat pukul 13:00, pak Pamudji selaku ketua umum, kembali memberikan sort brief dan memimpin doa untuk perjalan pulang, disusul oleh PO yang menjelaskan route perjalan pulang yang tidak melewati Cikidang, tetapi via Cibadak.

17
19
20

Selepas makan siang dengan menu seafood khas Pelabuhan Ratu, peserta kembali Line-up dengan Riry kembali menjalankan tugas nya sebagai Road Captain.

Absensi dan menyusun formasi lineup, dengan memposisikan driver wanita di posisi urutan depan konvoi.

Pemilik dan pengendara kendaraan roti tawar ini tidak semua nya kaum Adam, banyak kaum Hawa yang tidak hanya memiliki kendaraan VW Combi ini, tetapi juga mengendarainya, dan buhan hanya mengikuti turing tipis-tipis, Touring hingga Banyuwangi dan Bali pun mereka siap mensejajarkan dengan para kaum pria nya, baik dari skil dibelakang kemudi, tetapi juga endurance nya dalam perjalan jauh.

21
22

Perjalan pulang kembali digusuhkan pemandangan yang tidak pernah bosan untuk dinikmati, dan selama perjalan, komunikasi radio banyak didomiasi dengan cerita-cerita lucu yang dibahas selama 2 hari ini disela-sela laporan kondisi jalan di depan dari RC.

24

Tepat pukul 18:00, peserta tiba di SPBU Cigombong, dekat pintu masuk Cigombong 1, tol Bocimi. Setelah sholat Magrib kembali pak ketum sort briefing sekaligus membubarkan acara dari tempat tersebut untuk kembali ke rumah masing-masing.

Seluruh peserta mebubarkan diri di Tol Jagorawi dengan tak henti-henti nya berceloteh membicarakan hal-hal lucu selama dua hari kebersamaan.

Semoga kenangan ini akan memberikan kebahagain kepada semua pesertanya, karena setiap komunitas ini touring selalu ada pengalaman unik yang sering terbawa pada saat setelah touring dan tak jarang menjadi cerita yang tak habis-habis dikemudian hari.

——– THE END ——

Anda mungkin suka