Ini Hal yang Harus Anda Tahu Tentang Vaksin HPV

Vaksin HPV merupakan salah satu jenis vaksin yang sangat direkomendasikan untuk wanita. Kenali lebih jauh manfaat vaksin HPV dan bagaimana cara kerjanya.

Tikum Kesehatan – Vaksin HPV merupakan salah satu jenis vaksin yang sangat direkomendasikan untuk wanita. Kenali lebih jauh manfaat vaksin HPV dan bagaimana cara kerjanya.

Salah satu jenis vaksin yang sangat dianjurkan khususnya untuk kaum wanita adalah vaksin HPV. Pasalnya, vaksinasi ini mampu menekan risiko terkenanya kanker serviks.
Kanker serviks sendiri termasuk dalam empat jenis kanker yang paling banyak dialami oleh wanita. Khususnya di Indonesia, penyakit mematikan satu ini merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita setelah kanker payudara.

Apa Itu Vaksin HPV?

Salah satu penyebab paling umum dari kanker serviks adalah infeksi human papillomavirus (HPV), yakni kelompok virus yang terdiri dari ratusan jenis—dan 40 diantaranya tersebar melalui kontak seksual secara langsung. Berdasarkan jumlah tersebut, dua di antaranya dapat menyebabkan kutil kelamin dan sisanya dapat menyebabkan berbagai jenis kanker seperti serviks, anal, vagina, dan lain-lain. Maka dari itu, pemberian vaksin HPV bertujuan untuk melindungi individu tersebut dari paparan infeksi HPV.

Tak cuma untuk kanker serviks, vaksinasi ini juga dapat meminimalkan risiko infeksi kulit maupun kanker dan penyakit lainnya yang disebabkan dari infeksi HPV. Pun di sisi lain, apabila seseorang terkena penyakit kelamin atau infeksi kulit yang tidak disebabkan oleh HPV, maka vaksinasi HPV tidak dapat mengatasinya.

Siapa yang Membutuhkan HPV?

Sebenarnya, vaksin HPV dibutuhkan baik untuk laki-laki maupun perempuan. Namun karena kebanyakan kasus yang terjadi adalah pada perempuan, maka sejauh ini kampanye vaksinasi HPV yang dilakukan masih cenderung sangat minim untuk laki-laki.

Oleh karena vaksinasi merupakan tindakan preventif, maka tindakan ini sangat dianjurkan terutama pada kelompok individu yang belum aktif secara seksual. Anak-anak berusia 9-14 tahun sudah bisa memperoleh vaksin HPV yang dilakukan dua kali dengan jarak tahap vaksinasi pertama dan kedua adalah 6 – 12 bulan.

Sementara itu untuk kelompok remaja dan dewasa, ada perbedaan terhadap dosis yang diberikan. Vaksin diberikan sebanyak tiga kali dengan jaraknya adalah 1 – 2 bulan dari vaksin pertama (untuk vaksin kedua) dan 6 bulan dari vaksin kedua (untuk vaksin ketiga).

Pada individu yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, maka pemberian vaksin HPV sebaiknya dilakukan dengan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter terkait. Untuk hasil lebih baik, lakukan pula pemeriksaan pap smear atau tes IMS secara berkala.

Syarat untuk Mendapatkan Vaksin HPV

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa syarat utama seseorang untuk mendapat vaksin HPV adalah dengan tidak terpapar infeksi HPV. Selain itu, beberapa kondisi berikut menjadi syarat penting lainnya.

  • Tidak sedang hamil. Apabila hamil, vaksin baru dapat diberikan setelah melahirkan.
  • Tidak mempunyai alergi terhadap lateks atau ragi.
  • Tidak mengalami penyakit berat.
  • Tidak mempunyai atau pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap vaksin HPV.

Bagaimana Cara Kerja Vaksin HPV?

Cara kerja vaksin HPV tidak berbeda dari imunisasi lainnya yang membantu tubuh dalam membangun benteng terhadap serangan infeksi virus. Vaksin HPV akan menstimulasi tubuh memproduksi antibodi yang apabila nantinya bertemu dengan virus HPV yang masuk, maka antibodi tersebut akan mengikat dan mencegah virus tersebut untuk menginfeksi sel-sel tubuh.

Vaksin HPV yang ada saat ini dibuat berdasarkan Virus Like Particle (VLP), yakni molekul yang sangat mirip dengan virus (dalam hal ini HPV), tetapi tidak bersifat menular karena tidak adanya materi genetik virus. VLP pun bersifat sangat imunogenik, yang berarti bahwa VLP menstimulasi produksi antibodi tingkat tinggi oleh tubuh sehingga vaksin yang diberikan menjadi sangat efektif.

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka