Toko Delicious Bakery Bogor, dari Era Kolonial hingga Milenial

Tikum.id Food – Jika berwisata ke Bogor, sempatkan mampir ke toko roti jadul Delicious Bakery. Bertahan sejak era kolonial hingga milenial, apa yang spesial?

<img data-lazyloaded=

Wisata kuliner merupakan agenda wajib jika kamu berkunjung ke suatu destinasi wisata. Mencicipi makanan khas suatu daerah lebih dari sekadar urusan mengisi perut, melainkan sarana untuk mengenal budaya masyarakatnya. Kuliner khas daerah tersebut juga dapat dijadikan buah tangan untuk orang-orang tersayang.

Indonesia sangat kaya akan kuliner, demikian halnya dengan Bogor. Jika selama ini kamu hanya membeli talas bogor, lapis bogor, dan soto bogor, sepertinya kamu perlu lebih “mblusuk” lagi berburu kuliner. Ada toko roti yang legendaris bernama Delicious Bakery. Apa sih istimewanya toko roti dari era kolonial ini?

Lokasi

<img data-lazyloaded=

Delicious Bakery Bogor berlokasi di Jalan Mawar No. 22, RT 03/RW 05, Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Akses menuju toko ini sangat mudah. Jaraknya tidak jauh dari Stasiun Bogor, yaitu hanya 900 meter. Jarak ini bisa kamu tempuh dengan berjalan kaki sambil mengeksplor kehidupan masyarakat atau naik angkot. Beberapa tempat wisata juga bisa kamu sambangi sebelum atau setelah berkunjung ke Delicious Bogor. Beberapa di antaranya ialah Kebun Raya Bogor, Situ Gede, dan Marcopolo Water Adventure.

Sejarah Singkat

<img data-lazyloaded=

Delicious Bakery merupakan salah satu toko roti tertua di Bogor selain Bogor Permai. Toko ini telah berdiri sejak masa kolonial Belanda, yakni tahun 1940. Dahulu orang-orang mengenalnya sebagai toko Delis. Delicious Bakery didirikan oleh Daud dengan memanfaatkan bangunan rumah milik ibunya, yakni Lie Kwie Nio. Pada masa mudanya, Daud bekerja di perusahaan roti milik Belanda. Kemahirannya itu kemudian menjadi modal utama usahanya. Bertahan hingga kini, Delicious Bakery diwarisi oleh Kaman, keponakan Daud. Kaman sering membantu Daud membuat roti saat remaja sehingga ia pun mahir membuat roti seperti Daud. Saat ini Kaman yang berusia hampir 60 tahun mengurus toko tersebut bersama istrinya, Ratna Swani.

Arsitektur

Tidak banyak yang berubah dari bangunan Delicious Bakery. Dinding putih kusamnya masih sama seperti dahulu. Material bambu masih dipertahankan sebagai langit-langitnya. Furnitur dan toples-toples kaca yang digunakan juga masih bernuansa jadul. Di dindingnya digantung foto Delicious Bakery puluhan tahun silam. Datang ke sini bisa memberimu nuansa nostalgia ke masa lampau.
Dapur untuk memproduksi roti terletak di bagian belakang. Teknik yang digunakan masih tradisional, tidak seperti toko-toko roti masa kini. Dengan enam orang pegawai dapur, mereka sudah sibuk sejak pagi buta agar pada pukul 07.00 WIB roti sudah siap dijajakan dalam kondisi fresh.

Menu

Delicious Bakery menjual berbagai roti tawar dan roti manis. Roti-roti tersebut sudah dijual sejak masa kolonial Belanda, hanya saja sekarang jenisnya yang sudah tidak sebanyak dahulu. Roti isi keju, nanas, cokelat, dan tapal kuda merupakan favorit pengunjung. Roti tawarnya pun beragam, di antaranya roti kasino, roti tawar keju, dan roti tawar prancis.

Roti yang dijual dibanderol dengan harga sangat murah, yakni mulai Rp2.500 untuk roti isi cokelat, sementara roti tawar kasino dan keju dijual dengan harga Rp12.500 Yang istimewa dari roti Delicious Bakery ialah penggunaan biang untuk membuat adonan. Meskipun memakan waktu lama, teknik ini tetap dipertahankan. Resepnya pun masih sama sehingga tidak mengubah rasa. Tidak mudah mempertahankan bisnis kuliner selama lebih dari setengah abad. Pemain baru akan selalu bermunculan dengan menawarkan makanan kekinian yang memadu-padankan berbagai bahan dan teknik dari Indonesia maupun luar negeri. Namun, di tengah maraknya jajanan kekinian, terbukti Delicious Bakery masih bertahan. Bertahannya Delicious Bakery tidak lepas dari orisinalitas resep, rasa, dan kualitasnya yang tetap dipertahankan. Hal ini merupakan kunci utama membangun dan mempertahankan bisnis.

Yuk, sempatkan mampir ke Delicious Bakery kalau berkunjung ke Bogor.

Anda mungkin suka