Tips Mengendalikan Hasrat Belanja Online, Penting Banget!

Saat keinginan belanja online sudah mulai kebablasan, hal ini menjadi perlu segera ditangani sebelum menimbulkan masalah pelik di kemudian hari.

Belanja Online

Tikum.id Woman – Saat keinginan belanja online sudah mulai kebablasan, hal ini menjadi perlu segera ditangani sebelum menimbulkan masalah pelik di kemudian hari.

<img data-lazyloaded=

Belanja online atau membeli barang lewat internet kian digemari masyarakat, terlebih lagi di masa pandemi. Berbagai penawaran menarik dan kemudahan yang diberikan oleh marketplace favorit membuat keinginan untuk berbelanja semakin menjadi-jadi. Lalu, bagaimana untuk mengendalikannya agar tidak mengacaukan kestabilan kondisi keuangan?

1. Menghapus aplikasi

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengontrol nafsu berbelanja adalah menghapus aplikasi belanja online yang biasa digunakan. Selama aplikasi tersebut masih ada di smartphone maka akan terus memicu hasrat untuk berbelanja. Segera hapus aplikasinya sekarang supaya tidak tergoda untuk membukanya dan kembali checkout barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

2. Alihkan perhatian

Cobalah menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang disukai atau melakukan hobi. Usahakan untuk tidak berfokus pada keinginan membeli ini dan itu. Batasi membuka-buka akun media sosial karena terlalu banyak bermain media sosial juga bisa mendorong keinginan berbelanja. Hindari browsing sebelum tidur.

Alihkan perhatian pada hal-hal lain yang lebih produktif, misalnya mencari ide-ide kreatif untuk membuka bisnis baru yang bisa memberikan penghasilan tambahan.

3. Solusi menyenangkan hati tanpa menguras kantong

Berdasarkan survey yang dilakukan The Huffington Post pada 1.000 orang responden, diketahui bahwa 1 dari 3 orang melakukan aktivitas belanja bukan didasari kebutuhan melainkan sebagai sarana penghilang stres. Ada penjelasan ilmiah mengapa belanja online bisa menimbulkan rasa bahagia. Ketika window shopping dengan melihat-lihat barang incaran di marketplace, otak kita melepaskan hormon dopamin yang efektif memperbaiki suasana hati.

Solusi mudah untuk merasa bahagia dengan terapi belanja tanpa menguras kantong adalah memasukkan barang-barang pilihan ke keranjang online, lalu hanya membeli yang harganya paling murah. Sensasi menerima paket sudah cukup untuk membuat otak kembali memproduksi hormon dopamin.

4. Membayar dengan uang tunai

Hanya pilih metode pembayaran secara tunai atau cash on delivery saat belanja online. Jangan mengisi saldo dompet digital dalam jumlah yang berlebih. Kebiasaan membayar menggunakan saldo di dompet digital melanggengkan kecanduan berbelanja karena uang yang dibelanjakan tampak tidak nyata.

eringkali kita tidak menyadari berapa banyak uang yang sudah dikeluarkan. Sebaliknya, pembayaran tunai akan membuat kita berhitung mengingat uang yang dibayarkan adalah uang sungguhan.

5. Install aplikasi investasi

Ganti aplikasi belanja online dengan aplikasi investasi. Mulai sisihkan dana untuk berinvestasi, nominalnya kecil saja dulu tetapi konsisten. Investasi yang dilakukan dengan rutin bisa dirasakan manfaatnya di kemudian hari untuk membiayai kebutuhan tertentu, seperti membeli kendaraan, menikah, melanjutkan studi, uang muka rumah, atau berlibur ke destinasi wisata impian.

Sekarang ini sangat mudah melakukan investasi secara online melalui aplikasi di ponsel. Investasikan dana di beberapa produk investasi, misalnya reksadana indeks dan emas. Untuk keamanan, gali informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk investasi yang akan dipilih dan kredibilitas penyedia layanan.

Keasyikan melakukan investasi akan membuat keinginan untuk belanja terlupakan dengan sendirinya. Memiliki tujuan yang jelas dalam berinvestasi memberi kita alasan untuk menghemat lebih banyak uang daripada menghabiskannya untuk berbelanja.

Itulah beberapa cara untuk mengerem keinginan belanja online. Cara apapun tidak akan pernah berhasil tanpa didukung tekad yang kuat. Pengendalian diri dalam berbelanja akan menghindarkan dari perilaku konsumtif, sekaligus menutup celah untuk berutang yang berpotensi membuat kita terlilit masalah finansial di masa mendatang. Bila semua cara sudah dilakukan tapi masih belum berhasil, saatnya meminta bantuan pada kerabat terdekat atau berkonsultasi dengan psikiater.

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka