Stadion Education City untuk World Cup, Tengok Fakta Menariknya di Sini!

Persiapan menuju perhelatan World Cup sedang dilakukan. Salah satunya membangun stadion Education City. Stadion ini memiliki sejumlah keunikan.

Persiapan menuju perhelatan World Cup sedang dilakukan. Salah satunya membangun stadion Education City. Stadion ini memiliki sejumlah keunikan.

Kompetisi World Cup rencananya akan digelar pada 2022 mendatang di Qatar. Dalam perhelatan akbar tersebut, akan digunakan delapan stadion, tiga di antaranya baru dibangun, yaitu Stadion Education City, Stadion Ar Rayyan, dan Stadion Al Bayt.

Stadion Education City dirancang dapat menampung 40.000 penonton. Terletak di Al Rayyan, pinggir Kota Doha, stadion ini dijuluki Diamond in Desert. Peresmiannya telah dilakukan secara virtual pada tengah tahun ini.

https://www.instagram.com/p/CBfNcWel6nq/

Ingin tahu lebih jauh tentang stadion ini? Simak beberapa fakta uniknya di sini!

1. Dijuluki Berlian di Padang Gurun

Unik, itulah kesan yang terlihat dari tampilan luar Stadion Education City. Warnanya bisa berubah menyesuaikan gerakan matahari saat melintas. Bentuknya segitiga membentuk pola geometris sehingga terlihat seperti berlian yang rumit. Itulah sebabnya stadion ini juga disebut Diamond in Desert.
Karena keunikan tersebut, Stadion Education City menawarkan keindahan yang luar biasa. Bukan hanya itu, ketahanan bangunannya pun tidak perlu diragukan lagi sehingga menjadi aset masa depan bagi salah satu negara terkaya di dunia ini.

2. Hanya Hingga Perempat Final

Ternyata stadion ini tidak digunakan di sepanjang pertandingan, tetapi hanya sampai babak perempat final. Setelah ajang World Cup selesai, stadion tetap akan beroperasi, hanya saja tempat duduknya dikurangi hingga 50 persen.
Rencananya, kursi pada bagian lantai atas akan disumbangkan pada negara lain yang mengalami kekurangan infrastruktur. Jadi, warisannya tetap bertahan lama dan dinikmati oleh kalangan yang lebih luas.

3. Berada di Kota Pendidikan

Seperti namanya, Stadion Education City dibangun di kota dengan lingkungan pendidikan yang kental. Ada berbagai universitas terkemuka internasional yang dibangun di kawasan ini. Sebut saja University College London, Weill Cornell Medicine, Georgetown University, dan sebagainya.
Selain itu, di kawasan ini pula merupakan pusat dari Qatar Foundation for Education, Science, and Community Development (QF).

4. Berubah Menjadi Ruang Kelas

Setelah turnamen usai, Stadion Education City akan diubah menjadi ruang kelas atau acara untuk sekolah. Selain itu, sebagian area lain akan menjadi tempat berolahraga dengan sejumlah fasilitas, khususnya bagi komunitas QF. Fasilitas tersebut bisa digunakan oleh staf pengajar maupun mahasiswa.

5. Memiliki Sertifikasi G-SAS

Keunikan lain dari stadion ini adalah telah mendapatkan sertifikasi G-SAS. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Gulf Organization for Research and Development (GORD). Dulu pengakuan ini disebut QSAS dan merupakan sistem penilain yang berlaku di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).

Bangunan yang mendapatkan sertifikasi ini adalah bangunan yang memiliki desain, konstruksi, dan karakteristik yang baik. Mulai dari pemakaian bahan bangunan ramah lingkungan hingga pencahayaan hemat energi.

6. Mudah Diakses

Stadion ini sangat mudah diakses dari pusat kota. Untuk mencapai stadion, para fans yang berminat menonton pertandingan bisa menggunakan Doha Metro. Kereta akan berhenti sekitar 500 meter dari pintu masuk. Nah, dari sana hanya perlu berjalan kaki.

Meski demikian, pada masa pandemi Covid-19 ini, menyelenggarakan perhelatan dengan massa besar masih menuai kekhawatiran.

President of World Soccer FIFA, Gianni Infantino, usai meresmikan Stadion Education City secara virtual mengatakan kemungkinan pertandingan dilaksanakan tanpa penonton. Hal ini untuk menghindari potensi terjadinya penyebaran virus Corona akibat kerumunan.

Meski demikian, ia tetap optimistis jika World Cup 2022 ini bisa diselenggarakan dengan mulus seperti biasanya.

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka