Daftar Stadion Berstandar FIFA di Indonesia, Siap Menyambut Piala Dunia U-20

Tikum.id Bola – Di tengah badai, sepak bola Indonesia terus berbenah. Salah satu upayanya ialah stadion berstandar FIFA untuk menyambut Piala Dunia U-20.

<img data-lazyloaded=

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu merupakan salah satu tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola di tanah air maupun dunia. Peristiwa yang menewaskan lebih dari 100 orang tersebut telah mencoreng wajah sepak bola Indonesia yang sedang berusaha bangkit. Publik pun mempertanyakan, apakah Indonesia memiliki stadion yang berstandar FIFA dan sudah terjamin keamanannya.

Keresahan tersebut cukup beralasan, mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2023. Stadion yang memadai merupakan kebutuhan paling krusial. Tujuh stadion berikut ini merupakan jawaban atas keresahan publik tentang kesiapan Indonesia menyambut Piala Dunia U-20 tahun 2023.

Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang

Stadion Gelora Sriwijaya atau sering disebut Jakabaring yang berlokasi di Palembang merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia. Namanya dipilih sebagai bentuk kebanggan atas kejayaan kerajaan Buddha di Nusantara di masa lampau, yakni Sriwijaya. Terletak di kawasan Jakabaring Sport City, tidak kurang dari 23.000 penonton mampu ditampung olehnya. Stadion ini telah teruji menyelenggarakan Piala AFC 2007 dan SEA Games 2017.

Stadion Si Jalak Harupat

Menjadi markas Persib dan Persikab, Stadion Si Jalak Harupat berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawas Barat. Namanya diambil dari julukan pahlawan yang berasal dari Bandung, yakni Otto Iskandardinata. Kapasitasnya mencapai 25.000 kursi penonton. Pada tahun 2008, stadion ini digunakan untuk menyelenggarakan Piala Suzuki AFF, di samping Gelora Bung Karno sebagai stadion utama.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Satu lagi stadion kebanggaan Jawa Barat, yakni Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namanya mengabadikan salah satu peristiwa besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Persib merupakan klub yang bermarkas di stadion ini. Stadion ini mampu menampung penonton hingga 38.000. Yang menjadi andalan stadion ini ialah rumput Zoysia matrella (Linn.) Merr (rumput manila) yang merupakan tipe kelas satu standar FIFA.

Stadion Manahan

Diresmikan Presiden Soeharto pada 21 Februari 1998, Stadion Manahan merupakan markas Persis Solo. Kapasitasnya mencapai 25.000 kursi penonton. Stadion ini pernah digunakan dalam gelaran ASEAN Para Games 2011. Rumput yang menutupi permukaannya ialah rumput bermuda (Cynodon dactylon).

Stadion Maguwoharjo

Terletak di Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Stadion Maguwoharjo merupakan markas klub PSS Sleman. Selain rumput yang berstandar FIFA, ciri khas stadion ini ialah ketiadaan lintasan atletik di pinggir lapangan dan empat menara di sudut stadion. Kapasitasnya mencapai 32.000 penonton.

Jakarta International Stadium

Baru saja diresmikan pada April 2022, Jakarta International Stadium memiliki kapasitas 82.000 penonton. Stadion ini berlokasi di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pembangunannya telah dimulai sejak 2008. Rumput yang menutupi permukaan stadion ini merupakan rumput hibrida, yakni campuran rumput sintetis dan Zoysia matrella (Linn.) Merr (rumput manila).

Stadion Utama Gelora Bung Karno

Tidak lengkap rasanya jika kita tidak menyebut Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai stadion kebanggaan bangsa Indonesia. Stadion ini dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, yakni pada tahun 1960 dan selesai pada tahun 1962. Acara yang digelar pertama kali di stadion ini ialah Pesta Olahraga Asia 1962. Pembangunannya tidak lepas dari strategi politik Presiden Soekarno agar Indonesia terlihat “tampil” di kancah internasional.

Setelah mengalami beberapa kali renovasi, saat ini stadion yang sering disebut GBK ini hanya berkapasitas 77.000 kursi penonton. Selain untuk menyelenggarakan pesta olahraga, GBK juga digunakan untuk berbagai acara, seperti acara keagamaan, seleksi CPNS, peringatan hari besar, dan kampanye politik.

Sepak bola Indonesia memang masih terus berbenah demi kiprah di tingkat internasional. Setidaknya, hal itu dimulai dari stadion yang memenuhi standar FIFA. Mari kawal sepak bola nasional agar semakin baik ke depan!

Anda mungkin suka