Ed Sheeran Akhirnya Menang Atas Gugatan Hak Cipta Shape of You

Shape of You Ed Sheeran

Tikum.id Music – Di balik lagu hitsnya Shape of You, Ed Sheeran digugat atas kasus penjiplakan. Setelah proses panjang, Sheeran memenangkan gugatan dan ganti rugi hingga Rp16 miliar.

<img data-lazyloaded=
Ed Sheeran

Shape of You dari Ed Sheeran menjadi musik yang diputar di mana-mana dan meraih sukses besar. Lagu yang dirilis pada 2017 lalu meraih berbagai penghargaan dan bahkan mencatatkan rekor baru. Namun, siapa sangka lagu populer tersebut justru menuai kontroversi berkepanjangan dan harus berurusan di pengadilan?

Gugatan Sejak 2018

Perselisihan atas kasus Shape of You sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Penulis lagu Sami Chokri atau yang lebih dikenal dengan nama Sami Switch dan produser musik Ross O’Donoghue menggugat Ed Sheeran pada 2018 atas lagu Shape of You. Lagu tersebut dinilai mirip dengan single Chokri yang bertajuk Oh Why.

Sheeran dituduh menjiplak dan mendengarkan lagu Oh Why terlebih dahulu sebelum membuat Shape of You. Adanya kesamaan frasa satu bar dalam kedua lagu tersebut, yakni “Oh, I”, menjadi hal yang diperkarakan dan menjadi titik awal kemungkinan adanya pelanggaran hak cipta.

Sedari awal Sheeran telah menampik tuduhan tersebut dan bahkan tidak mengenal Chokri. Namun, pengacara dan tim penggugat menyatakan bahwa ada kemungkinan Sheeran benar melakukan penjiplakan dan meyakini bahwa Sheeran pasti telah mengenal Chokri.

Pasalnya, Sheeran dan Chokri pernah sama-sama tampil di SBTV, yakni platform musik online asal Inggris. Penyanyi yang telah memenangkan banyak penghargaan itu juga disebut pernah meneriakkan nama Sami Chokri dalam Festival Membaca tahun 2011. Tak cuma itu, mereka juga mempertanyakan gaya penulisan lagu Sheeran yang terlihat seperti berkembang dari waktu ke waktu dengan pengaruh orang lain.

Menang Setelah Proses Panjang

Pengadilan Inggris akhirnya memutuskan 2022 bahwa Ed Sheeran tidak melakukan penjiplakan terhadap lagu Oh Why. Hakim Anthony Zacaroli yang mempelajari kedua lagu tersebut sampai pada kesimpulan bahwa terdapat perbedaan dari bagian-bagian yang dinilai relevan dan diperkarakan tersebut. Zacaroli juga menambahkan bahwa Sheeran belum pernah mendengarkan lagu Oh Why sehingga tuduhan atas penjiplakan itu hanya berdasarkan spekulasi.

Hasil putusan tersebut memenangkan Sheeran atas gugatan penjiplakan dan membuat pelantun Bad Habits itu bersama dua rekan penulisnya berhak menerima ganti rugi sebesar Rp16,3 miliar. Namun, nominal ini tentu bukan menjadi tujuan utama Sheeran.

Sheeran merasa bahwa klaim atas penjiplakan hak cipta terlalu sering terjadi dan bahkan menjadi budaya yang merusak industri musik. Sheeran menjelaskan bahwa sangat banyaknya nada dan sedikit akrod yang ada dalam musik pop sangat memungkinkan kebetulan serupa terjadi.

Mengutip dari sebuah wawancaranya, jika ada 60.000 lagu dirilis setiap hari di Spotify, maka ada sekitar 22 juta lagu setahun. Itu artinya, hanya ada 12 nada yang tersedia dan sangat. Inilah yang memungkinkan terjadinya kesamaan antara karya satu dengan karya lainnya dengan tanpa adanya unsur kesengajaan sekalipun.

Bukan Kali Pertama Dituding

Kasus perselisihan dengan Chokri bukan kali pertama bagi Sheeran dituduh sebagai penjiplak. Sebelumnya, dia juga pernah digugat pada 2016 atas lagu Photograph. Kasus tersebut akhirnya dapat diselesaikan di luar pengadilan.

Berikutnya, masih pada 2018, Sheeran digugat kembali sebesar USD100 juta. Gugatan ini dilayangkan oleh lagu Thinking Out Loud yang juga menjadi hits. Sampai sekarang, kasus ini masih berjalan. Thinking Out Loud dituding menjiplak karya klasik Marvin Gaye berjudul Let’s Get It On dari tahun 1973 dari sisi ritme, melodi, tempo, bassline, backing chorus, syncopation, dan looping. Adapun pihak yang menggugat adalah Structured Asset Sales yang memiliki ⅓ hak cipta dari lagu Let’s Get It On setelah membelinya dari Edward Townsend, salah satu penulis lagu tersebut.

Anda mungkin suka