Sering Bad Mood Saat Menstruasi, 4 Hal Ini Bisa Jadi Pemicunya

Apa saja hal yang menyebabkan para wanita lebih mudah marah saat sedang mengalami menstruasi? Beberapa kondisi berikut dapat menjadi pemicunya.

Bukan hanya rasa nyeri atau kram di perut yang dirasakan para wanita saat menstruasi, tetapi juga perubahan emosional. Hal ini merupakan efek dari premenstrual syndrome (PMS) yang terjadi beberapa waktu sebelum datang bulan. Pada sebagian wanita, gejala ini biasanya akan berhenti pada hari kedua menstruasi. 

Gejala emosional berupa mood yang memburuk tentu sangat memengaruhi produktivitas harian. Anda jadi tak fokus untuk melakukan berbagai pekerjaan. Bahkan, orang lain yang berada di sekitar Anda juga bisa terkena dampaknya. Sebenarnya, apa pemicu bad mood pada wanita saat menstruasi?

Produksi Hormon Terganggu

Pada saat wanita sedang haid, tubuh tidak memproduksi hormon serotonin seperti biasanya. Hal ini menyebabkan kadar serotonin dalam tubuh menurun. Serotonin adalah hormon yang dapat menimbulkan perasaan nyaman dan senang. Berkurangnya serotonin menyebabkan wanita lebih mudah marah, sensitif, bahkan ingin makan terus-menerus saat menstruasi.

Bukan hanya serotonin, hilangnya kandungan dopamin dan gamma-aminobutyric acid (GABA) juga dapat memicu perasaan lebih sensitif saat haid. Fungsi kandungan GABA adalah membatasi berbagai aktivitas yang berhubungan dengan stres atau kecemasan. Jika kadarnya berkurang, tubuh mengalami kesulitan untuk menjadi tenang karena tak ada kontrol.

Kualitas Tidur yang Buruk

Mood terasa buruk saat menstruasi juga bisa terjadi karena kualitas tidur yang buruk. Ini ditandai dengan kurang tidur, tidur terlalu malam, sulit bangun pada pagi hari, atau mengalami gangguan tidur. Meskipun telah beristirahat sepanjang malam, tubuh terasa lelah dan lemas. 

Menstruasi yang disertai dismenorea dapat menyebabkan kondisi ini. Dismenorea adalah istilah untuk menyebut nyeri perut yang dialami wanita sebelum atau selama menstruasi. Rasa nyeri yang dirasakan tentu menyebabkan tidur tak nyenyak. 

Selain itu, masalah depresi juga dapat memengaruhi kualitas tidur pada wanita. Nah, jika Anda mengalaminya, mulailah dengan mengatur suasana tempat tidur supaya lebih nyaman. Lakukan ritual yang menciptakan rasa tenang sehingga tubuh relaks dan mudah tidur.

Perubahan Nafsu Makan 

Saat menstruasi, para wanita kerap ingin mengonsumsi makanan yang manis dan berkarbohidrat tinggi. Makanan seperti ini memang dapat meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh, tetapi efeknya hanya sementara. 

Masalah mulai muncul saat kadar serotonin mulai menurun. Perasaan depresi yang dirasakan justru akan lebih dalam. Tak heran jika wanita yang sedang menstruasi akan tetap merasakan bad mood yang parah.

Kurang Berolahraga

Pemicu bad mood lainnya pada wanita yang sedang mengalami menstruasi adalah kurang berolahraga. Ada beragam manfaat yang bisa didapatkan tubuh saat berolahraga. Salah satunya, tubuh terasa lebih bugar. Selain itu, olahraga dapat mencegah terjadinya masalah pada jantung sekaligus mencegah berbagai penyakit lainnya.

Akan tetapi, bukan hanya itu. Olahraga juga dapat membantu memperbaiki suasana hati. Ketika berolahraga, tubuh akan memproduksi hormon endorfin. Hormon ini bertugas untuk mengurangi rasa sakit dan menciptakan energi positif. 

Nah, karena kendala dismenorea, para wanita yang menstruasi kerap melewatkan aktivitas berharga tersebut. Dampaknya, mood pun memburuk. Oleh karena itu, agar terhindar dari bad mood, sebaiknya tetap kumpulkan semangat untuk berolahraga ringan meski terasa kurang nyaman.

Nah, inilah beberapa hal yang dapat memicu terjadinya bad mood saat menstruasi. Dengan mengenal diri sendiri dalam kondisi menstruasi, Anda akan lebih mampu menghadapi situasi serta dapat berusaha untuk memperbaiki keadaan. Selamat mencoba!

Author: Lupi

Lupi adalah social media influencer , Public speaker dan media relation di leading media, ia aktif membahas hal - hal komunitas perempuan dan parenting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *