Sejarah dan Trofi Liga Champions, Si Kuping Besar

Tikum.id Bola – Trofi Liga Champions ternyata memiliki fakta unik di belakangnya. Piala aslinya telah disimpan oleh sejumlah klub sepakbola dunia.

Liga Champions adalah salah satu kompetisi sepak bola yang paling bergengsi di Eropa. Bukan hanya masyarakat Eropa, penyelenggaraan Liga Champions menyita perhatian hampir seluruh penduduk dunia. Kompetisi yang melibatkan 32 klub sepak bola terbaik di Eropa tersebut selalu ditunggu kehadirannya.

Final Liga Champions 2021-2022 baru saja berakhir pada Minggu (29/6/2022) lalu. Pertandingan yang berlangsung di Stade de France ini dihelat untuk dua tim calon juara, yaitu Real Madrid dan Liverpool. Pada kesempatan itu, Real Madrid berhasil keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 1-0.

Sejarah Liga Champions

Liga Champions awalnya disebut European Champions Club Cup atau Piala Champions Eropa. Ajang kompetisi sepak bola ini telah berlangsung sejak 1955. Idenya berasal dari kompetisi South American Championship of Champions yang dimulai pada 1948.

Latar belakang lainnya adalah klaim dari Wolverhampton Wanderers yang mengaku sebagai juara dunia pada 1954. Tim sepak bola ini memang telah memenangi sejumlah pertandingan persahabatan dengan tim lain dari Eropa.

Atas dasar klaim tersebut, Gabriel Hanot dan Jacques Ferran, jurnalis L’Equipe mengusulkan untuk membuat kompetisi sepak bola yang diikuti oleh tim-tim terbaik di Eropa. Peserta laga pada awalnya hanya 16 tim terpilih. Pertandingan dilangsungkan dengan sistem kandang dan tandang.

Oleh FIFA, ide brilian tersebut direspons secara positif. L’Equipe pun diminta untuk mengajukan rencana ke UEFA. Federasi sepak bola Eropa tersebut setuju dan kemudian melanjutkan diskusi ke asosiasi klub-klub sepak bola untuk ikut berpartisipasi.

Pada 2-3 April 1955, L’Equipe memfasilitasi pertemuan antarklub untuk menggodok ide ini. UEFA ditunjuk sebagai penyelenggara. Laga perdana diadakan di Lisbon, Portugal, 4 September 1955.

Trofi “Si Kuping Besar”

Hal yang tidak bisa diabaikan dari Liga ini adalah trofi kemenangan yang juga dijuluki “Si Kuping Besar”. Trofi ini berukuran sangat besar dengan dua pegangan di sisi kiri dan kanan yang berbentuk seperti kuping.

Pada awalnya, trofi Champions berukuran kecil. Desain pertama ini kemudian diganti pada 1967. Trofi tersebut dirancang oleh Juerg Stadelmann di Berne, Swiss. Pembuatan trofi saat itu memakan biaya hingga 10.000 swiss franc.

Trofi Liga Champions desain baru ini memiliki tinggi 73,5 cm dengan berat 7,5 kg. Julukan lain yang diberikan karena bentuk pegangan yang unik itu adalah La Coupe Aux Grandes Oreilles dalam bahasa Perancis dan La Orejona dalam bahasa Spanyol.

Menariknya, proses pembuatan trofi Liga Champions memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 340 jam atau kurang lebih dua minggu. Juerg Stadelmann menyebutkan, ia harus menyelesaikan pembuatan trofi dalam waktu tersebut karena setelahnya akan menikah dan berlibur di Los Angeles.

Hingga saat ini, ada beberapa klub sepak bola yang telah menyimpan trofi Liga Champions asli, yaitu Real Madrid, Bayern Munchen, Liverpool, AC Milan, dan AFC Ajax. Hal ini karena klub sepak bola yang telah berhasil meraih kemenangan sebanyak 5 kali berturut-turut dinyatakan bisa menyimpan trofi asli Liga Champions.

Di antara beberapa klub tersebut, Real Madrid adalah klub pertama yang menyimpan trofi asli pertama, yaitu pada 1967. Sementara itu, klub terakhir yang berhasil menyimpan trofi asli adalah Liverpool, yaitu pada 2005. Sayangnya, Liverpool harus takluk dengan Real Madrid pada gelaran laga final Liga Champions tahun ini.

Anda mungkin suka