Daftar Jenis Sapi yang Paling Sering Dikonsumsi dan Dipelihara di Dunia

Tikum.id Animal Lovers – Ingin memelihara sapi untuk dipelihara atau dikonsumsi? Ketahui dulu jenis-jenis sapi yang paling cocok untuk kebutuhan tersebut di bawah ini!

Ada sekitar 1.000 jenis sapi di dunia. Namun, jika berbicara soal jenis yang sering dikonsumsi dan dipelihara, sebenarnya hanya tersisa beberapa ekor saja. Pasalnya, sapi harus memenuhi kriteria khusus agar masuk ke dalam standar sapi yang cocok dikonsumsi, seperti perkembangan berat badan, dan tidak semua sapi dapat meningkatkan berat badannya dengan cepat.

Nah, di bawah ini kami sudah merangkum beberapa jenis sapi yang sering dipelihara untuk dikonsumsi. Apa saja? Simak di bawah ini!

Angus

<img data-lazyloaded=

Jenis sapi ini adalah yang paling banyak ditemui di Amerika Serikat, terutama yang berwarna hitam atau Black Angus. Jumlah Black Angus di negeri paman Sam itu terdaftar sebanyak 330.000. Ada pula Angus berwarna merah atau Red Angus yang dikenal lebih tahan terhadap suhu panas daripada jenis Angus hitam.

Di Indonesia sendiri, kedua jenis sapi itu sering kali dipelihara karena sifatnya yang tidak mudah marah sehingga mudah dirawat. Bobot sapi jantannya adalah sekitar 950 kg dan 650 kg untuk sapi betina. Selain itu, jenis sapi ini dipilih sebagai sapi potong karena menghasilkan daging yang enak, empuk, dan well-marbled. Dengan kualitas seperti itu, daging sapi ini sangat cocok diolah sebagai steak.

Simmental

<img data-lazyloaded=

Simmental termasuk ke dalam salah satu jenis sapi yang paling banyak didistribusikan di dunia. Selain di Indonesia, sapi asal Swiss ini dikembangbiakkan di Jerman dan Perancis. Ciri khas sapi ini adalah kulitnya yang berwarna kemerahan dan memiliki corak putih di bagian kepala dan kakinya.

Sapi yang pertama kali diperkenalkan di AS di akhir abad ke-19 ini memiliki peningkatan bobot yang cukup tinggi. Selain itu, ia memiliki kualitas susu dan daging yang baik dengan persentase karkas daging yang tinggi.

Limousin

<img data-lazyloaded=

Siapa yang tidak mengenal jenis satu ini? Sapi berwarna merah keemasan ini berasal dari bagian tengah selatan Perancis, provinsi Limousin dan Marche. Sapi yang dapat mencapai berat badan 1 ton lebih ini sering kali dipilih sebagai sapi kurban Presiden Republik Indonesia.

Sapi limousin memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan sapi lainnya. Sapi jenis ini juga memiliki daging berkualitas sehingga sangat cocok dijadikan sebagai sapi potong. Selain di Indonesia, limousin dikembangbiakkan di Kanada, Amerika, dan Inggris. Di Amerika Serikat sendiri, sapi yang terdaftar dalam jenis ini berjumlah 5.000 ekor.

Brahman

<img data-lazyloaded=

Sapi jenis ini cukup sering dijumpai di Indonesia. Ciri-ciri fisik yang cukup menonjol dari sapi ini adalah keberadaan punuk yang besar di bagian leher dan pundak atas. Warnanya sendiri bervariasi, mulai dari abu-abu muda hingga hampir hitam.

Ciri khas lainnya adalah keberadaan kulit-kulit bergelambir yang diperkirakan membantu sapi ini bertahan di cuaca panas dengan meningkatkan luas permukaan kulitnya yang didinginkan. Selain itu, Brahman mampu bertahan di berbagai iklim dan berbagai jenis pakan. Sapi adaptif yang berasal dari India ini sudah dikembangbiakkan di banyak negara, seperti Argentina, Paraguay, Meksiko, Brazil, Afrika Selatan, Pakistan, Indonesia, dan Australia.

Belgian Blue

<img data-lazyloaded=

Sapi Belgia yang banyak dikembangbiakkan di Eropa ini baru saja dikembangbiakkan di Balai Pembibitan pemerintah Indonesia. Sapi ini dikenal dengan sebutan “double muscle” atau perototan ganda. Hal ini terlihat dari otot tebal di daerah pundak, punggung, pinggang, dan pantat.

Pertumbuhan otot sapi jenis ini terjadi secara alami. Bobotnya berkisar dari 1.100 hingga 1.250 kg. Akibat pertumbuhan ototnya, sapi ini dapat menghasilkan hingga 80% karkas daging, mengalahkan jenis sapi lainnya. Sapi ini banyak dipelihara karena masa kehamilan yang singkat, perkembangbiakan yang mudah, dan kemampuan penyesuaian diri yang tinggi.

Anda mungkin suka