Roof Box Mobil Tidak Ditilang, Jika Tahu Syaratnya

Roof Box Tidak Ditilang

Tikum Otomotif – Apakah Anda pengguna roof box? Jika iya, pastikan pemasangan roof box Anda telah memenuhi syarat-syarat berikut agar tidak melanggar aturan dan ditilang

Beberapa orang memasang roof box sebagai bagasi tambahan di atap mobil mereka. Apakah Anda juga salah satunya? Jika iya, Anda perlu tahu bahwa pemasangan roof box berpotensi melanggar Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 50 Ayat 1 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang isinya menjelaskan larangan memodifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe. Pemilik mobil yang melanggar bisa dikenai hukuman denda hingga Rp500.000,00.

Selain sebagai bagasi, sebagian orang memilih memasang roof box untuk mengikuti tren atau menambah estetika. Pemasangan dengan tujuan ini sebaiknya dihindari karena penggunaan roof box sebenarnya tidak bisa sembarangan. Banyak penyesuaian yang perlu dilakukan pengendara ketika ingin menggunakan roof box.

Namun demikian, jika Anda tetap ingin menambahkan roof box pada atap mobil Anda, ada beberapa syarat yang perlu Anda penuhi untuk menghindari tilang. Berikut ini beberapa di antaranya.

Pasang Roof Rail Terlebih Dahulu

Sebelum memasang roof box, pastikan terlebih dahulu Anda telah memasang roof rail pada atap mobil. Fungsi roof rail adalah sebagai tempat penopang saat pemasangan roof box. Di samping itu, Anda perlu cermat dalam memilih roof rail karena banyak pabrikan yang hanya menjual roof rail untuk keperluan estetika, namun kekuatannya dalam menopang beban kurang. Pastikan roof rail yang Anda pilih berbahan kuat, aman, dan memang diperuntukkan menahan bobot.

Perhatikan Jenis Roof Rail yang Anda Gunakan

Cari tahu dan pilih roof rail sesuai jenisnya. Di Indonesia, terdapat dua jenis roof rail yang perlu Anda ketahui. Pertama, adalah yang dipasang dengan mengebor atap terlebih dahulu. Kemudian, yang kedua adalah dengan menjepitkan pada tulangan atap mobil. Masing-masing jenis roof rail tersebut punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih sesuai dengan daya angkut beban mobil Anda.

Ketahui Bobot Maksimal yang Diizinkan

Syarat pemasangan selanjutnya dan yang terpenting untuk Anda perhatikan adalah, ketahui bobot maksimal yang boleh ditampung roof box. Berdasarkan aturan yang ada, bobot maksimal roof box yang diperbolehkan adalah 75 Kg. Apabila beban yang Anda bawa melebihi itu, polisi berhak untuk menjatuhkan sanksi berupa tilang. Hal itu karena kelebihan beban angkut dapat membahayakan penumpang maupun pengendara lain di jalan.

Perhatikan Desain dan Bahan Roof Box

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, pemasangan roof box akan mengharuskan pengguna melakukan berbagai penyesuaian. Salah satunya karena pemasangan roof box otomatis akan menyebabkan rusaknya aerodinamika mobil. Utamanya, bila Anda menyetir dalam kecepatan tinggi. Untuk menghindari masalah yang dapat membahayakan diri sendiri maupun sesama pengendara di jalan, Anda perlu terlebih dahulu memperhatikan dan mempertimbangkan desain dan bahan roof box yang Anda pilih. Pastikan sesuai dengan bentuk mobil dan daya tampung maksimalnya.

Perbaiki Gaya Berkendara

Terakhir, dengan memasang roof box, Anda mungkin perlu memperbaiki gaya berkendara. Sebagaimana telah dijelaskan pada poin sebelumnya, penggunaan roof box akan memengaruhi aerodinamika mobil. Dengan kata lain, tentunya pemasangan roof box berpengaruh terhadap cara mengendalikan mobil. Sebaiknya, hindari melakukan manuver ekstrem sebab dikhawatirkan dapat menyebabkan pengemudi hilang kendali dan menyebabkan kecelakaan.

Itulah beberapa syarat yang perlu Anda penuhi agar roof box tidak terkena tilang. Intinya, pemasangan roof box sebenarnya diperbolehkan asal sesuai dengan aturan yang diberlakukan. Sebaiknya, pasang roof box hanya jika Anda benar-benar membutuhkannya. Jika hanya untuk kebutuhan estetika, ada baiknya pertimbangkan kembali sebelum melakukan pemasangan.