Roberto Mancini, Pelatih Italia yang Mengembalikan Titel Juara Setelah Setengah Abad

Roberto Mancini menjadi salah satu topik pembicaraan yang banyak bermunculan. Pasalnya, baru di bawah kepemimpinannyalah, Gli Azzuri kembali menyematkan diri sebagai juara Piala Eropa sejak kali terakhir mereka mendapatkannya 53 tahun silam

Tikum Bola – Nama Roberto Mancini menjadi nama yang paling banyak disoroti selama musim Piala Eropa 2020-2021. Berikut adalah profil dan sepak terjang karier Mancini.

Italia berhasil meraih gelar sebagai juara Piala Eropa 2020 setelah mengalahkan timnas Inggris dengan skor 3-2 di babak final. Di tengah euforia dan gegap gempita itu, nama Roberto Mancini menjadi salah satu topik pembicaraan yang banyak bermunculan. Pasalnya, baru di bawah kepemimpinannyalah, Gli Azzuri kembali menyematkan diri sebagai juara Piala Eropa sejak kali terakhir mereka mendapatkannya 53 tahun silam.

Nama Roberto Mancini tentu bukanlah nama baru dalam dunia sepak bola. Pria kelahiran Jesi, Ancona, Italia, pada 27 November 1964 silam dulunya juga seorang atlet bola profesional dan pelatih di beberapa klub besar.

Karier Roberto Mancini Sebagai Pemain

Mancini memulai debutnya sebagai pemain di Liga Italia Serie A pada 12 September 1981. Pada tahun berikutnya, pemain yang terkenal sebagai striker andal tersebut lantas dibeli oleh Sampdoria dari Bologna dengan harga £2.2 juta.

Dia bergabung dengan Sampdoria sampai tahun 1997. Sepanjang kariernya di klub sepak bola yang berbasis di Genova, Italia itu, rekan duet striker Gianluca Vialli tersebut berhasil meraih satu titel liga, empat titel Coppa Italia, dan satu titel Piala Winner UEFA. Dalam kurun waktu itu pun Mancini tak ketinggalan tampil di final Piala Champions Eropa pada 1992.

Sepanjang kariernya bergabung dengan Sampdoria, Mancini juga bergabung dengan timnas Italia U-21 maupun timnas Italia senior sampai tahun 1994. Baru lima belas tahun kemudian, tepatnya pada 1997, Mancini lantas pindah ke Lazio. Dia memenangkan lagi satu titel Piala Winners UEFA dan dua titel Coppa Italia.

Mancini berada di bawah naungan Lazio sebagai pemain hingga tahun 2000. Setelah itu, dia mengambil career break selama satu tahun, lantas bergabung dengan Leicester City sebagai pemain pinjaman. Inilah awal debutnya di Liga Premier Inggris.

Namun, Mancini tak bertahan lama menjadi bagian dari The Foxes. Pada Februari 2001, dia memberi tahu klub bahwa dirinya tidak akan kembali bergabung karena telah mendapat tawaran sebagai manajer di Fiorentina.

Roberto Mancini 1

Karier Roberto Mancini Sebagai Pelatih

Karier Mancini sebagai pelatih dimulai saat dirinya menjadi manajer Fiorentina. Walau begitu, Mancini saat itu belum berhak memperoleh lencana kepelatihan yang diperlukan untuk menjadi manajer. Dia pun membutuhkan dispensasi khusus dari pihak berwenang dalam dunia sepak bola Italia untuk mengisi jabatan tersebut.

Fiorentina kala itu pun tengah mengalami masalah finansial sehingga menurut beberapa sumber, Mancini terkadang bekerja tanpa digaji. Dalam beberapa kesempatan, dia bahkan turun sebagai pemain. Meski demikian, Mancini berhasil membawa timnya menjadi juara Coppa Italia dan menembus zona promosi dalam kurun waktu hanya 10 bulan saja sebelum akhirnya keluar pada Januari 2002.

Mancini lantas kembali ditunjuk menjadi manajer, kali ini untuk Lazio. Sama seperti sebelumnya, Lazio saat itu juga mengalami isu finansial klub. Lagi-lagi, Mancini dapat membawa angin segar dengan membawa Lazio mencapai semi final Liga Eropa UEFA 2002-2003 pada musim pertamanya bergabung. Selanjutnya, Lazio berhasil memenangkan Coppa Italia musim 2003-3004.

Pada Juli 2004, Mancini bergabung dengan Inter dan mengantar klub tersebut memenangi trofi domestik pertama mereka. Inter pun berhasil menjuarai Coppa Italia 2004-2005, Piala Super Italia kedua pada 2005, Coppa Italia 2005-2006, dan Piala Super Italia ketiga pada 2006. Titel Scudetto musim 2005-2006 pun disematkan pada Inter setelah sebelumnya diraih Juventus.

Namun, perjalanan karier Mancini di Inter naik-turun. Walau berhasil membawa beberapa perubahan dan kemenangan, Mancini nyatanya pernah dipecat pada 2008 sebelum akhirnya kembali menakhodai Inter di 2014.

Mancini pun menjadi sosok penting di balik berbagai prestasi Manchester City. Sejak bergabung sebagai pelatih The Citizen pada 2009, klub tersebut berhasil naik ke peringkat atas klasemen dan menjuarai Piala FA dan Premier League.

Pada 2013, Mancini ditunjuk menjadi pelatih klub Turki, Galatasaray. Dalam kontrak tiga tahunnya, dia berhasil memberikan satu trofi Piala Turki. Mancini kemudian kembali ke Inter, lalu bergabung ke Zenit Saint-Petersburg pada 2017 selama satu musim sebelum akhirnya menerima tawaran melatih timnas Italia.

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka