Mengenal Polisi Satwa Indonesia dari Ditpolsatwa Baharkam Polri

Memperingati Hari Bhayangkara ke-76 di tahun 2022, mari kita simak sisi lain Kepolisian Republik Indonesia dari Ditpolsatwa Baharkam Polri yaitu Polisi Satwa Indonesia

Polisi Satwa Indonesia

Tikum.id Animal Lovers – Memperingati Hari Bhayangkara ke-76 di tahun 2022, mari kita simak sisi lain Kepolisian Republik Indonesia dari Ditpolsatwa Baharkam Polri yaitu Polisi Satwa Indonesia.

<img data-lazyloaded=
(Markas Ditpolsatwa Indonesia)

Setiap tanggal 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara Polisi Republik Indonesia. Bhayangkara sendiri berasal dari Bahasa Jawa yang berarti pasukan Elit pada jaman kerajaan Majapahit.

Mengutip dari laman resmi polri.go.id, kata ‘Bhayangkara’ diambil dari istilah yang digunakan patih Gajah Mada di zaman Kerajaan Majapahit, sekaligus sebutan bagi pasukan pengamanan yang bertugas melindungi raja dan kerajaan.

Sekarang mari kita simak sisi lain dari Polri yang berkaitan dengan para Satwa yang turut membantu tugas Polisi Indonesia. Polisi satwa merupakan petugas Polri yang bertugas untuk memberikan

bantuan teknis kepada petugas Polisi lainnya. Kali ini, mari kita berkunjung ke Direktorat Polisi Satwa, Baharkam Polri (Ditpolsatwa) yang terletak di Kelapa dua, Depok, Jawa Barat. Ditpolsatwa dipimpin oleh seorang Perwira Tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal Polisi, dan saat ini dijabat oleh Brigjen. Pol. Ahmad Subarkah. S.I.K, M.H.

<img data-lazyloaded=
Polisi Satwa Indonesia K9
<img data-lazyloaded=
Polisi Satwa Indonesia Turangga

Direktorat Polisi Satwa mempunyai 2 Detasemen yaitu Detasemen K-9 (Polisi Anjing Pelacak) dan Detasemen Turangga (Polisi Berkuda). Pada kesempatan yang sama kami juga sempat berbincang melalui sebuah wawancara bersama Kasubdit Harvet Kombes Pol. Wawan Kristyanto, S.I.K, M.M mengenai struktur, fungsi, tugas, dan kegiatan para satwa yang membantu kepolisian.

Detasemen K-9 berfungsi untuk pekerjaan yang membutuhkan tenaga penciuman ekstra tajam yang dimiliki para anjing seperti jenis Labrador Retriever, German Shepherd, Belgian Malinos, dll. yang memang telah terbukti memiliki dalam mendeteksi keberadaan narkoba, bahan peledak, hingga proses evakuasi dalam membantu menemukan korban bencana alam.

Sedangkan Detasemen Turangga berfungsi dalam melakukan kegiatan patroli, protokoler dengan berkuda pada obyek vital Nasional.

Tidak hanya di Indonesia, Polisi di berbagai negara pun telah banyak menggunakan anjing dalam membantu pekerjaannya karena anjing mempunyai penciuman yang tajam, penglihatan yang bagus dan juga instingnya yang kuat. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki anjing inilah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak kepolisian dalam melacak zat-zat terlarang seperti narkotik dan bahan peledak berbahaya.

Wah, menarik bukan informasi kali ini? anda Ingin tahu lebih banyak tentang Ditpolsatwa Baharkam Polri dan keseruan aksi Polisi bersama hewan-hewan cerdas di kepolisian? Yuk, saksikan liputan selengkapnya di channel YouTube Tikum id.

Bravo Polri, Polri Presisi!

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka