Pernah Jadi Pemain Termahal di Dunia, Real Madrid Melepas Gareth Bale

Kehadiran Gareth Bale sangat dinantikan oleh El Real pada 2013 lalu. Namun, harapan mereka tidak terpenuhi. Kini Madrid siap melepas Bale ke klub barunya.

Harapan Real Madrid untuk menuai kesuksesan di La Liga dan berbagai kompetisi lain usai memboyong Gareth Bale ke Santiago Bernabeu ternyata tak sepenuhnya terwujud. Padahal pemain ini pernah meraih penghargaan PFA Young Player of The Year atas penampilan yang memukau saat membela Tottenham Hotspur pada 2012-2013.

Didukung pula oleh keputusan pelatih Zinedine Zidane yang lebih sering menempatkan Bale di bangku cadangan, klub akhirnya siap melepas pemain yang dibeli sangat mahal itu.

Rekor Transfer Termahal

Tepat 1 September 2013 adalah momen yang tak terlupakan bagi Real Madrid. Klub berjuluk Los Blancos ini akhirnya berhasil mendapatkan Gareth Bale dari klub asalnya, Tottenham Hotspur.

Nilai transfer yang disepakati senilai 97 juta Euro atau 1,5 triliun rupiah. Rekor nilai transfer termahal awalnya disandang Cristiano Ronaldo sejak 2009. Rekor ini baru dilewati oleh Paul Pogba 3 tahun kemudian.

Meski telah merogoh kocek dalam-dalam, Real Madrid tidak mendapatkan keuntungan dari kehadiran Bale. Tampil di 231 laga dan membobol gawang lawan dengan 102 gol, pemain asal Wales ini masih berada di bawah bayang-bayang Cristiano Ronaldo.

Seperti diketahui, Ronaldo pindah ke Juventus 2018 lalu. Setelah kepergian CR7, El Real seperti kehilangan rohnya. Bale juga tidak bisa meneruskan kejayaan klub, baik dalam kompetisi antar klub domestik maupun di Eropa.

Bahkan, pada La Liga musim 2018/2019. Madrid hanya bisa nangkring di posisi ketiga, jauh di bawah Barcelona, pesaing utamanya, yang saat itu meraih gelar juara.

Tak kalah mengenaskan, di Liga Champions pun, Madrid tak kuasa mempertahankan trofi yang didapatkan tiga musim. Klub ini kandas oleh Ajax Amsterdam bahkan pada babak 16 besar.

Siap Melepas Gareth Bale

Di masa pandemi ini, banyak klub mengalami masalah finansial. Situasi yang belum normal menjadi masalah utamanya. Sebagian klub bertahan dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Langkah ini juga dilakukan oleh Los Blancos. Salah satu cara mengurangi beban finansial mereka adalah melepas Gareth Bale sehingga otomatis mengurangi tagihan gaji yang besar. Sebelumnya, Madrid juga menjual James Rodriguez.

Seperti diketahui, gaji Bale mencapai 14,5 juta euro per musim atau sekitar 251 miliar rupiah. Per pekan mencapai 600 ribu poundsterling atau sekitar 11,4 miliar. Ini jumlah yang sangat besar, bahkan untuk klub raksasa seperti Real Madrid. Sementara itu, kontrak Bale masih berlangsung hingga Juni 2022.

Realitanya, pelatih Zinedine Zidane jarang memainkan Bale karena intrik yang berlangsung sejak 2019. Hal ini karena sikap dan perangai Bale. Bukan hanya dengan pelatih, tetapi juga rekan setim bahkan fans.

Tak ingin menghabiskan uang untuk membayar Gale bersantai-santai, Madrid bahkan rela melepasnya dengan harga yang super miring. Namun, menarik minat klub lain tidak semudah itu. Pasalnya, usia Bale kini sudah 31 tahun. Faktor cedera juga menjadi masalah. Belum lagi karena harus membayar gaji yang sangat besar.

Untuk itu, Madrid sempat dikabarkan akan menanggung setengah dari gaji Bale jika tiba di klub barunya. Ini merupakan suatu langkah yang aktif dari El Real demi bisa lepas dari kewajiban mengeluarkan uang besar secara sia-sia.

Kini, Gareth Bale resmi dipinjamkan selama semusim ke Tottenham Hotspurs. Bagi Bale, ini ibarat pulang kampung. Mari kita lihat, apakah ia bisa kembali bersinar di Spurs daripada saat membela Madrid di La Liga.

Anda mungkin suka