Perbedaan Iklim Saat Bepergian ke Luar Negeri dan Tips Mengatasinya

Bepergian ke luar negeri merupakan pengalaman yang mengasyikkan. Sayangnya semua bisa berubah tidak menyenangkan karena perbedaan iklim.

Perbedaan Iklim

Tikum.id Travel – Bepergian ke luar negeri merupakan sebuah pengalaman yang mengasyikkan. Sayangnya semua bisa berubah tidak menyenangkan karena perbedaan iklim.

<img data-lazyloaded=
Perbedaan Iklim Luar Negeri

Ada banyak kesempatan untuk mengunjungi negara lain saat ini, bahkan negara yang jaraknya jauh. Saat bepergian negara lain, Anda mungkin akan menjumpai permasalahan yang tidak diduga sebelumnya. Salah satunya adalah perbedaan iklim. Apa yang bisa terjadi karena perbedaan ini dan bagaimana cara mengatasinya?

Risiko Perbedaan Iklim Saat Bepergian

Perjalanan antar-negara yang cukup cepat membuat kita terpapar dengan perubahan iklim yang begitu cepat. Bepergian dari tempat dengan suhu tinggi ke rendah memiliki risiko. Masalah yang bisa muncul adalah hipotermia. Gejala yang bisa dialami misalnya tubuh menggigil dan detak jantung yang semakin cepat.

Jika bepergian dari tempat bersuhu rendah ke tinggi, heat exhaustion atau kelelahan karena udara panas merupakan masalah umum. Gejala yang sering muncul adalah kehausan, pusing, munculnya ruam kemerahan di kulit, hingga mual. Pada kondisi ekstrem, bisa terjadi stroke karena tubuh tidak bisa mengatur suhu internalnya.

Sebuah penelitian di tahun 2017 juga menunjukkan temuan menarik terkait kondisi psikologis orang yang bepergian. Jika di tempat tujuan orang tersebut bepergian dengan berjalan kaki maupun naik sepeda dan cuacanya panas, maka suasana hatinya akan cenderung buruk. Jika begitu, tentu muncul rasa tidak puas akan perjalanannya.

Tips Menyesuaikan Diri dengan Perbedaan Iklim

Bagaimana cara agar Anda bisa menyesuaikan diri dengan perbedaan iklim antara tempat asal dan tujuan? Berikut merupakan tips-tipsnya:

1. Mengonsumsi air dengan cukup

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab perbedaan cuaca memberikan dampak yang berbahaya bagi tubuh. Ketika bepergian, Anda disarankan untuk mengonsumsi air dengan cukup. Hal ini mungkin sulit bagi sebagian orang, namun Anda bisa meningkatkan konsumsi air dengan:

  • Membawa botol minum sendiri dan letakkan di dalam jangkauan.
  • Menambahkan sedikit madu atau buah untuk membuat air terasa lebih lezat.
  • Memakan makanan yang banyak mengandung air seperti buah jeruk dan semangka.

2. Membawa pakaian yang sesuai dengan tempat tujuan

Pakaian yang Anda gunakan pun harus sesuai dengan tempat tujuan. Ketika pergi ke tempat yang panas, maka hindari menggunakan baju yang ketat dan berwarna gelap karena baju semacam itu akan menahan panas. Bahan baju yang digunakan pun sebaiknya yang ringan, misalnya katun.

Adaptasi pakaian ketika mengunjungi tempat dengan iklim dingin sedikit berbeda. Tentunya bahan pakaian yang digunakan lebih tebal. Selain itu terdapat dua jenis pakaian yang perlu Anda siapkan, terutama jika iklim tempat tujuan sangat dingin: kaos kaki yang hangat dan sarung tangan.

3. Mengurangi paparan udara luar semaksimal mungkin

Saat Anda baru tiba di tempat tujuan, sangat disarankan untuk tidak berada di luar ruangan dalam waktu yang terlalu lama. Paparan dengan suhu yang berbeda dalam waktu panjang bisa membuat tubuh mengalami syok. Jika begitu, gejala-gejala yang dialami bisa menjadi parah.

Tentunya ini tidak berarti Anda harus terus mengurung diri di dalam ruangan. Pada hari-hari pertama, jika ingin bepergian, gunakanlah moda transportasi umum karena dengan begitu Anda akan terlindung dari udara luar. Barulah lakukan kegiatan yang menuntut Anda banyak berada di luar ruangan beberapa hari kemudian.

4. Mempersiapkan perlengkapan dan obat-obatan

Sebaiknya dari rumah Anda juga menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan jika ada situasi darurat. Tabir surya merupakan barang wajib, ke manapun tujuan Anda. Saat bepergian ke tempat panas, Anda juga bisa menyiapkan cool pack untuk mendinginkan tubuh jika diperlukan. Obat-obatan alergi juga harus siap siaga di tas.

Tidak ada orang yang boleh meremehkan perubahan iklim. Hal ini tampaknya memang sepele, tapi banyak situasi-situasi di mana seseorang mengalami kondisi kesehatan yang mengancam karenanya.

Anda mungkin suka