Perayaan Dirgahayu 12 Tahun Masyarakat Perkawinan Campur

Event ini diselenggarakan untuk mensyukuri silaturahmi yang selama ini terjalin diantara pengurus dan anggota PerCa Indonesia, sekaligus merayakan dedikasi dan pencapaian yang telah diraih, memelihara semangat kebersamaan serta upaya terus-menerus memperjuangkan hak-hak sipil dan konstitusional WNI pelaku kawin campur di Indonesia

Tak terasa sudah 12 tahun organisasi Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia berkiprah, dalam menjalankan visi dan misinya sebagai wadah yang menampung kepentingan dan aspirasi pelaku perkawinan campuran di Indonesia. Event ini diselenggarakan untuk mensyukuri silaturahmi yang selama ini terjalin diantara pengurus dan anggota PerCa Indonesia, sekaligus merayakan dedikasi dan pencapaian yang telah diraih, memelihara semangat kebersamaan serta upaya terus-menerus memperjuangkan hak-hak sipil dan konstitusional WNI pelaku kawin campur di Indonesia

Kiprah PerCa Indonesia dialas dengan pilar kegiatan, yakni Advokasi, Sosialisasi dan Konsultasi yang telah menorehkan catatan-catatan berharga.

PerCa Indonesia didirikan tahun 2008 sebagai wadah informasi sesama pelaku perkawinan campuran dengan tiga pilar kegiatan utama, yaitu: Advokasi, Sosialisasi, dan Konsultasi. Kini PerCa sudah memiliki hampir 2,000 keluarga yang tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki perwakilan di 9 kota yakni Batam, Bali, Balikpapan, Makassar, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogykarta, Lombok dan Medan, Sahabat PerCa Singapore dan Perwakilan PerCa di Tokyo. PerCa Indonesia senantiasa menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat perkawinan campuran seperti acara sosialisasi dan talkshow tentang berbagai isu penting buat keluarga PerCa.

Founder members PerCa Indonesia tahun 2006 telah berhasil memperjuangkan proses kewarganegaraan Ganda untuk anak-anak PerCa. PerCa Indonesia juga telah berhasil membuat koridor khusus buat Ijin Tinggal dalam UU Imigrasi tahun 2011. PerCa Indonesia juga telah bekerja keras mensosialisasikan berbagai aturan penting terkait kewarganegaraan, keimigrasian, catatan sipil, kepemilikan property, isu harta kebendaan, warisan dan wasiat ke berbagai daerah di Nusantara dan mancanegara. Pengurus dan anggota PerCa Indonesia telah bekerja bahu membahu memberikan dukungan penuh untuk permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, baik bagi Kepemilikan Properti dan Perjanjian Kawin, serta masalah anak PerCa yang luput pasal 41.

Hadir dalam kenduri kecil yang diselenggarakan secara hybrid, dengan ketentuan ketat PSBB saat pandemic Covid-19, yakni sekitar 30 undangan, ditambah anggota dan pengurus Perwakilan PerCa Indonesia dari Batam, Bali, Balikpapan, Makassar, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Lombok, Sumatera Utara serta Sahabat PerCa Singapore melalui aplikasi Zoom.

Dalam sambutannya Ketua Umum Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia Ibu Juliani W. Luthan mengatakan bahwa PerCa bangga menjadi organisasi terdepan dalam berbagai forum pembahasan kebijakan pemerintah di bidang kemasyarakatan dengan mengusung kepentingan pelaku kawin campur, bersama para mitra diskusi antara lain Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Tenaga Kerja, Badan Pertanahan Nasional, Bappenas, Kementerian Luar Negeri serta DPR,”

Ia menambahkan “PerCa juga selalu diundang dalam dialog dengan Lembaga internasional di bawah naungan PBB, seperti UNICEF dan UNHCR.” Dan Pada kesempatan ini turut juga diresmikan Perwakilan PerCa Indonesia yang pertama di luar negeri, yakni PerCa Tokyo, Jepang. Peresmian ini adalah upaya organizational reach PerCa Indonesia kepada WNI pelaku PerCa yang tinggal di luar negeri, hal ini berguna untuk saling sharing dan updating berbagai peraturan terkait kebutuhan keluarga perkawinan campuran.”

perca events 2012 2
perca events 2012 3
perca events 2012 4

Acara dilangsungkan di Marketing Gallery BRANZ Apartemen BSD, Tangerang Selatan juga menghadirkan Talkshow tentang tips dan skills Mix Marriage Parenting, dengan nara sumber Ibu Diena Haryana (founder Yayasan SEJIWA) dibantu dengan Mr. Michel Larue sebagai analis psikologi cross cultural family, yang juga adalah anggota PerCa Indonesia. Talkshow membahas kebutuhan menyeimbangkan antara relationship suami-istri yang memang cukup banyak tantangannya, khususnya menyelaraskan komunikasi dan pemahaman. Namun disaat bersamaan, anak-anak pun lahir di keluarga ini, yang juga harus mendapat perhatian cukup dan arahan yang tepat demi masa depan dalam membangun ketangguhan pribadi mereka saat dewasa kelak.

Parenting tidak bisa dilihat dari sisi ibu atau ayah saja, namun harus diselami dari jiwa dan perspektif anak. Anak akan bertumbuh dengan baik dan menjadi perekat keluarga secara kohesif, dimana mereka dalam perjalanannya akan melihat orang tuanya sebagai panutan. Untuk itu kesadaran peran orang tua dalam tumbuh kembang anak secara psikologis, sangat penting untuk dievaluasi serta diingat kembali secara rutin,” jelas Diena.

Michel pun turut berpendapat bahwa perbedaan budaya atau bahasa kedua orang tua harus dilihat sebagai modal dan nilai tambah dari pribadi anak, yang dapat dia aplikasikan dalam kehidupan profesionalnya nanti.” Dalam masa pertumbuhan jiwa anak, upaya untuk memperkenalkan budaya yang kaya akan sangat penting guna mencetak generasi muda yang international minded, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur dan family values dari masing-masing keluarga, demikian kesimpulan keduanya dalam menutup acara.

Bagi anda yang ingin bergabung menjadi anggota organisasi PerCA silahkan menghubungi informasi di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Ellyn : 0815 7393 5610
Website : www.percaindonesia.com 

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka