Begini Sosok Thomas Frank, Pelatih Brentford yang Tidak Punya CV Mentereng

(Photo by: brentfordmedia)

Tikum Bola – Debut Brentford sebagai tim promosi pada laga pembuka Premier League 2021/22 tidak main-main. Mereka berhasil menaklukkan Arsenal dengan skor meyakinkan 2-0 Sabtu (14/8) lalu. Aksi gemilang tim berjuluk The Bees ini langsung mencuri perhatian publik, terutama tangan dingin sang pelatih, Thomas Frank.

Strategi Frank berhasil membuat Mikel Arteta dan Arsenal ketar-ketir. Performa The Gunners langsung disorot publik dan menuai kritik para pengamat sepakbola. Padahal, Frank bukanlah pelatih ternama dengan CV mentereng. Apa rahasia kesuksesan Frank melatih Brentford?

Dulu Hanya Pemain Amatir

Jika mayoritas pelatih klub sepakbola mengawali karier sebagai pesepakbola profesional, tidak demikian dengan Frank. Pelatih berkebangsaan Denmark ini dahulu hanya menjadi pemain amatir. Bahkan, perjalanannya sebagai gelandang atau pemain tengah pun tergolong singkat.

Tidak banyak catatan yang menjelaskan bagaimana sepak terjang Frank semasa aktif sebagai pemain di Frederiksværk BK, tim liga domestik Denmark. Usai berhenti bermain di tim senior, Frank mengawali karier kepelatihan dengan menjabat sebagai pelatih U8 dan U12 Frederiksværk BK.

Berturut-turut ia menangani berbagai klub lokal Denmark, seperti Hvidovre IF (1998), B93 (2005), dan Lyngby (2006). Pekerjaan berikutnya datang dari tim nasional U16 dan U17 Denmark. Bahkan, Frank membawa tim U17 sebagai runner-up Kejuaraan Eropa U17 pada 2011, yang berlanjut pada kompetisi Piala Dunia U17.
Meski tim asuhannya tersisih pada fase grup Piala Dunia U17, Frank mengantongi promosi sebagai manajer tim U19 Denmark satu tahun kemudian. Sayangnya, ia kembali gagal meloloskan timnya pada babak final Kejuaraan Eropa U19 tahun 2013.

Serius Mengejar Karier Sebagai Pelatih di Brøndby IF

Brøndby IF memutuskan untuk menggaet Frank sebagai manajer klub pada 2013. Ini merupakan jabatan pertamanya dalam tim senior sepakbola setelah bertahun-tahun menukangi tim junior.

Tangan dingin Frank berhasil membuat Brøndby diperhitungkan dalam Danish Superliga. Di musim 2013/14 dan 2014/15, tim asuhannya meraih posisi ke-4 dan ke-3. Raihan itu membuat Brøndby bisa melangkah ke babak kualifikasi Liga Eropa.

Namun, langkah tim tersebut hanya bisa mencapai babak grup saja. Pada 9 Maret 2016 Frank mengundurkan diri dari Brøndby karena berselisih paham dengan sang pemilik, Jan Bech Andersen. Siapa sangka, roller coaster perjalanan karier Frank sebagai pelatih profesional baru menggema setelah pindah ke Inggris.

Jatuh Bangun Bersama Brentford

Di negeri Ratu Elizabeth, Frank bekerja sebagai asisten pelatih kepala Richard O’Kelly di Brentford di level Championship. Selain menjembatani pemain dan pelatih, Frank juga ditugaskan mendampingi pemain yang mengisi tim Brentford B serta tim utama.

Ketika pelatih kepala, Dean Smith ditarik Aston Villa pada 16 Oktober 2018, otomatis Frank pun naik jabatan. Racikan strategi pelatih berusia 48 tahun ini membuat permainan Brentford semakin stabil. Bahkan, ia sempat dinominasikan sebagai Championship Manager of the Month meski akhirnya Brentford hanya finish di posisi 11 pada musim 2018/19.

Sempat kurang mulus mengawali musim 2019/20, Frank melunasinya dengan deretan kemenangan pada paruh kedua musim. Frank pun sukses menyabet gelar Championship Manager of the Month. Brentford berhasil mencapai final play-off tetapi kalah 1-2 dari rival abadinya, Fulham.

Akhir Oktober 2020, ia menjalani 100 kali pertandingan sebagai manajer The Bees dengan persentase kemenangan tertinggi sepanjang sejarah klub. Pada Maret 2021, Frank masuk dalam nominasi DBU Coach of the Year dan sukses membawa Ivan Toney, dkk. ke final play-off melawan Swansea City.

Seperti sudah kita tahu, perjuangan Frank jatuh bangun bersama Brentford pun menuai hasil manis. Kemenangan 2-0 atas Swansea City membawa Brentford promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola Inggris. Kegigihan serta kerja keras Frank membuktikan, tidak perlu CV mentereng untuk menciptakan tim sepakbola ulet dan tangguh.

Kisah Frank dan Brentford tentu masih akan berlanjut pada debut perdana mereka setelah 74 tahun menanti. Kira-kira sampai sejauh mana Brentford mampu bertahan di tengah ketatnya kompetisi Premier League? Mari kita nantikan bersama!