Fakta Tentang Paus, Mamalia Laut Penyerap Karbon Dioksida

Tikum.id Mammal – Ternyata paus merupakan hewan penyerap karbon dioksida, lho. Yuk, simak 5 fakta-fakta mengejutkan lainnya tentang mamalia laut terbesar di dunia.

<img data-lazyloaded=

Jika kamu pecinta drama Korea, Extraordinary Attorney Woo, pasti tidak asing dengan paus. Paus menjadi hewan favorit Woo Young-Woo, si pemeran utama. Paus memiliki keunikan yang belum banyak diketahui. Salah satunya adalah paus merupakan mamalia yang membentuk unit sosial. Mereka bersosialisasi, bepergian, mencari makan, dan belajar bersama. Selain fakta di atas, ternyata paus memiliki fakta-fakta mengejutkan lainnya. Apa saja fakta-faktanya? Yuk, disimak.

1. Hewan Terbesar di Dunia

Paus, terutama paus biru (Balaenoptera musculus) merupakan hewan terbesar yang ada di bumi. Dikutip dari National Geographic Indonesia, paus biru bisa tumbuh memanjang mencapai 33m dengan berat mencapai lebih dari 220 ton. Jika satu gajah Afrika memiliki berat 7 ton, maka berat satu ekor paus biru hampir sama dengan sekitar 31 ekor gajah. Paus biru dapat makan sekitar 20 hingga 50 juta kalori krill, serangga-serangga yang mengapung. Hewan mamalia ini bisa makan sekitar 100 kali dalam satu hari.

2. Merupakan Hewan Purba

Selain komodo, ternyata paus merupakan salah satu hewan purba yang masih hidup di zaman sekarang ini. Paus purba berevolusi di pertengahan tempo eosen (zaman geologi sekitar 40-60 juta tahun lalu). Paus yang telah punah adalah Basilosaurus. Paus ini memiliki panjang sekitar 25m dengan kepala kecil bermoncong menonjol dan bergigi. Hal ini juga dibuktikan dengan ditemukannya fosil spesies paus purba amfibi dengan empat kaki. Dilansir dari Reuters, para peneliti Mesir menduga bahwa fosil spesies paus purba merupakan salah satu jejak dari evolusi ikan paus. Fosil ini juga diduga menjadi pemangsa yang berada di puncak rantai makanan.

3. Lubang Sembur Tidak Menghasilkan Air Laut

Pernahkah kamu melihat paus menyemburkan air ke udara? Fakta mengejutkan lain tentang paus adalah ternyata air yang disembur bukanlah air laut. Paus menghirup udara lalu masuk ke paru-paru lewat lubang sembur. Lubang sembur ini terletak di atas atau bagian belakang kepala.

Lubang sembur ditutupi penutup yang berfungsi menahan air setiap kali paus masuk ke dalam air. Air yang disembur merupakan campuran bakteri dan udara panas dari dalam paru-paru. Campuran bakteri dan udara panas tadi mengalami kondensasi akibat reaksi dengan udara dari permukaan laut.

4. Penyerap Karbon Dioksida Terbanyak

Selanjutnya fakta mengejutkan tentang paus adalah paus berperan untuk menjaga keberadaan oksigen di bumi. Kotoran paus mendukung terjadinya produksi oksigen, sementara tubuh mamalia ini mampu menyerap karbon dioksida. Hal ini dikarenakan tubuh paus mengandung protein dan lemak yang dapat menyimpan karbon dioksida. Ketika paus mati tubuhnya akan tenggelam ke dasar laut. Jasad paus akan terus menyimpan karbon selama ratusan hingga ribuan tahun. Tak salah hewan mamalia ini dapat membantu mencegah pemanasan global dan perubahan iklim.

5. Muntah Paus Berharga Fantastis

Salah satu bahan untuk pembuatan parfum ternyata berasal dari ambergris atau dikenal muntah paus. Ambergris memiliki sifat seperti lilin dan berasal dari sistem pencernaan paus sperma yang dikeluarkan lewat mulut. Ambergris memiliki aroma yang khas sehingga dijadikan sebagai pengikat aroma pada parfum. Aroma yang dihasilkan dari ambergris berasal dari proses oksidasi dan penggabungan berbagai elemen, seperti pasir, udara, matahari, mineral laut, garam laut, dan air. Untuk mendapatkan ambergris tidaklah mudah. Oleh karena itu, muntah paus bisa dihargai sangat mahal.

Bagaimana, Sobat Tikum? Fakta-fakta tentang paus di atas cukup mengejutkan, bukan? Apalagi paus mampu menyerap karbon dioksida yang cukup banyak sehingga mampu mencegah perubahan iklim dan pemanasan global di bumi. Jadi, mari kita lindungi keberlangsungan hidup paus. Jangan biarkan hewan mamalia ini punah.

Anda mungkin suka