Cuplikan Noktah Merah Perkawinan, Film yang Diangkat dari Sinetron 90-an

Tikum.id Entertainment – Sinetron legendaris tahun 90-an, Noktah Merah Perkawinan, kini muncul kembali dalam bentuk film. Bagaimana jalan ceritanya?

<img data-lazyloaded=

Satu lagi film Indonesia yang diadaptasi dari sinetron, Noktah Merah Perkawinan telah tayang di bioskop pada bulan lalu. Bercerita tentang kisruh rumah tangga pasangan suami istri, film yang disutradarai Sabrina Rochelle Kalangie ini sarat akan pesan moral yang bisa diambil. Seperti apa sinopsisnya?

Sinopsis Noktah Merah Perkawinan

Film noktah merah perkawinan mengisahkah kehidupan pasangan suami istri Gilang dan Ambar yang telah dikaruniai dua orang anak, Bagas dan Ayu. Masa-masa kekecewaan mulai dialami keduanya di setelah 11 tahun menikah. Terlebih lagi setelah mereka bertengkar hebat akibat kedua orang tua yang ikut campur.

Gilang merupakan seorang arsitek lanskap, sementara Ambar adalah ibu rumah tangga yang menyibukkan diri menjadi pengajar workshop keramik. Ambar lalu berkenalan dengan Yuli yang menjadi salah seorang murid di kelas lokakarya yang dia ampu.

Kehadiran Yuli semakin membuat runyam hubungan Ambar dan Gilang terutama setelah Gilang bekerja untuk proyek taman milik pacar Yuli yang bernama Kemal. Hubungan Gilang dan Yuli menjadi kian dekat setelah mereka berdua banyak menghabiskan hari-hari bersama. Lantaran rasa sakit hati dan kekecewaannya yang memuncak, Ambar pun bertanya-tanya pantaskah pernikahannya dengan Gilang diselamatkan? Pasalnya, mempertahankan relasi suami istri tidak akan cukup hanya dengan cinta saja.

Pemeran

Film Noktah Merah Perkawinan diperankan oleh Oka Antara sebagai Gilang Priyambodo dan Marsha Timothy sebagai Ambarwati. Adapun karakter Yulinar diperankan oleh Sheila Dara Aisha. Sedangkan anak-anak Ambar dan Gilang diperankan oleh Jaden Ocean sebagai Bagas dan Alleyra Fakhira sebagai Ayu.

Tokoh lain yang juga menjadi pusat perhatian adalah Ayu Azhari yang berperan sebagai Kartika. Sebagai informasi, Ayu Azhari merupakan pemeran karakter Ambar dalam versi sinetron Noktah Merah Perkawinan yang tayang di Indosiar pada tahun90-an.

<img data-lazyloaded=

Perbedaan antara Film dan Sinetron

Kendati mengangkat judul dan inti cerita yang sama, film Noktah Merah Perkawinan sebenarnya memiliki perbedaan dengan versi sinetronnya. Apa saja itu?

1. Perbedaan Latar

Film Noktah Merah Perkawinan tidak mengambil latar tahun 90-an seperti versi sinetronnya, melainkan mengambil latar zaman sekarang yang lebih moderen.

2. Perbedaan Nama Suami Ambar

Pada versi sinetronnya, nama suami Ambar adalah Priyambodo atau Mas Pri. Sedangkan pada versi filmnya, tokoh Priyambodo diganti namanya menjadi Gilang dengan alasan supaya lebih kekinian.

3. Perbedaan Profesi Ambar dan Suaminya

Dalam versi sinetron, Priyambodo adalah penerus perusahaan orang tuanya sedangkan Ambar adalah ibu rumah tangga yang kembali menjadi model. Adapun di versi filmnya, Gilang bekerja sebagai arsitek lanskap dan Ambar adalah ibu rumah tangga sekaligus seniman keramik.

4. Perbedaan Adegan “Tampar Mas Tampar”

Salah satu adegan yang ikonik dan kerap muncul dalam versi sinetron adalah adegan “tampar mas tampar”. Dalam versi filmnya scene ini kembali diperagakan, tetapi dengan cara yang berbeda.
Dalam versi sinetron, Priyambodo benar-benar menampar istrinya setelah terlibat cekcok. Bukannya kapok, Ambar justru kembali menantang suaminya untuk menamparnya lagi.

Sedangkan dalam versi film, pertengkaran terjadi di dapur setelah kedua anak mereka telah diantar ke sekolah. Pada saat itu, Gilang mengancam akan menampar istrinya, Ambar lantas menantang suaminya, tetapi dengan menampar dirinya sendiri.

Adegan menampar lawan main memang dihilangkan dalam versi film. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan demi memikirkan kondisi psikologis pemain.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang Film Noktah Merah Perkawinan dan perbedaannya dengan versi sinetron.

Baca Juga

Anda mungkin suka