Motor BSA, Sejarah dan Fakta Tunggangan Ratu Elizabeth II

Motor BSA adalah motor legendaris yang istimewa, kebangkitannya kembali setelah berpuluh tahun mati suri tentu dinantikan para pecintanya.

Motor BSA

Tikum.id Otomotif – Motor BSA adalah motor legendaris yang istimewa, kebangkitannya kembali setelah berpuluh tahun mati suri tentu dinantikan para pecintanya.

<img data-lazyloaded=

Motor BSA dengan tampilan garang khas kendaraan perang, memiliki daya tarik tersendiri bagi para kolektor motor klasik. Sebenarnya Birmingham Small Arms (BSA) membuat bermacam tipe motor, bahkan pernah menjadi produsen motor terbesar. Saking istimewa, lensa kamera sempat menangkap momen langka mendiang Ratu Elizabeth II tengah menunggangi motor keluaran BSA.

Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja kita kulik sejarah merek motor asal Inggris yang satu ini!

Kiprah Awal

BSA yang berdiri pada tahun 1861 di Birmingham, di awal kiprahnya merupakan produsen senjata perang untuk tentara Inggris. Sebagai pembuat kendaraan bermotor, BSA pertama kali memproduksi motor berkapasitas mesin 770 cc.

Selanjutnya BSA mulai membuat beraneka jenis dengan beragam kapasitas mesin. Di antaranya adalah BSA S-series model silinder tunggal di tahun 1930-an.

Ketika memasuki Perang Dunia II, BSA lebih berfokus membuat motor-motor untuk kebutuhan perang. Motor-motor tersebut antara lain BSA M20 dan BSA M21, yang dilengkapi sespan untuk keperluan membawa personel tambahan. Lewat perannya di Perang Dunia II, nama BSA lebih dikenal lagi hingga ke luar benua Eropa.

<img data-lazyloaded=

Puncak Kejayaan BSA

Seiring berakhirnya Perang Dunia II, pamor BSA semakin melesat. Sejumlah motor model baru diperkenalkan dan memperoleh sambutan sangat baik di pasaran. Volume penjualan pun meningkat signifikan pada kurun waktu 1940 hingga 1950-an. Bahkan di tahun 1960-an, BSA yang saat itu berada di puncak kejayaan, sempat mengakuisisi merek-merek motor terkemuka seperti Ariel dan Triumph, hingga mengimpor motor produksinya ke berbagai negara.

Di tanah air, BSA yang berseliweran adalah peninggalan tentara sekutu. Jenis yang dipakai yakni BSA M20 dan BSA M21, atau kerap disebut BSA side klep. Uniknya, di Pematang Siantar, kita bisa menyaksikan motor-motor legendaris tersebut hilir mudik sebagai sarana transportasi umum dalam bentuk becak motor. Becak istimewa yang menjadi ikon wisata kota Pematang Siantar.

Tunggangan Ratu Elizabeth II

Nama BSA kian populer di kalangan pengemudi perempuan era 1940-an. Hal itu turut dipengaruhi pemberitaan yang begitu masif mengenai keluwesan Elizabeth Alexandra Mary Windsor, yang kala itu masih berusia 19 tahun dan berstatus putri, mengemudikan salah satu motor ini.

Di masa muda, mendiang Ratu Elizabeth II memang tergabung dalam Woman’s Auxiliary Territorial Service (ATC), sebuah institusi Angkatan Darat Inggris yang dikhususkan untuk perempuan. Di tempat ini, para anggotanya dilatih untuk mahir mengendarai kendaraan bermotor, sekaligus menjadi mekanik andal. Maka, tidak mengherankan jika sang Ratu tampak demikian luwes mengemudikan bermacam-macam tipe kendaraan.

Berhenti Berproduksi

Di era 1970-an, motor-motor buatan Jepang mulai membanjiri pasar. Hal tersebut bersamaan dengan memburuknya kondisi finansial BSA, yang berujung pada tidak berlanjutnya kegiatan produksi. Sangat disayangkan karena ada produk-produk yang tidak sempat diproduksi dalam jumlah banyak. Tahun 1972, BSA akhirnya benar-benar tutup.

BSA Bangkit Kembali

Berpuluh tahun sejak gulung tikar, BSA yang diakusisi perusahaan asal India menyatakan siap meramaikan industri otomotif dunia dengan merilis BSA Gold Star 650. Motor canggih berkapasitas mesin 650cc ini disertai sistem pendingin cairan, sistem pengereman ABS, dan rem cakram. Desain BSA Gold Star dibuat di Inggris, sementara produksinya dilakukan di India.

Itulah sekilas sejarah motor BSA yang melegenda dan lekat di hati penggemar motor-motor lawas. Versi terkininya diharapkan dapat memikat pangsa pasar yang lebih luas, dengan perpaduan apik performa khas motor klasik dan teknologi mutakhir.

Anda mungkin suka