Rekomendasi Motor Bergaya Retro Terbaik 20-30 Jutaan

Motor retro memang memberi sensasi berkendara tersendiri. Jika Anda sedang mengincar unitnya dengan harga terjangkau, berikut beberapa rekomendasinya.

DeHaen Motor – Motor retro adalah salah satu jenis motor yang makin banyak dilirik selama beberapa tahun terakhirnya. Tak jarang, pemilik sepeda motor pun merombak kuda besi miliknya sedemikian rupa agar memiliki gaya retro yang klasik dan asyik.

Namun, Anda tak harus memodifikasi motor untuk mempunyai motor bergaya retro. Selama beberapa tahun terakhir, pabrikan otomotif cukup gencar meluncurkan berbagai unit motor dengan model yang satu ini.

Berita baiknya lagi, Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mendapatkan motor retro. Sebagai referensi, berikut adalah beberapa motor retro seharga 20-30 jutaan rupiah yang dapat Anda pertimbangkan.

Yamaha XSR155

Aura retro Yamaha XSR 155 sangatlah kental. Anda bisa langsung merasakannya dengan melihat penampilannya, terutama pada bagian lampu depan dan belakang, speedometer yang dibuat model bulat klasik, hingga jok dengan pola jahitan horizontal.

Namun, Anda jangan sampai tertipu dari pandangan sesaat. Di balik tampilan luarnya yang klasik, beberapa fitur modern juga ada di XSR 155. Motor berkapasitas 155cc dengan katup variabel (VVA) dan teknologi pendingin cairan ini telah menggunakan panel instrumen digital dan pencahayaan LED.

Kawasaki W175 dan W175 Cafe

Boleh dibilang, Kawasaki W175 adalah pionir motor retro di Indonesia. Sejak hadir pada 2017 silam, beberapa pabrikan motor lainnya pun lantas turut meramaikan segmen ini.

Kawasaki W175 dibekali dengan mesin berkapasitas 177 cc, sama seperti Kawasaki W175 Café. Walau begitu, terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya, terutama di sisi aksesori. W175 mempunyai desain klasik standar, sedangkan W175 Café mendapat beberapa penambahan.

Selain itu, rangka W175 Café 10 mm lebih panjang dan 15 mm lebih tinggi sebagai penyesuaian jok yang juga lebih panjang dan tinggi dari versi sebelumnya. Tak ketinggalan, pola tucked role juga ditambahkan pada W175 Café dengan paduan dua warna.

Kawasaki W175 TR

Nuansa scrambler terasa begitu kental pada kuda besi satu ini. Berbagai fitur lawas pun menempel begitu erat pada W175 TR. Motor ini masih menggunakan bohlam sebagai sumber pencahayaan, panel instrumen jenis analog, hingga sengaja tak menampilkan adanya indikator tingkat bahan bakar.

W175 menggunakan mesin dengan kapasitas 177 cc. Selain itu, mesin motor yang memiliki desain knalpot menukik ke atas, spakbor tinggi, dan pelek jari-jari, ini juga menggunakan konfigurasi satu silinder dan SOHC.

Benelli Motobi 200 EFI

Selain Asia, produsen asal Eropa, Benelli, juga turut meramaikan pasar motor retro Indonesia. Sayangnya, manufaktur Italia ini belum bisa mendominasi market share.

Walau begitu, unit produksi Benelli tidaklah mengecewakan. Benelli Motobi 200 EFI misalnya, menjadi salah satu motor retro Eropa dengan bujet terjangkau yang layak dijadikan pilihan.

Cruiser ini bahkan sangat cocok untuk keperluan touring jarak jauh dengan gaya yang sangat khas: stang tinggi, jok rendah, dan pijakan kaki agak ke depan. Adapun tenaga Motobi 200 EFI cukup memuaskan dengan dukungan mesin berkapasitas 197 cc.

Viar Vintech 200

Dari produsen dalam negeri sendiri, Viar Vintech 200 adalah salah satu alternatif terbaik untuk motor retro apik dengan bujet menarik. Kapasitas mesin motor ini cukup tinggi, yakni 198 cc. Adapun salah satu kekurangan kecilnya adalah belum dilengkapinya pendingin cairan dan masih menggunakan karburator.

Namun, tak perlu ragu soal kenyamanan selama berkendara. Vintech 200 menggunakan ban yang cukup lebar. Karena itu, terutama untuk jalanan yang bergelombang, berkendara dengan motor retro ini tak akan terlalu jadi masalah.

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka