Mobil Matik Kamu Cepat Rusak? Ini 5 Sebabnya

Mobil matik kamu cepat rusak? Meskipun bikin stres, coba cek dulu kebiasaanmu memperlakukan mobilmu selama ini

Tikum OtomotifMobil matik kamu cepat rusak? Meskipun bikin stres, coba cek dulu kebiasaanmu memperlakukan mobilmu selama ini. Jangan-jangan lima hal ini sebabnya.

Baru saja mau pergi, mobil matik malah mati? Punya mobil matik (atau mobil bertransmisi otomatis) memang memudahkan kita dalam menyetir. Apalagi bila hidup di kota besar yang lazim dengan kemacetan di jalan raya. Kaki tidak pegal-pegal karena terlalu lama menginjak pedal rem. Memindahkan gigi juga terasa lebih luwes.

Makanya, wajar bila panik melanda saat mobil matik tiba-tiba berhenti bekerja. Hmm, mobil matik kamu cepat rusak? Jangan-jangan, inilah kelima (5) penyebabnya:

1. Menggunakan gigi, tapi tidak sesuai fungsi.

Bila sebelumnya sudah terbiasa mengendarai mobil manual, sebaiknya kenali dulu fungsi tiap gigi pada tuas. D adalah drive atau jalan dan P adalah park atau parkir. N artinya neutral atau netral, bila ingin berhenti dulu tetapi dengan mesin masih menyala. Contoh: saat sedang menunggu lampu merah lalu lintas berganti menjadi hijau.

L fungsinya adalah low atau gigi rendah, sementara R atau rear untuk memundurkan mobil. Jangan sampai salah ya, karena transmisi otomatis mobilmu bisa cepat rusak. Misalnya: sebenarnya kamu ingin mundur, tapi malah memindahkan gigi ke posisi D. Mau memaksa mundur sampai kapan pun takkan bisa.

2. Memindahkan gigi, tapi caranya tidak benar.

Ini sering terjadi bila cara menyetir mobilnya sudah ‘rusuh’. Padahal, mobil matik membutuhkan penanganan yang lebih lembut. Misalnya: saat ingin parkir, tunggulah sampai mobilmu berhenti dulu secara sempurna. Jangan buru-buru memindahkan gigi langsung ke posisi P.

Hal lain yang sering terjadi adalah saat berhenti di depan lampu merah, tapi posisi tuas gigi masih di D. Makanya, jangan heran bila mobilmu cepat sekali rusak.

3. Menyetir dengan agresif dan suka main tancap gas.

Sekali lagi ingat, menyetir mobil semacam ini tidak sama dengan mobil manual. Tidak hanya main tancap gas biar terkesan jagoan di jalan, tapi juga suka memaksa mengganti gigi secara tiba-tiba. Misalnya: menarik tuas gigi dari posisi N langsung ke posisi D. Padahal, seharusnya kamu melakukannya dengan cara lebih lembut.

Pergantian tekanan yang mendadak berpotensi merusak kinerja transmisi otomatis mobilmu. Cobalah untuk mengurangi kebiasaan main tancap gas, sengaja menggerungkan suara mesin mobil, hingga mengganti gigi secara mendadak. Perilaku ini mengganggu dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, berusaha kelihatan keren sesaat tidak sebanding dengan penyesalan saat mobil rusak kemudian.

4. Rasio kompresi dan oktan yang dipilih tidak sesuai.

Perhatikan rasio kompresi kendaraanmu. Jangan sampai gara-gara salah pilih jenis bahan bakar, rasio kompresi dengan oktan jadi tidak sepadan. Kalau memang sedang terpaksa menggunakan bahan bakar jenis lain, jangan sampai hal itu jadi kebiasaan. Tetaplah pada jenis bahan bakar yang sesuai dengan rasio kompresi kendaraanmu.

5. Kurang merawat mobil matik.

Bila ingin mobil matik milikmu tetap awet dan tidak cepat rusak, pastinya harus ada usaha maksimal. Jangan menunggu hingga mobil ada masalah atau rusak dulu, baru ke bengkel. Jangan juga hanya peduli mempermak bagian luar mobil, tetapi mesin dan seisinya malah kamu abaikan.

Memang sih, mau tidak mau harus menyediakan dana untuk perawatan mobil. Namun, ini masih lebih baik daripada membayar lebih mahal saat mobil terlanjur dalam kondisi rusak parah. Minimal bawalah mobilmu ke bengkel satu-dua bulan sekali untuk pemeriksaan.

Nah, sekarang sudah tahu ‘kan, kenapa mobil matik kamu cepat rusak? Kelima (5) kebiasaan buruk di atas sudah saatnya kamu tinggalkan. Jangan sampai menyesal kemudian, saat mobil kesayangan terlanjur rusak parah.

Anda mungkin suka