Menyoroti Dampak Pandemi terhadap Liga Papan atas Eropa

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memberikan pengaruh yang signifikan terhadap liga-liga papan atas Eropa. Inilah beberapa dampak yang paling terasa hingga saat ini.

Selama setahun belakangan, dunia digemparkan dengan munculnya pandemi virus corona. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia ini sangat berbahaya karena dapat memicu komplikasi serius, bahkan menyebabkan kematian.

Selain memengaruhi kesehatan masyarakat, virus Covid-19 secara langsung juga memengaruhi bergulirnya kompetisi liga sepak bola di hampir semua negara, termasuk liga-liga papan atas Eropa seperti English Premier League, La Liga, Serie A, dan Bundesliga.

Seperti apa dampak nyata dari pandemi ini terhadap liga-liga tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Dampak Terhadap Finansial Klub

Pengaruh paling signifikan dari pandemi covid-19 terhadap liga papan atas Eropa tentu saja ada pada faktor finansial. Sekalipun hak siar pertandingan tetap menjadi pemasukan utama, pertandingan yang digelar di stadion kosong jelas mengurangi pendapatan klub secara masif.

Hal ini turut diperparah dengan kondisi finansial klub yang sejatinya sudah terbebani dengan gaji pemain yang besar. Sebagai contoh, klub Borussia Dortmund disinyalir akan menjual beberapa bintang andalannya, termasuk Sancho dan Haaland, karena alasan finansial klub yang tidak memadai. Sementara itu, klub raksasa Barcelona terancam tidak dapat mempertahankan mega bintang Lionel Messi karena neraca keuangan klub yang mulai merugi.

Apabila dampak ini terasa sampai ke klub papan atas, klub papan bawah tentu mengalami krisis yang lebih besar. Pada akhirnya efek berantai yang timbul dapat membuat liga menjadi kurang kompetitif karena keterbatasan keuangan klub partisipan.

Dampak terhadap Kebugaran Pemain

Pemain sepak bola profesional memang memiliki kebugaran di atas rata-rata. Akan tetapi, jadwal pertandingan yang kian padat dan tak menentu tentu dapat menyebabkan cedera dan kelelahan.

Hal ini tercermin dari tren badai cedera yang dialami klub di liga-liga papan atas Eropa. Sebagai contoh, jawara English Premier League musim lalu, Liverpool, kehllangan 8 pemain intinya akibat berbagai macam cedera. Hal ini membuat mereka kini terpuruk di posisi 6 klasemen liga.

Untuk mengatasi masalah ini, pelatih dituntut cermat dalam melakukan rotasi saat jadwal sedang padat. Sayangnya, cara ini dapat mengurangi kualitas hiburan di lapangan hijau karena para pemain andalan masing-masing tim tidak dapat bermain secara terus menerus.

Dampak Terhadap Jadwal Pertandingan

Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, sejumlah kompetisi mengalami kemunduran jadwal yang cukup ekstrem. Beberapa liga bahkan sempat menghentikan kompetisi di tengah jalan akibat lonjakan pasien Corona.

Selain kemunduran jadwal, pertandingan yang sudah dijadwalkan sebelumnya pun terancam ditunda atau bahkan dibatalkan apabila ada staf atau pemain yang positif terjangkit covid. Hal ini menyebabkan ketidakpastian sehingga memengaruhi kualitas persaingan liga-liga papan atas Eropa.

Beberapa tim bahkan harus bertanding di luar negaranya saat kompetisi Eropa berlangsung akibat larangan keluar-masuk turis yang ditetapkan pemerintah. Contohnya seperti tim RB Leipzig dari Bundesliga Jerman. Mereka harus bertanding di Hungaria saat menjamu Liverpool di babak 16 besar Champions League karena pemerintah Jerman melarang penerbangan dari dan menuju Inggris.

Dari ketiga dampak di atas, dapat disimpulkan bahwa pandemi Covid-19 memengaruhi hampir semua aspek dalam industri sepak bola Eropa. Tampaknya, kita masih harus sedikit bersabar untuk menyaksikan keseruan liga top papan atas benua biru secara utuh tanpa gangguan apa pun.

Pada akhirnya, keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada si bundar di lapangan hijau. Supaya pandemi ini segera berlalu, mari kita patuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh para ahli kesehatan sambil menjauhkan diri dari kerumunan.

Anda mungkin suka