Mengintip Serunya Budaya Natal dari Berbagai Belahan Dunia

Setiap negara juga memiliki tradisi Natal yang berbeda-beda. Simak beberapa budaya seru saat Natal dari berbagai belahan dunia berikut ini!

Sama seperti perayaan lain, setiap negara juga memiliki tradisi Natal yang berbeda-beda. Simak beberapa budaya seru saat Natal dari berbagai belahan dunia berikut ini!

Akhir tahun adalah waktu yang dinantikan banyak orang. Selain menjadi waktunya libur panjang menjelang pergantian tahun, Natal menjadi perayaan yang ditunggu-tunggu. Berkumpul dengan keluarga dan saling berbagi hadiah, tidak ada yang lebih menyenangkan untuk dilakukan saat hari Natal tiba. Beberapa negara di dunia punya cara berbeda untuk menikmati Natal. Simak beberapa negara dengan budaya Natal paling seru berikut ini!

Giant Lantern Festival- Filipina

Dikenal dengan nama lokal Ligligan Parul Sampernandu, festival lampion raksasa ini digelar setiap hari Sabtu sebelum Christmas Eve di San Fernando, kota yang dijuluki sebagai kota Natal di Filipina. Festival ini menarik banyak orang dari berbagai belahan dunia. Ada setidaknya 11 barangay (desa) yang beradu dalam persaingan membuat lampion paling indah dalam helatan ini.

Krampus-Austria

Krampus merupakan makhluk legenda yang berupa iblis mirip binatang yang berkeliaran di jalan-jalan kota untuk menakuti anak-anak dan menghukum mereka yang jahat. Krampus sendiri merupakan kaki tangan dari St. Nicholas. Dalam tradisi Austria, St. Nicholas diceritakan kerap memberi hadiah kepada anak-anak yang baik. Sementara Krampus memiliki tugas sebaliknya, menangkap anak-anak nakal dan memasukkan mereka ke dalam karung.

Pada minggu pertama bulan Desember, para pria muda yang berpakaian seperti Krampus (terutama di malam perayaan St. Nicholas Day), menakuti anak-anak dengan rantai dan lonceng yang berderak.

Kentucky Fried Christmas Dinner-Jepang

Orang Jepang punya budaya Natal yang sedikit unik. Sebagai salah satu perayaan paling besar di Jepang dan hari bertukar hadiah, di Jepang orang akan menyantap ayam KFC. Tak heran jika setiap Natal tiba, franchise ayam goreng yang berada di Jepang itu akan mengiklankan beragam menu untuk Natal.

Tradisi makan ayam goreng ini konon bermula pada tahun 1970 saat Takeshi Okawara, manajer pertama KFC Jepang mulai mempromosikan ayam goreng sebagai pengganti kalkun yang merupakan budaya Amerika. Sejak saat itu, budaya makan KFC saat Natal terus bertahan sampai sekarang.

The Yule Lads-Islandia

Dalam 13 hari menjelang Natal, 13 orang yang menyamar menjadi karakter troll licik mulai keluar di Islandia. The Yule Lads atau jólasveinarnir dalam bahasa Islandia, akan mengunjungi anak-anak di penjuru negeri selama 13 malam menjelang Natal.

Setiap malam selama 13 hari itu juga, anak-anak akan meletakkan sepatu terbaik mereka di dekat jendela. Mirip dengan Santa, The Yule Lads yang berbeda akan meninggalkan hadiah untuk anak-anak yang dianggap baik dan kentang busuk untuk mereka yang dianggap nakal.

Saint Nicholas Day-Jerman

Berbeda dengan Weihnachtsmann (Bapak Natal), Nikolaus atau St. Nicholas akan bepergian di tengah malam pada tanggal 6 Desember untuk meninggalkan camilan dan hadiah kecil seperti koin, cokelat, jeruk dan mainan di dalam sepatu anak-anak baik yang ada di seluruh Jerman, khususnya yang tinggal di wilayah Bavaria. St. Nicholas juga akan mengunjungi anak-anak di sekolah atau di rumah-rumah. Sebagai imbalan atas hadiah kecil yang diberikan, anak-anak harus menyanyikan lagu, membaca puisi atau menggambar.

Itulah beberapa budaya dan tradisi Natal unik yang berasal dari berbagai belahan dunia. Bagaimana dengan daerah Anda? Kebiasaan unik apa yang Anda nantikan ketika Natal tiba?

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka