Mengenal Tour de France, Bicycle Race Paling Prestisius di Dunia

Tikum.id Bicycle – Setiap cabang olahraga memiliki kompetisi prestisiusnya masing-masing. Di cabang bicycle race, Tour de France (TDF) adalah kompetisi prestisius itu.

<img data-lazyloaded=

Para pecinta olahraga mungkin sudah tidak asing lagi dengan berbagai kompetisi dalam cabang olahraga yang dicintai, mulai dari tingkat lokal hingga internasional. Beberapa cabang olahraga bahkan memiliki kompetisi yang dianggap paling prestisius, seperti FIFA World Cup untuk sepak bola antarnegara dan MotoGP untuk balap motor.

Bagi pecinta sepeda, kompetisi yang secara umum dianggap paling prestisius di tingkat internasional adalah Tour de France. Label “the most prestigious bicycle race in the world” diberikan karena sejarah panjang kompetisi ini menjadikan setiap gelarannya dianggap sebagai sebuah gelaran budaya.

Tour de France dari Masa ke Masa

Di antara tiga bicycle race yang disebut sebagai Grand Tours, Tour de France memiliki sejarah yang paling panjang. Sejak pertama kali digelar pada tahun 1903, TDF perlahan bertransformasi menjadi suatu gelaran budaya, bukan hanya sekedar ajang pesepeda profesional memperebutkan kasta tertinggi.

Uniknya, kompetisi ini terlahir dari rivalitas dua koran olahraga, Le Vélo dan L’Auto. Rendahnya angka penjualan L’Auto dibanding kompetitor memaksa tim redaksi melakukan pertemuan pada 20 November 1902 untuk membahas strategi keluar dari krisis. Géo Lefèvre, kepala jurnalis sepeda pada masa itu, menyarankan gelaran balapan sepeda menyusuri Perancis selama enam hari.

Pada tahun 1903, gagasan Lefèvre pun direalisasikan sebagai gelaran balapan sepeda jarak jauh selama 19 hari mengitari wilayah Perancis dari pesisir Laut Tengah hingga pesisir Samudera Atlantik. Dengan iming-iming hadiah 3000-franc untuk pemenang harian dan hadiah utama senilai 12.000 franc, Tour de France sukses menggaet sekitar 60-80 peserta dari berbagai negara.

Kesuksesan Tour de France 1903 membuat L’Auto menjadi gelaran ini sebagai ajang tahunan selama rentang waktu 1904-1939, kecuali pada masa-masa Perang Dunia I. Meskipun berbagai intrik dan kontroversi terjadi dalam TDF selama rentang waktu ini, nyatanya penjualan L’Auto terus meningkat hingga mencapai lebih dari 250.000 eksemplar pada puncaknya tahun 1908.

Setelah mengalami hiatus selama masa Perang Dunia II, TDF kembali dilaksanakan sebagai gelaran tahunan. Selama masa ini pula TDF mengalami berbagai kontroversi dan perkembangan dari segi regulasi, keamanan, dan panjang lintasan hingga dinobatkan oleh pecinta sepeda sebagai “the most prestigious bicycle race”.

Tahapan

Tour de France (dan gelaran Grand Tours lainnya) terdiri dari 21 tahapan yang akan dilalui oleh peserta. Pada TDF 2022, tahapan-tahapan tersebut terdiri dari:

  • 6 flat stages
  • 7 hilly stages
  • 6 mountain stages
  • 2 individual time trial stages
  • 2 rest days
  • 1 transfer day

Para Jawara

Selama lebih dari 100 tahun penyelenggaraan Tour de France, puluhan orang sudah pernah mencicipi gelar juara di kategori General Classification. Pemenang gelar juara pada gelaran pertama kejuaraan ini dipegang oleh pesepeda Perancis Maurice Garin. Titel jawara TDF 2022 yang digelar pada bulan Juli lalu disabet oleh Jonas Vingegaard, pesepeda asal Denmark.

Secara statistic, Lance Armstrong pernah memegang rekor sebagai pesepada dengan gelar juara TDF terbanyak (tujuh kali juara). Sayangnya, gelar juara Armstrong dicabut setelah terbukti menggunakan doping pada rentang waktu 1995-2002. Saat ini, rekor pemenang terbanyak dipegang oleh Jacques Anquetil yang lima kali keluar sebagai jawara (1957, 1961, 1962, 1963, dan 1964).

Sebagai ‘the most prestigious bicycle race in the world’, Tour de France telah menjelma dari sekedar kompetisi untuk mempromosikan koran olahraga menjadi sebuah gelaran budaya tahunan di Eropa. Popularitas dan pengaruh kompetisi tahunan ini tidak hanya dirasakan oleh pecinta sepeda saja, tetapi juga oleh penggemar olahraga di seluruh dunia.

Anda mungkin suka