Mengenal Mohammed Bin Salman, Pemilik Baru Newcastle United

Tikum Bola – Kabar diakuisisinya Newcastle United oleh PIF tentu menjadi kabar mengagetkan bagi banyak pecinta bola. Lalu, siapa sosok di balik PIF?

Nama PIF (Public Investment Fund) mencuat begitu kabar akuisisi Newcastle United santer terdengar. Setelah sebelumnya dikelola oleh Mike Ashley selama 14 tahun, perusahaan konsorsium asal Arab Saudi tersebut resmi mengambil alih kepemilikan Newcastle United.

Publik pun penasaran tentang siapa sosok dibalik PIF. Banyak yang penasaran mengapa sosok tersebut mengambil alih pengelolaan Newcastle United, terutama para penggemar berat Liga Inggris.

Credit: @nufc21.id)

Mengenal Mohammed bin Salman

Sebenarnya kiprah PIF di dunia investasi cukup diakui. Perusahaan ini berdiri sejak 1971 dan dikelola oleh Keluarga Kerajaan Arab Saudi. Tujuan utama didirikannya PIF adalah untuk memastikan bahwa pengelolaan dana yang dimiliki kerajaan benar-benar bermanfaat di masa mendatang.

Mengenal Mohammed bin Salman yang memimpin PIF sejak tahun 2015, setelah sebelumnya dikelola oleh Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi (CEDA) Arab Saudi. Mohammed sendiri merupakan salah satu anak Raja Salman sekaligus Deputi Utama Arab Saudi sejak tahun 2017.

Menjadi pimpinan salah satu perusahaan investasi terkemuka ternyata membuat nama Mohammed dikenal di kalangan pebisnis. Pada tahun 2018, pria kelahiran tahun 1985 tersebut bahkan pernah masuk ke dalam salah satu daftar orang paling berpengaruh menurut Majalah Times.

Meskipun begitu, kiprah Mohammed masih asing di kalangan pecinta bola. Publik kembali mendengar nama salah satu pria terkaya di dunia ini ketika dia memutuskan mengakuisisi Newcastle United. Saat ini, selain pimpinan PIF Mohammed Salman juga dikenal sebagai pemilik klub bola terkaya di dunia. Bagaimana tidak? Pada kuartal pertama tahun 2021 saja, kekayaan PIF mencapai EUR320 miliar atau setara dengan Rp5,2 kuadriliun. Publik terutama pecinta bola pasti berharap besar pada dana sebesar itu dalam peningkatan prestasi Newcastle United di masa mendatang, apalagi untuk akuisisi ini PIF bersedia menggelontorkan dana sekitar 305 juta Pound atau setara dengan Rp5,9 triliun.

Nasib Para Pemain dan Pelatih di Masa Depan

Akuisisi tidak serta merta merampas hak Mike Ashley untuk memimpin Newcastle United. Meskipun telah resmi menjadi milik PIF selama beberapa tahun ke depan, Mike Ashley masih diperkenankan untuk mengelola didampingi oleh Yassir Al Rumayyan, petinggi PIF yang juga diangkat sebagai CEO Newcastle United.

Sampai saat ini pun, Newcastle United masih diasuh oleh Steve Bruce. Tapi di masa mendatang, penggemar bola berharap besar adanya pergantian manajer sebagaimana yang terjadi pada Chelsea ketika mengalami akuisisi. Apalagi dengan uang yang dimiliki, Newcastle United sangat mampu mendatangkan manajer berkelas.

Setidaknya ada beberapa nama yang diperkirakan menjadi manajer Newcastle United jika Bruce benar-benar meninggalkan klub ini. Di antaranya adalah, Antonio Conte, Roberto Martinez, Frank Lampard, Rafael Benitez, hingga Jose Mourinho. Setiap calon manajer pun pasti diikuti sejumlah pemain yang digadang-gadang bisa menggantikan posisi beberapa punggawa Newcastle United.

Jadi jangan heran apabila di masa mendatang, akan ada isu transfer, ganti pemain, hingga sejumlah pelatih atau staf yang meninggalkan klub ini. Diakui atau tidak, akuisisi erat dengan perombakan struktur. Hal ini dilakukan dengan harapan, perubahan kepemilikan akan berdampak pada perubahan prestasi klub.

PIF dan Mohammed Salman pun pasti memiliki misi ambisiusnya sendiri. Minimal, Newcastle United bisa bersaing dengan klub papan atas di Liga Premier selama berada di bawah pengelolaan PIF.

Jadi, bagaimana pendapat Sobatikum tentang akuisisi Newcastle United yang cukup kontroversial ini? Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Anda mungkin suka