Mengapa Wanita Rentan Stres? Simak Informasi Selengkapnya!

Wanita disebut-sebut lebih rentan mengalami stres ketimbang pria. Benarkah? Apa alasannya? Simak penjelasannya berikut ini!

Wanita disebut-sebut lebih rentan mengalami stres ketimbang pria. Benarkah? Apa alasannya? Simak penjelasannya berikut ini!

<img data-lazyloaded=

Banyak orang menilai bahwa wanita adalah sosok yang cerewet. Ini kerap menjadi cemoohan di tengah masyarakat. Padahal cukup banyak penyebab yang bisa kita garisbawahi. Salah satunya adalah tingkat stres yang lebih tinggi pada wanita.

Benarkah Tingkat Stres pada Wanita Lebih Tinggi?

Wanita cenderung memiliki tingkat stres 50% lebih tinggi daripada pria. Benarkah? Berdasarkan studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam The Journal of Brain and Behavior ditemukan bahwa wanita memang dua kali lebih mungkin menderita stres dibandingkan pria.

The American Psychological Association melaporkan adanya kesenjangan gender dari tahun ke tahun pada tingkat stres. Ini menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun wanita secara konsisten melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi. Jadi bisa kita simpulkan bahwa wanita memang lebih rentan stres daripada pria.

Penyebab Tingginya Tingkat Stres pada Wanita?

Pria dan wanita memiliki respon yang berbeda saat menghadapi stres, baik secara emosional maupun secara biologis. Simak beberapa alasan kenapa wanita lebih mudah mengalami stres dan perasaan emosi negatif lainnya dibanding pria.

Faktor Hormonal

Faktor hormonal atau faktor biologis adalah alasan pertama kenapa wanita mudah sekali mengalami stres. Pada wanita, setiap bulannya (dalam siklus menstruasi) terjadi fluktuasi hormal seperti progesteron dan estrogen. Keduanya berpengaruh pada sistem saraf yang mengatur suasana hati.

Ini juga berhubungan dengan tingginya risiko gangguan kesehatan mental pada wanita, salah satunya adalah depresi. Selain pada siklus menstruasi, fluktuasi hormon juga bisa terjadi ketika masa kehamilan, pasca persalinan dan masa menopaus.

Budaya dan Tradisi di Lingkungan Sekitar

Wanita yang berusia antara 35-54 tahun di berbagai belahan dunia kerap harus menyandang banyak posisi sekaligus. Tidak hanya menjadi ibu, mereka kadang juga harus bekerja mencari nafkah, mengurus rumah dan mengurus orang tua. Tanggung jawab ini hampir muncul di semua negara di dunia. Tidak heran jika kemudian banyak wanita yang tertekan karena adanya tugas ganda ini.

Data statistik anxiety dari Priorygroup.com menunjukkan bahwa wanita juga dua kali lebih berisiko mengalami gangguan kecemasan daripada pria. Ini bisa jadi karena mereka berusaha untuk mengerjakan dan bertanggung jawab pada banyak hal sekaligus. Jumlah wanita yang mengalami stres terkait pekerjaan juga 50% lebih tinggi daripada pria yang berusia sama. Dr Judith Mohring (MBBS, MRCPsych, MA, CCST), yang berbasis di Priory’s Wellbeing Center di London Pusat menyebutkan bahwa wanita cenderung mengambil lebih banyak tanggung jawab di tempat kerja. Di sisi lain, mereka juga mempertahankan tanggung jawab mereka di rumah.

Wanita yang berprestasi juga cenderung memiliki sejumlah kesamaan. Mereka perfeksionis, cenderung keras terhadap diri sendiri serta memiliki keinginan untuk mendapatkan validasi dari orang lain. Semua sifat ini memang bisa menghasilkan karyawan yang rajin, termotivasi dan punya standar tinggi. Kecenderungan menginternalisasi perasaan negatif tampaknya jadi salah satu alasan kenapa wanita berprestasi sebenarnya lebih mudah stres. Secara keseluruhan, sekitar 1 dari 5 wanita akan mengalami depresi selama hidup mereka.

Stres adalah masalah yang kompleks. Kemampuan setiap orang untuk mengelola stres juga berbeda-beda. Tapi jika Anda adalah wanita, penting untuk mengetahui cara terbaik dalam mengelola stres agar kondisi ini tidak sampai mengganggu aktivitas dan produktivitas Anda.

Anda mungkin suka