Mangkuk Ayam Jago, Kisah Sejarah dan Fakta Uniknya

Bagi food lovers, pasti kenal dengan mangkuk ayam jago yang legendaris, dari mana sih asalnya? Para food lover tentunya familier dengan mangkuk putih bergambar ayam jago di bagian luarnya.

Tikum.id Food – Bagi food lovers, pasti kenal dengan mangkuk ayam jago yang legendaris, dari mana sih asalnya? Para food lover tentunya familier dengan mangkuk putih bergambar ayam jago di bagian luarnya.

<img data-lazyloaded=

Ya, apalagi bagi generasi orang-orang yang tumbuh pada masa-masa 70-90an, mangkuk ini akan membangkitkan kenangan pada masa-masa menyantap bakso atau mi ayam favorit.

Asal Muasal Mangkuk Ayam Jago

Mangkuk berbahan keramik ini ternyata aslinya berasal dari Negeri Tiongkok, Sobat. Di negara asalnya pun, mangkuk dengan desain sederhana ini sangat populer. Saking populernya, mangkuk ini juga banyak digunakan sebagai properti dalam film-film besutan Stephen Chow pada era 90-an di sana. Tidak hanya itu, mangkuk yang disebut jigongwan oleh orang Kanton ini juga lazim dijadikan ‘seserahan’ dalam upacara pernikahan di Tiongkok. Mangkuk ini juga punya nama berbeda-beda di setiap daerah di sana. Misalnya saja di daerah Tiongkok bagian utara, mangkuk ini disebut gongjiwan.

Nah, Sobat, ternyata kepopuleran mangkuk ayam jago ini punya akar yang jauh hingga ke zaman Dinasti Ming pada periode pemerintahan Kaisar Chenghua (1465-1487). Ceritanya, Sang Kaisar memesan empat buah cawan yang bergambar ayam jago dan ayam betina pada pengrajin langganan istana di daerah Jingdezhen. Cawan keramik yang dipesan Sang Kaisar dilukis dengan teknik doucai, sebuah teknik melukis porselen khas Cina. Cawan bergambar ayam jago, ayam betina, dan anak ayam tersebut memiliki makna kemakmuran, dan disebut sebagai jigangbei atau ‘cawan ayam.’

Cawan Penuh Makna

Berawal dari Kaisar Chenghua, mangkuk ayam jago terus diproduksi dan bahkan juga disukai oleh kaisar-kaisar berikutnya. Kaisar Wanli (1572-1620) dan Kaisar Kangxi (1661-1722) dari Dinasti Qing juga menyukai mangkuknya dan berani membayar mahal untuk membeli mangkuk ini.

Bahkan, Kaisar Qianlong (1735-1796), saking sukanya, sampai membuat puisi khusus yang memuja mangkuk ayam jago itu pada tahun 1776. Kaisar Qianlong ini memang adalah salah satu kaisar yang sangat rajin menulis puisi. Jumlah puisi yang sudah dibuatnya mencapai 43,000 puisi.

Kata “ji” yang diartikan “ayam” memiliki bunyi yang mirip dengan “jia” yang punya arti “rumah”. Sementara lambang bunga peony di sebelah ayam melambangkan kekayaan. Gambar pohon pisang berdaun lebar sendiri bermakna keberuntungan untuk keluarga. Pada masa dinasti Qing, mangkuk ini mulai diproduksi masal dan menjadi primadona kalangan menengah ke bawah karena harganya yang lebih murah ketimbang mangkuk yang memiliki gambar burung phoenix atau naga. Berganti masa, bagi para petani di Tiongkok, mangkuk iniberganti makna menjadi lambang bekerja keras untuk mencapai kemakmuran. Hal ini sebab suara ayam jago adalah suara yang membangunkan mereka pada pagi hari untuk bekerja keras di ladang.

Menyebar ke Negara Lain

Memasuki awal abad 20, mangkuk legendaris ini mulai merambah dunia. Pada mulanya menyebar karena dibawa oleh para perantau, lalu mulai masuk ke negara-negara Asia Tenggara. Mangkuk ini pun mengalami peningkatan produksi dan inovasi teknik gambar. Ada yang menggunakan tangan maupun mesin. Saking legendarisnya mangkuk ini, cawan-cawan bergambar ayam jago pun diburu oleh para kolektor dari berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali barang-barang pecah belah ataupun souvenir-souvenir lain yang menggunakan desain ayam jago yang ikonik ini.

Nah itu dia sedikit cerita mengenai sejarah mangkuk ayam jago, Sobat Tikum. Apakah Sobat Tikum termasuk food lover yang juga mengoleksinya?

Anda mungkin suka