LA LIGA Kesenjangan Antara Klub Kaya Dan Klub Miskin

Tikum Bola – Hidup berlanjut seperti biasa di La Liga divisi sepak bola utama Spanyol, di mana perburuan gelar yang selalu di dominasi 2 klub Barcelona dan Real Madrid.

Barcelona dan Madrid selalu jauh melenggang ke kemenangan secara rutin dengan modal tentunya pemain top dan padu di topang dengan pelatih yang super pule seperti Valverde dan Zidane yang keduanya telah mempersembahkan gelar. Dua tim teratas ini terbilang mampu menjaga keseimbangn di kancah domestik dan Liga Champions yang memasuki babak 16 besar.

Ada hal yang menyita perhatian pada statistik bahwa sepertinya mencetak gol menjadi lebih mudah di Spanyol melawan oposisi yang lebih sederhana. Di Spanyol, Brcelona punya 2,7 gol rata rata rata sedangkan Real Madrid memiliki 2,3 gol rata –rata perpertandingan. Gile Bener.

Klasmen La Liga

Tentu saja, statistik tidak menceritakan keseluruhan cerita. Barcelona telah membangun sisi di sekitar Messi dan Suarez serta kelak Grizman, Sementara itu, Real memiliki Karim Benzema dan Gareth Bale.

Kesenjangan La Liga antara kaya dan miskin sepak bola di Eropa terus tumbuh ketika klub-klub besar menikmati televisi dan pendapatan lain dari kompetisi Eropa, dan kesepakatan sponsor besar-besaran, sementara klub yang lebih kecil menjual bakat untuk bertahan hidup.

Tetapi sekali lagi di Spanyol, itu lebih menonjol daripada di tempat lain: 12 dari 20 klub La Liga memiliki stadion yang kapasitasnya kurang dari 35.000. Si Miskin Elbar dengan stadium Municipal de Ipurua hanya bisa memeras 7.500.

Tahun lalu (musim 2018-2019) Spanyol memiliki rata-rata kehadiran untuk pertandingan liga lebih dari 27.000 penggemar, menurut data yang dikumpulkan oleh statistica.com.

Dengan standar apa pun, kesenjangan antara bagian atas dan bawah di La Liga sangat mencolok dan tentunya menjadi boring dan merugikan La Liga sendiri.

Menurut sobattikum bagaimana? Berikan tanggapan Anda.

Anda mungkin suka