Kronologi Peristiwa Stadion Kanjuruhan, Jawa Timur

Tikum.id Bola – Mengetahui kronologi terjadinya peristiwa memilukan di Stadion Kanjuruhan, Jawa Timur setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya.

<img data-lazyloaded=

Sabtu, 1 Oktober 2022 menjadi catatan sejarah kelam bagi dunia sepakbola Indonesia. Bagaimana tidak, perasaan bahagia seusai menonton sepakbola harus berganti dengan ketakutan dan ratap tangis. Tercatat 131 orang meninggal dunia dan 547 orang mengalami luka-luka dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Bagaimana kronologis terjadinya peristiwa tersebut dan perkembangannya? Simak penjelasan berikut.

Latar Belakang Peristiwa Kanjuruhan

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan di ajang Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya. Dalam pertandingan tersebut, Arema FC harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 2-3. Berdasarkan keterangan resmi dari Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, tak ada konflik yang terjadi dalam pertandingan. Masalah muncul justru setelah laga usai, karena pendukung Arema turun untuk memberikan dukungan kepada para pemain yang kalah.

Meskipun demikian, polisi melihat tindakan tersebut sebagai potensi kerusuhan. Mereka pun mulai menembak gas air mata ke arah Aremania. Sayangnya, tindakan tersebut justru membuat penonton yang lain panik dan berhamburan menuju pintu keluar stadion. Para penonton pun mulai berdesakan sehingga banyak yang mengalami kekurangan oksigen.

Perkembangan Terkini Terkait Kasus Hukum

Pasca peristiwa tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya pun bertindak cepat untuk mengusut tuntas kasus ini. Terlebih sudah ada instruksi dari Presiden RI, Joko Widodo.

Pada Kamis, 6 Oktober 2022, Polri menetapkan enam orang tersangka dalam kasus tragedi Kanjuruhan. Salah satunya adalah Akhmad Hadian Lukita yang merupakan Direktur PT. LIB. Lima tersangka lainnya masing-masing, Ketua Panitia Pelaksana berinisial AH, Security officer berinisial SS, Kabagops Polres Malang berinisial Wahyu SS, Brimob Polda Jatim berinisial H, serta Kasat Sammapta Polres Malang berinisial BSA.

Penyelidikan juga tengah dilakukan oleh Komnas HAM. Dinilai ada indikasi pelanggaran HAM berat karena adanya paparan gas air mata dalam jumlah yang lebih dari seharusnya. Tercatat hingga Rabu, 5 Oktober 2022, sebanyak 31 orang anggota Polri tengah diperiksa oleh tim audit investigasi Mabes Polri. AKBP Ferli Hidayat yang saat kejadian menjabat sebagai Kapolres Malang juga dicopot jabatannya.

Sementara itu, Arema FC sebagai klub yang terlibat dalam tragedi ini juga mendapat sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Selain harus membayar denda sebesar Rp 250 juta, Arema juga dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi Liga 1 musim ini.

Sanksi FIFA

Pemakaian gas air mata dituding sebagai akar dari peristiwa kelam di Kanjuruhan. Tentu saja ini menimbulkan kekhawatiran bagi penyelenggara kompetisi serta pemerintah atas adanya sanksi yang berat dari organisasi sepakbola dunia, FIFA. Bahkan bisa-bisa Indonesia dilengserkan dari posisinya sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 2023.

Berdasarkan FIFA Stadium Safety and Security Regulations ayat 19b, tertulis adanya larangan untuk penggunaan gas air mata di dalam lapangan sepakbola. Itu artinya peristiwa di Stadion Kanjuruhan sudah melenceng dari aturan FIFA.

Pemerintah Indonesia pun tidak tinggal diam dan langsung berkomunikasi dengan pihak FIFA. Bahkan Presiden Jokowi langsung turun tangan dengan menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino pada 3 Oktober 2022. Menteri BUMN Erick Thohir pun bertemu langsung dengan Presiden FIFA di Doha, Qatar.

Pada 5 Oktober 2022, Presiden Jokowi memberikan kabar gembira dengan memastikan tak akan ada sanksi dari FIFA. Ia mengaku telah menerima surat yang diteken oleh Gianni Infantino. Menurut Presiden, FIFA berkomitmen akan bersama-sama dengan pemerintah Indonesia dalam melakukan transformasi sepak bola Indonesia.

Demikianlah penjelasan mengenai terjadinya Tragedi maut di Kanjuruhan. Tentu kita berharap tragedi serupa tak akan terjadi lagi kedepannya demi sepakbola Indonesia yang lebih baik.

Baca Juga

Anda mungkin suka