komunitas VVC Volkswagen Van Club, Sebuah Cerita Di Awal Tahun

Tikum Otomotif – Jika kita menyebut negara Jerman maka kita akan teringat dengan berbagai mobil produksi negara panser tersebut. Salah satunya adalah Volkswagen atau akrab di sebut VW oleh masyarakat Indonesia.

Berbagai tipe dari VW memiliki banyak penggemar setia di Indonesia, salah satunya adalah VW Combi. Pada edisi kali ini tikum.id akan membahas mengenai club otomotif Volkswagen yang sudah cukup “Senior” di Jakarta yaitu Volkswagen Van Club (VVC). Para member VVC umumnya menggunakan VW Combi produksi Jerman Barat dari tahun 1969 sampai 1979, dengan kapasitas mesin 1.600 – 2.000 cc

Sedikit kilas balik mengenai komunitas otomotif ini, VVC berdiri pada 13 Oktober 1981 di Jakarta, dan predikat sebagai Club VW tertua di Indonesia bukanlah sekedar Label. VVC sudah melalui berbagai rute perjalanan touring selama berdiri. Rute yang paling jauh yang pernah mereka lakukan adalah Jakarta – Sabang, Sabang – Jakarta pada bulan Desember 2017. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan karena mengingat VVC sudah masuk dalam kategori mobil Klasik namun performa mesin masih terawat dengan baik.

Di awal tahun 2020 VVC kembali beraksi dengan melakukan kegiatan touring menuju Pelabuhan Ratu , Sukabumi. Dengan judul weekender pelabuhan ratu, sekaligus hunting dan kuliner durian yang sedang musim berbuah di daerah Cikidang dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan ini sekaligus menyatakan bahwa “Never 2 old 2 Rock n Roll” itu nyata. Sekali anak otomotif tetap anak otomotif.

Rangkaian memulai perjalanan menuju tujuan di mulai pada tanggal 1- februari 2020 , terdiri dari 20 unit mobil VW Combi yang berangkat dari titik kumpul (tikum) di Rest Area Sentul Tol Jagorawi km 35, setelah sort briefing dan berdoa rangkaian kendaraan berbentuk roti tawar ini bergerak menuju Tol Bocimi dengan Road Captain (RC) Riry dengan Red Combinya.

Short-Briefing-dilanjutkan-dengan-Berdoa
lineup
Ready-to-rock-n-roll

Berikut cuplikan dari hasil reportase tikum.id mengenai kegiatan para Senior otomotif ini:

Sabtu pagi 1 Feb 2020 jam 8:00 WIB, saat hujan mengguyur dengan lebatnya, keheningan Tol Bocimi terusik dengan deru suara knalpot rombongan rangkaian 20 mobil roti tawar asal Negara Uber Alles lansiran tahun 1969-1979 melintas diatas nya.

Hujan/panas tidak akan pernah menyurutkan semangat para gaek duduk dibelakang kemudi tancap gas ‘touring tipis-tipis’ (red: istilah komunitas VVC, yang artinya touring jarak dekat) destinasi akhir Hotel Inna Samudra Pelabuhan Ratu, dengan tujuan Wisata Keluarga, Picnic Kulineran, Makan Durian, Rest and Relax, menurut Nano Uban sebagai Project Officer kegiatan ini.

-Irjen-Pol-Purn-Pamudji-kanan-Ketua-Umum-VVC

Lalulintas lancar sampai dengan exit Tol Cigombong 1. Anggota Komunitas ini tak pernah bosan-bosannya melihat keunikan rombongan konvoi Combi lawas ini.

Selepas exit tol Cigombong 1, rombongan lanjut berkonvoi menyusuri jalan arteri Cicurug mengarah ke Cibadak, pamandangan classic semerawut nya kendaraan umum angkot, kendaraan roda dua, pedagang kaki lima setiap memasuki daerah pasar tidaklah dapat dihindari, entah kapan kesadaran dan budaya tertib berlalu-lintas (tidak saling serobot/antri pada saat ada hambatan) para pengemudi itu dapat tercipta disana?

Tetapi itu semua tidak membuat para anggota VVC ini menyerah dalam memberikan contoh berlalu-lintas yang baik, dengan cara tetap antri pada rangkaian kemacetan, tidak mencoba menyerobot kendaraan didepanya, walaopun harus mengurut dada untuk bersabar melihat dan menjadi korban prilaku cara berkendara mereka.

Semoga saja kehadiran rombongan komunitas disana dapat memberikan contoh berlalu-lintas yang baik

Raya-Cicurug

Setelah berjibaku di kepadatan lalin cicurug – cibadak, pukul 10.00 tibalah rombongan di pertigaan Cibadak – Cikidang, RC membawa rangkaian membelok ke kanan menuju Cikidang, bak sehabis gelap terbitlah terang, pemadangan lalin yang cenderung sepi menjadi sangat asik dengan kondisi jalanan yang ber hotmix mulus, pemadangan sawah, perkebunan durian dengan buahnya menggantung dengan suburnya, perkebunan kelapa sawit yang rapi berjejer cukup menjadi obat pereda tensi yang mendidih kerana kesemerawutan lalin sebelumnya.

Suguhan perjalanan yang menanjak-menurun dengan kelok-kelok yang lumayan menantang membuat adrenalin terpompa, maklum ini kendaraan uzur dengan mesin relative ber CC kecil dibandingkan dengan bobot nya yang mendekati 2 ton, Radio Komunikasi di setiap kendaraan menjadikan fiture yang wajib disematkan, sehingga informasi kondisi lalin, jalan serta hambatan didepan dapat dilaporkan oleh RC, alih-alih kendaraan dibelakangnya dapat mengantisipasi dan mengambil keputusan dengan tepat, apakah kurangi kecepatan, pindahkan perseneling, ancang-ancang untuk sebuah tanjakan terjal dll.

Banyak club-club/komunitas VW lainnya bertanya-tanya, bahkan sudah menjadikan stempel ‘mobil-mobil VVC semuanya kenceng-keceng, kalo mobil loe ga fit, jangan coba-coba ikutan konvoi sama VVC deh, bisa-bisa jebol mesin loe’, faktanya tidak demikian, hamper semua mesin komunitas VVC ini merupakan mesin Standard 1600cc, bahkan dibebani oleh pendingin cabin AC. Sebetulnya Radio Komunikasi inilah yang berperan, sehingga semua peserta konvoi dapat terus menjaga kecepatan dengan aman, sekalipun pada lalin yang cenderung padat.

RC memegang peranan penting agar peserta dapat terus menjaga kecepatan dengan amannya.

Suguhan-Pemandangan-dan-Jalan-Penurun-Tensi

Memasuki pukul 11:30, diputuskan untuk beristirahat sejenak setelah 3,5jam dibelakang kemudi, maka semua romobongan berhenti dan istirahat di sebuah SPBU di jalan Cikidang Raya, sekaligus ber toilet dan rehat sejenak.

Rehat-Sejenak-menunggu-Waktu-Sholat-Zuhur

Pukul 12.30, setelah Sholat Zuhur, rombongan kembali shake down untuk menyelesaikan perjalanan ke Destinasi yang tinggal berjarak 33km, lanjutan pemandangan cantik semakin bertambah dengan mulainya terlihatnya hamparan laut dari atas bukit Cikidang, bahkan pemandangan tersebut dapat melupakan rasa lapar yang seharusnya sudah calling kerena waktu sudah memasuki pukul 1 siang.

Tepat pukul 1.30 siang rombongan roti tawar memasuki lapangan parkir hotel inna samudra, ini saat nya mak-mak VVC bertugas mepersiapkan makan siang yang berupa kumpulan dari semua makanan yang dibawa dari rumah untuk dimakan bersama di halaman belakang hotel.

Terima kasih kepada Management Inna Samudra yang telah memberikan ijin kepada kami untuk membawa makanan dari luar dan berpiknik sambil makan siang halaman belakang, poolside dan di private beach nya hotel.

Keceriaan-dan-kebersamaan-kental-terasa
Serasa-private-picnic

Selepas makan siang semua peserta disibukan dengan mengabadikan moment kebersamaan, terpancar keceriaan dari semua peserta, yang tua dan yang muda bahkan yang balita berbaur dalam suasana pantai dan beach garden 

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka