Komunitas Pecandu Buku Indonesia, Untuk yang Hobi Membaca Kumpul Di Sini!

Membaca buku adalah bukti hebatnya imajinasi membentuk ruang dan waktu, itulah yang dipercaya komunitas Pecandu Buku yang kreatif dan unik.

Komunitas Pecandu Buku

Tikum.id Komunitas Hobby – Membaca buku adalah bukti betapa hebatnya imajinasi kita membentuk ruang dan waktu, sebab itulah yang dipercaya komunitas Pecandu Buku yang kreatif dan unik.

<img data-lazyloaded=
(Library Café)

Buku adalah jendela dunia, dan kegiatan membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela tersebut agar kita bisa mengetahui lebih tentang dunia yang belum kita tahu sebelumnya. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh siapa saja, pria, wanita, anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang-orang yang telah berusia lanjut. Kebiasaan membaca berbagai jenis buku juga punya banyak manfaat untuk kita, selain mencerdaskan otak. Sebab, banyak ilmu pengetahuan yang akan membuka wawasan kita tentang budaya, ekonomi, eksakta, hukum, seni, sosial, dll.

Ada beberapa tips agar anda bisa menikmati membaca buku secara maksimal, berikut diantaranya:

  • Memilih waktu yang tepat untuk membaca buku, misalnya saat malam hari menjelang tidur.
  • Pastikan tujuan dari membaca buku yang kita pilih untuk mendapatkan hasil yang optimal, Sebab, seseorang yang membaca buku tanpa tujuan, itu sama saja dengan seorang pengembara yang tak tahu arah.
  • Sebelum membaca sebaiknya kita mengetahui gambaran besar tentang isi buku, hal tersebut akan mempermudah konsentrasi pada saat membaca.
  • Pilih tempat yang nyaman dan terang pada saat membaca buku, misalnya dengan duduk di coffee shop, taman, perpustakaan, Mall favorit.
  • Selalu atur jarak antara mata dengan buku, yaitu sekitar 25-30 cm.

Pada era digital saat ini, mungkin informasi dan bacaan sangat mudah kita dapatkan. Akan tetapi, dengan berkumpul bersama orang-orang yang juga punya kesamaan hobi membaca buku, kita bisa sekaligus bertukar pikiran, mendapatkan referensi tentang buku-buku bagus, hingga melebarkan jaringan pertemanan. Seperti sebuah komunitas Indonesia yang unik yaitu Pecandu Buku.

Pecandu Buku (PCB) resmi terbentuk pada 18 juli 2015, atas gagasan Fiersa Besari selaku Founder dan Co-founder Aulia Angesti yang berasal dari kota Bandung, Jawa Barat.

VISI KPB sangat sederhana namun berkmana, yaitu menyebarkan ‘virus’ membaca kepada masyarakat.

MISI KPB adalah untuk membuat kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Literasi dan sastra agar masyarakat ‘Melek’ dan sadar literasi. Salah satunya adalah membuat ulasan buku di sosial media secara konsisten.

<img data-lazyloaded=

Komunitas PCB berawal dari keresahan terhadap budaya membaca buku yang semakin memprihatinkan di era digital ini. Oleh karenanya, dibentuklah sebuah wadah untuk bisa mengembalikan kebiasaan positif tersebut. Ide itu diwujudkan dengan sebuah komunitas yang memiliki visi menyebarkan virus membaca di kalangan anak muda di seluruh Nusantara pada khususnya, serta turut andil untuk mencerdaskan sesama pada umumnya.

Sejak terbentuk PCB tidak pernah membuat struktur resmi komunitas, karena komunitas ini bukan organisasi komersil, jadi tidak ada susunan pengurus dan hanya tim Admin.

Komunitas ini sudah punya members 300 orang lebih, yang tersebar di berbagai kota dan luar negeri seperti: Jakarta, Surabaya, Makassar, Aceh, Manado, Padang, Purwokerto, Purwakarta, Bandar Lampung, Yogyakarta, Semarang, Filipina.

Latar belakang para members komunitas terdiri dari berbagai usia dan profesi baik pria dan wanita. Mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, seniman, hingga ibu rumah tangga. Sangat beragam dan bervariasi.

Kami bertanya kepada perwakilan komunitas, apa yang menjadi ciri khas komunitas pecandu buku? Dan jawabannya adalah “Komunitas ini memang berkonsep digital dari sebelum era pandemic Covid-19, Jadi semua kegiatan yang kami lakukan sebagian besar memang berbasis digital. karena itulah para anggota kami banyak tersebar di segala penjuru Indonesia. Dan dari berbagai jenis buku, jenis yang sering kami jadikan studi atau diskusi kebanyakan adalah buku-buku fiksi.”

<img data-lazyloaded=

PCB punya berbagai kegiatan komunitas di periode mingguan dan bulanan. Mulai dari mengulas buku-buku lama atau baru pada periode mingguan.sedangkan untuk periode bulanan memang jarang di agendakan, namun hanya berdasarkan kolaborasi antar komunitas-komunitas lain yang ingin bersinergi. Lalu untuk periode tahunan, PCB kerap mengadakan event surat untuk februari. Ini adalah sebuah kegiatan seperti lomba menulis, yang kemudian foto dan caption para peserta akan di post pada Instagram PCB dan pemenang berhak mendapatkan hadiah.

Setiap tahun biasanya punya tema yang berbeda-beda, kalian dapat melihat di akun Instagram komunitas dengan menyertakan tagar #suratuntukfebruari/#suf2020).

Selain kegiatan daring, PCB juga melakukan kegiatan-kegiatan luar jaringan. Kegiatan daring meliputi diskusi di grup aplikasi Line yang sekarang mulai kami pindahkan ke grup WhatsApp, seminar daring, atau program mingguan seperti rekomendasi buku dari admin dan anggota yang bisa dicek melalui media sosial PCB.

Kegiatan luar jaringan tidak kalah beragam. Sebelum pandemi, beberapa regional lumayan aktif mengadakan ‘Perpustakaan Jalanan’ atau ‘Lapak Baca Gratis’ yang dipusatkan di beberapa titik keramaian di kota mereka, seperti area Car Free Day (CFD) atau kawasan kampus. Selain itu, beberapa tahun terakhir PCB punya kegiatan tahunan, yaitu Surat untuk Februari dan acara daring-luring saat ulang tahun PCB bulan Juli.

<img data-lazyloaded=
<img data-lazyloaded=
<img data-lazyloaded=
<img data-lazyloaded=

Sumber literasi untuk diskusi dan pembelajaran banyak menggunakan referensi beberapa judul buku. Sebagai contoh, inilah berbagai judul buku yang pertama kali mereka unggah pada akun Instagram @pecandubuku:

  1. Madilog oleh Tan Malaka
  2. The Cuckoo’s Calling (Dekut Burung Kukuk) oleh Robert Galbraith
  3. Sam Kok: Kisah Tiga Kerajaan oleh San Guo Yan Yi (Penulis ulang modern: Yongkie Angkawijaya)
  4. Westerling: Kudeta yang Gagal oleh Petrik Matanasi
  5. Malam Terakhir oleh Leila S. Chudori
  6. Hoegeng: Oase Menyejukkan di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa oleh Aris Santoso, dkk.
  7. A Friend Like Henry (Sahabatku Henry) oleh Nuala Gardner
  8. Jakarta: Sebuah Novel oleh Christophe Dorigné-Thomson
  9. Renungan Kloset: dari Cengkeh sampai Utrecht oleh Rieke Diah Pitaloka
  10. The Silkworm (Ulat Sutra) oleh Robert Galbraith

Bagaimana Sobat Tikum, menarik bukan komunitas Pecandu Buku? Apakah anda gemar membaca? Jika anda tertarik untuk bergabung menjadi members pada PCB caranya sangat mudah. Silahkan mengirimkan ulasan buku yang apa pun yang sudah anda baca, lalu informasi selengkapnya bisa hubungi Narahubung mereka untuk proses selanjutnya. Atau silahkan meluncur ke beberapa sosial media resmi PCB yaitu Instagram @pecandubuku, Twitter @pecandu_buku, Facebook Pecandu Buku, YouTube Pecandu Buku.

Kegiatan membaca sangat asyik dan punya banyak manfaat, dan jika generasi muda tidak suka baca buku dan lebih memilih gawai, pastinya akan berpengaruh pada masa depan kita sendiri dan kemajuan bangsa Indonesia. karena kita akan kesulitan dalam bersaing mendapatkan pekerjaan impian dengan orang-orang yang rajin membaca buku dan punya banyak pengetahuan.

Yuk, mulai sekarang biasakan membaca sedikit demi sedikit. Selamat membaca Sobat Tikum.

“Books are like mirrors: if a fool looks in, you cannot expect a genius to look out.”

J.K. Rowling
Anda mungkin suka