Pearl Jam Indonesia (PJID), Komunitas Musik Penggemar Band Pearl Jam

Pearl Jam Indonesia

Tikum.id MusicPearl Jam merupakan band iconic pada era tahun 90an dengan aliran Grunge, pengaruh musik mereka sangat besar di Indonesia sehingga terlahirlah komunitas Pearl Jam Indonesia.

<img data-lazyloaded=
(Pearl Jam)

Pearl Jam terbentuk pada tahun 1990 di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Mereka adalah salah satu kelompok musik rock yang paling berhasil pada era 1990an sekaligus salah satu pelopor musik ‘GRUNGE’ dan dianggap salah satu dari empat besar grup band ‘Seattle Sound’ bersama dengan Alice in Chains, Nirvana, dan Soundgarden.

Formasi awal band terdiri dari Eddie Vedder, Mike McCready, Stone Gossard, Jeff Ament, dan Dave Krusen. Namun, seiring waktu band ini juga sudah mengalami pergantian pesonil beberapa kali. Sepanjang karir bermusik, band ini sudah menghasilkan 11 album studio dari tahun 1991 yang punya banyak Hits terkenal seperti: Black, Better Man, Daughter, Jeremy, Even Flow, Last Kiss, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, sederet penghargaan musik internasional juga turut membuktikan bahwa band ini patut diperhitungkan. Beberapa penghargaan yang pernah diraih Pearl Jam yaitu Grammy Awards, American Music Awards, MTV Video Music Awards, Esky Music Awards.

Sang Vokalis Eddie Vedder sebagai seorang ‘Frontman’ band dikenal karena vokal baritonnya yang kuat. Dia menduduki peringkat nomor 7 dalam daftar “Penyanyi utama terbaik sepanjang masa”, berdasarkan jajak pendapat pembaca yang disusun oleh majalah Rolling Stone. Nyanyian Vedder benar-benar bersinar dan membuktikan bahwa ‘suara’ adalah salah satu kekuatan paling kuat yang dimiliki sebuah grup musik.

Masih banyak hal yang rasanya tidak habis jika membicarakn Pearl Jam. Lalu seperti apa pengaruh band ini di Indonesia? jawabannya tentu sangat besar, hal ini bisa dibuktikan dari sebuah komunitas penggemar Pearl Jam yaitu Komunitas Pearl Jam Indonesia.

Secara resmi Pearl Jam Indonesia (PJID) memang tidak pernah melakukan sebuah Deklarasi terbentuknya komunitas. Namun, secara spesifik mengenai kapan PJID diresmikan, menggunakan nama PJID, dan menggunakan simbol komunitas adalah pada tanggal 5 September 2005.

<img data-lazyloaded=
(Pearl Jam Indonesia)

Peristiwa itu juga bersamaan dengan gelaran Pearl Jam Nite di sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta. PJID sendiri adalah ‘amalgamasi’ dari berbagai kelompok penggemar yang Sebagian pada saat itu adalah mailing list Ten Club Indonesia dan Selai Mutiara.

VISI terbentuknya PJID adalah ingin menunjukkan kepada Band Pearl Jam dan masyarakat, bahwa band tersebut mempunyai basis penggemar yang besar di Indonesia.

MISI PJID adalah menjadi wadah penggemar Pearl Jam dan untuk mewujudkan mimpi mengundang Band itu untuk bisa mengadakan konser di Indonesia dan menonton konsernya bagi para penggemar mereka yang ada di Indonesia. Selain itu, PJID ingin menjadi komunitas yang bisa mempertemukan orang-orang dengan ketertarikan yang sama untuk berlanjut ke hubungan pertemanan yang akrab.

Dari awal kami komunitas ini kolektif inklusif, jadi tidak ada personil khusus yang menjadi founders. Ten Club Indonesia dan Selai Mutiara sendiri sudah aktif sebagai wadah penggemar (berbentuk mailing list) sejak tahun 2001. Jadi jika ditanya siapa pendiri atau lebih tepatnya pionir komunitas ini, tentu saja berasal dari anggota mailing list.

Pada jamannya, mailing list adalah sebuah forum diskusi online tentang berbagai hal yang diminati sekelompok orang. Dalam hal ini tentu saja musik yang diprakarsai oleh Ten Club Indonesia dan Selai Mutiara sejak tahun 2001. Sejak awal dibentuk, PJID murni sebuah komunitas penggemar musik, jadi bukan organisasi. Sehingga mereka tidak memiliki sebuah struktur organisasi seperti ketua dan formatur. PJID adalah komunitas kolektif-inklusif, di mana anggotanya sudah cukup dewasa yang memang mayoritas adalah generasi 90-an.

<img data-lazyloaded=

Latar belakang members komunitas juga sangat beragam, begitu juga dengan kelas sosial-ekonominya. Baik dari sisi gender, usia, dan profesi. Bahkan, ada beberapa publik figur Indonesia yang juga fans dari Pearl Jam. Mulai dari pegawai kantoran, pedagang, pekerja kreatif, hingga ke buruh pabrik. Usia mayoritasnya tentu saja dari mereka yang ‘happening’ di dekade 1990-an. Namun, ada juga members yang mengalami ‘grunge revivalisme’ di dekade tahun 2010 yang saat ini masih berusia 25-35 tahun.

Kami sempat bertanya kepada perwakilan komunitas tentang kenapa menggemari Pearl Jam dan apa ciri khas dan yang membedakan komunitas ini? dan jawaban Bro Hilman adalah, “Kami besar rata-rata di era yang sama. Ketika saat itu Vokali Pearl Jam, Eddie Vedder adalah Raja. Walau banyak motif-motif menggemari Pearl Jam yang berbeda-beda, namun garis pengikat paling besar tentu saja musik mereka yang beresonansi dan menjadi bagian hidup kami. Sisanya ada yang mungkin senang penampilan Vedder, suara baritonnya, atau bahkan aktivismenya. Ada pula yang senang dengan Pearl Jam karena mereka menjalankan bisnis musik dengan sangat baik.”

Hilman menambahkan, “Hal yang unik tentu saja kami menggemari Pearl Jam yang adalah grup band besar Grunge di era 90an, mungkin itulah pembeda tegasnya. Akan tetapi kebangan lain adalah essensi dari berkomunitas di PJID. Karena dari sebuah kesamaan ini terjalinlah berbagai kolaborasi dan hubungan seperti pernikahan, bisnis, kerja sama kreatif, dan lain-lain.” Pungkas Hilman.

Sejak komunitas terbentuk, tidak ada catatan khusus mengenai berapa jumlah anggota. Beberapa upaya tercatat untuk mendapatkan statistik ini antara lain melalui petisi untuk memanggungkan Pearl Jam di Indonesia dan sudah mencapai 7.000 lebih partisipan.

Hal ini berdasarkan catatan yang mendekati data jumlah anggota dari grup Facebook resmi komunitas yang juga sebagai wadah eksis faktual saat ini. Selain berbasis di kota Jakarta, Bandung menjadi wilayah kedua yang menyumbang basis massa untuk komunitas PJDI. Di luar kota sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Dan sisanya merata meski mayoritas masih di pulau Jawa.

PJID punya berbagai kegiatan rutin sebelum era pandemic Covid-19 melanda Indonesia. seperti event musik tahunan yaitu Pearl Jam Nite. Sepanjang komunitas berdiri, kegiatan ini sudah sebanyak 11 kali diselenggarakan. Hal ini juga menjadi sebuah titik kumpul komunitas yang dinanti.
Di sela-sela kegiatan tahunan tersebut, agenda kegiatan lain yang lebih organic terdiri dari nonton bareng film di bioskop, acara akustikan, jamming di studio musik, dan lain-lain.

<img data-lazyloaded=
<img data-lazyloaded=
Pearl Jam Indonesia Komunitas 4
<img data-lazyloaded=
(Fadly Vocalis PADI Reborn)

Banyak pengamat musik berpendapat bahwa musik Pearl Jam banyak dipengaruhi berbagai band Rock lain, seperti The Who, Led Zeppelin, Neil Young, Kiss dan The Ramones. Bagi kami di Redaksi musikalitas dan warna musik mereka sangat luar biasa. Jadi wajar sekali jika band ini akhirnya terpilih untuk dilantik ke dalam Rock & Roll Hall of Fame, pada tahun pertama kelayakan mereka pada tahun 2016.

Bagaimana sobat tikum, keren dan penuh filosofi bukan komunitas penggemar Pearl Jam ini? apakah anda juga fans dari Pearl Jam? Jika anda tertarik bergabung kedalam PJID caranya sangat mudah.
PJID adalah komunitas kolektif-inklusif, tidak ada urusan administrasi dan membership di sini.

Namun, anda dapat bergabung kedalam nukleus-nukleus kecil dalam WhatsApp group, Facebook Page Pearl Jam Indonesia dan Instagram @pearljam.indonesia yang dikelola oleh tim admin komunitas untuk saling berkenalan dan berdiskusi seputar pengetahun musik dan band Pearl Jam.

Semoga harapan PJID untuk mengundang Pearl Jam agar bisa datang dan melakukan konser di tanah air dapat segera terwujud. Selamat mencoba dan bergabung bagi anda Pearl Jam Fans di seluruh Indonesia!

“The best revenge is to live on and prove yourself.”

Eddie Vedder
Anda mungkin suka