Komunitas Musik Alliance Violin Community Indonesia

Tikum Music – Sudah lama kami tidak menampilkan cerita tentang seni dan musik, dan pada kesempatan ini kami senang bisa memperkenalkan sisi lain dari sebuah alat musik bernama Biola.

Dilansir dari majalahpraise.com, menurut catatan kuno pada 5.000 tahun yang lalu cikal bakal alat musik biola berasal dari bangsa Aria di India. Dan pada saat itu Raja Ravana dari negara Sri Langka telah menciptakan alat musik yang menggunakan senar busur yakni Ravanastron. Hingga kemudian pada awal abad ke 1, Ravanastron menyebar sampai ke Afghanistan dan Persia.

Beberapa sumber sejarah juga mencatat bahwa alat musik gesek Biola pertama kali diperkenalkan di Itali, kota Turin pada tahun 1523. Bentuk biola tersebut dipajang dalam bentuk patung atau sculpture “malaikat kecil bermain biola” di sebuah gereja di Vercelli.

Biola pertama itu terdiri dari 3 senar, dan sejak tahun 1540 biola mempunyai 4 senar dengan bentuk yang tidak terlalu berbeda dengan biola sekarang. Jenis biola tersebut berasal dari daerah Italia bagian utara. Oleh karena itu pembuat biola yang terkenal adalah dari Itali, seperti  Andrea Amati, Nicola Amati, Gasparo da Salo, Guarnerius del Gesu, dan Antonio Stradivari.

Saat ini biola tidak hanya ada dalam pagelaran musik orchestra, namun sudah eksis dalam seni pertunjukan modern. Bagaimana perkembangan biola saat ini di Indonesia ? mari kita berkenalan dengan komunitas musik Alliance Violin Community.

Alliance-Violin-Community-Indonesia 2

Alliance Violin Community (AVC) berdiri pada tahun 2009 dengan nama awal ‘Autodidact Violin Community’, Depok, Jawa Barat. Namun, pada tanggal 1 Januari 2010 akhirnya resmi berganti nama menjadi seperti sekarang. AVC tidak hanya di kota Depok, dan sudah terdapat di kota Bandung yang resmi berdiri pada tanggal 28 Oktober 2013.

AVC didirikan oleh Teguh Iwan Kuncoro, atau akrab dikenal sebagai Wando Pirastro. Sejak awal cita-cita Wando adalah memupus padangan sosial bahwa siapapun bisa belajar bermain alat musik biola, tidak perduli dia kaya ataupun miskin. Meski begitu Wando dan Wisnu (kawan beliau) mulai merasa kesulitan dalam pengajaran level teori, mengingat mereka juga berangkat mempelajari biola tanpa dasar teori yang mumpuni.

Alliance-Violin-Community-Indonesia 3
(Pendiri AVC Depok)

Hingga akhirnya Wando bertemu dengan kawan lamanya yang bernama Yudi Cakra, seorang kontributor di Komunitas Taman Seni Indonesia (KOTASENI) Taman Suropati, Jakarta untuk meminta nasihat dan bantuan untuk berbagi di komunitas biola depok di level teknis dan teori.

Visi AVC Depok adalah untuk mengharumkan nama kota Depok dan mencerdaskan bangsa dengan menggali sumber daya mandiri.

Sedangkan MIsi AVC, ingin mewujudkan keterampilan musik melalui wadah komunitas, tampil dalam berbagai acara lokal serta internasional dengan membawa nama AVC Depok, memberikan pengajaran tentang musik terutama alat musik gesek dan menumbuh kembangkan rasa kebersamaan juga kekeluargaan.

Ketua AVC saat ini dipegang langsung dengan pendirinya yaitu mas Wando, dengan dibantu beberapa staff yaitu : Bagaskara Adjie, Eka Wahyu Prasetyo, Syahda Gema Vidya, Dea Dania, Dail Anwi dan Monica H Mei Siagian.

Jika anda bertanya siapa dan seperti apa anggota dari komunitas ini ? maka jawabannya adalah AVC terbuka untuk semua latar belakang. Mulai dari profesi pelajar, karyawan swasta, pegawai negeri dan wirausaha juga ada di AVC. Mulai dari usia dini (minimal 5 tahun) hingga usia senior juga bisa belajar di AVC.

Sebab bagi AVC komunitas adalah wadah masyarakat dan perlu diingat bahwa komunitas bukan tempat untuk mengekang anggotanya. Hingga saat ini total anggota yang berada di AVC Depok sebanyak 50 orang. 

Alliance-Violin-Community-Indonesia 4
Alliance-Violin-Community-Indonesia 5

Salah satu keunikan dan perbedaan dari AVC Depok adalah mereka komunitas yang selalu rendah hati dan berani untuk maju. Mau belajar secara kelompok, mempelajari praktek dengan menyemangati satu sama lain, memegang teguh kesederhanaan dan keseimbangan.

Situasi pandemi covid-19 ini menjadi sebuah tantangan bagi mereka. Selama masa karantina mereka sempat melakukan kegiatan belajar mengajar melalui daring. Setelah mulai diizinkan untuk berkegiatan kembali AVC melakukan latihan tatap muka langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seperti setiap anggota wajib menggunakan masker, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah latihan dan juga tetap menjaga jarak dengan anggota lain. 

Latihan merupakan proses utama dalam komunitas, konser merupakan sebuah laporan atas latihan teman-teman AVC. Selain latihan AVC turut serta dalam melakukan kegiatan lain yang bersifat positif seperti bakti sosial. Di komunitas ini siapapun yang berada di daerah Jabodetabek, Bandung dan Lampung bisa berkumpul untuk belajar biola, viola, cello dan gitar.

Setelah beberapa kali berpindah-pindah tempat latihan, kini tempat latihan AVC Depok berada di Depok Town Square, Blok FS lantai 1. Waktu latihan yaitu hari Sabtu atau Minggu. Pada masa pandemi kami tetap menjaga jarak dan mengikuti protokol kesehatan dalam melaksanakan proses latihan. Tidak ada batasan usia untuk bergabung, namun wajib memiliki alat musik yang ingin dipelajari.

Alliance-Violin-Community-Indonesia 6
Alliance-Violin-Community-Indonesia 7

tikum.id mengajak para Netizen untuk bergabung dan belajar mengenal biola bersama AVC, silahkan anda menghubungi beberapa akun sosial media resmi mereka dibawah ini.

Instagram : @avcdepok
Twitter : @AVCDepok

Sukses selalu untuk komunitas musik Alliance Violin Community, Teruslah berkarya dan melahirkan talenta baru seniman biola profesional di seluruh Indonesia.

“When you play a violin piece, you are a storyteller, and you’re telling a story.” 
Joshua Bell

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka