Komunitas JOC, Jakarta Osoji Club. Peduli Lingkungan Dan Kebersihan

Tikum Organisasi – Berdasarkan teori Prof. Dr. Henrik L. Blum yang juga pakar administrasi kesehatan dan perencanaan dari Universitas Berkeley, California. derajat kesehatan masyarakat ditentukan oleh 40 persen faktor lingkungan, 30 persen faktor perilaku, 20 persen faktor pelayanan kesehatan, dan 10 persen faktor genetika. Jadi terbayang bukan bahwa kebersihan lingkungan punya pengaruh besar dalam kehidupan.

Namun, dengan meningkatnya jumlah penduduk serta kebutuhan hidup yang semakin meningkat ternyata menjadi pemicu semakin banyaknya sampah. Berdasarkan World Population Review 2021, para ilmuan dari Universitas Yale dan Universitas Columbia yang bekerja sama dengan Forum Ekonomi Dunia berhasil mencatatkan negara-negara yang paling bersih di dunia.

Pengukuran tingkat kebersihan dan keramahan lingkungan ini mensurvey lebih dari 180 negara di seluruh dunia dengan mengukur The Environmental Performance Index (EPI) dengan 24 indikator kinerja di sepuluh kategori yang mencakup kesehatan lingkungan dan vitalitas ekosistem yang meliputi kualitas udara, air dan sanitasi, keanekaragaman hayati, serta keberlanjutan.

inilah daftar 10 negara terbersih di dunia tahun 2021

  1. Denmark
  2. Luksemburg
  3. Swiss
  4. Inggris
  5. Prancis
  6. Austria
  7. Finlandia
  8. Swedia
  9. Norwegia
  10. Jerman

Lalu bagaimana di Indonesia? apakah kita juga bisa mendapatkan predikat negara terbersih?
Semua itu mungkin terjadi, jika seluruh elemen masyarakat mengerti akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan punya kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini sudah dilakukan oleh sebuah komunitas Indonesia yaitu Jakarta Osoji Club.

Komunitas Jakarta Osoji Club (JOC) berdiri pada tanggal 29 April 2012. Perkumpulan ini berdiri atas inisiatif dari Tsuyoshi Ashida, seorang expat asal Jepang. Berawal dari sebuah artikel ‘Flame Tree’ di Jakarta Shinbun edisi 7 April 2012, founder JOC yang merupakan expatriat jepang yang prihatin melihat kota Jakarta yang banyak sampah, beliau berinisiatif mengajak expatriat Jepang yg bekerja dan tinggal di Jakarta melakukan kegiatan petik sampah di sekitar Ring Road Gelora Bung Karno Senayan, hingga akhirnya tanggal itu 29 April ditetapkan sebagai hari berdirinya JOC dan diketuai oleh Bapak Faiz M Amrulloh, ST, MM

(Ketua Jakarta Osoji Club)

Organisasi Nirlaba ini punya Visi dan Misi yaitu:

  • VISI dari JOC adalah untuk mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan dan mengedukasi masyarakat untuk ‘Malu Buang Sampah Sembarangan.’
  • MISI JOC ingin turut aktif dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan, memberikan pengetahuan seputar jenis-jenis sampah, berkerjasama dengan berbagai instansi baik pemerintahan dan swasta dalam kegiatan lingkungan hidup.

Kami bertanya kepada Ketua JOC apa yang menjadi ciri khas dan membedakan kelompok ini dengan LSM lain?
Faiz menjawab “Kami lebih mengedukasi kepada masyarakat Indonesia akan pentingnya budaya ‘malu buang sampah sembarangan.

Faiz menambahkan “Kami menyebut ‘petik sampah’ sebagai suatu kegiatan nyata memungut sampah di pusat keramaian, agar masyarakat sadar bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak baik.”

Mari kita lihat seperti apa latar belakang para members di Komunitas Jakarta Osoji Club (JOC) . Para anggota komunitas terdiri dari berbagai genre, usia dan profesi seperti Pelajar, Mahasiswa, Profesional berbagai bidang, Guru, Pekerja Swasta sampai Pegawai Negeri Sipil.

Pada dasarnya organisasi ini terbuka untuk semua kalangan, bahkan terkadang beberapa anggota juga sering membawa anak-anak mereka yang masih balita dalam berkegiatan.

Sejak terbentuk hingga sekarang, jumlah anggota JOC berdasarkan aplikasi WhatsApp Grup sudah mencapai 150 orang. Tidak sampai disitu, Jakarta Osoji Club juga berhasil menginspirasi Osoji di berbagai kota di Indonesia seperti: Medan Osoji Club, Banyuwangi Osohi Club, Lampung Osoji Club, Palembang Osoji Club, Surabaya Osoji Club, Bogor Osoji Club, dan di beberapa kota lainnya yaitu Bulukumba dan Malang.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia kehadiran para anggota dalam kegiatan rutin per 2 minggu sebelum pandemi bisa mencapai ratusan orang. Bahkan, JOC juga aktif hadir sebagai Narasumber di berbagai sekolah dan kampus. Berikut beberapa kegiatan JOC pada Car Free Day Jakarta.

  1. Jak Japan Matsuri
  2. Ennichisai
  3. Hari Peduli Sampah Nasional
  4. Jakarta Clean Up Day
  5. Hari Bersih Indonesia
  6. Bakti Sosial untuk anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu
  7. Wawancara Media untuk kampanye ‘Malu Buang Sampah Sembarangan’
Jakarta Osoji Club, Komunitas Peduli Lingkungan Dan Kebersihan

Wah, seru dan menarik ya kegiatan komunitas ini. Jika Anda tertarik untuk ikut dalam kegiatan Mereka, jangan ragu untuk bergabung. Siapa pun boleh datang dan langsung ikut kegiatan mereka.

Untuk informasi selengkapnya tentang jadwal kegiatan dapat dilihat melalui akun resmi sosial media instagram JOC @jakartaosojiclub

Alangkah indahnya jika Indonesia selalu terjaga kebersihannya oleh kita sendiri. Karena cinta akan kebersihan adalah wujud cinta negara.

Yuk budayakan ‘Malu Buang Sampah Sembarangan’ dalam diri Kita, agar alam kita semakin bersih dan asri sehingga pariwisata Indonesia semakin bersinar di dunia internasional.

Salam Lestari.

We won’t have a society if we destroy the environment.

Margaret Mead
Anda mungkin suka