Komunitas Iron Buffalo Solo, Klub Otomotif Penggemar Motor Antik

Komunitas Iron Buffalo adalah klub otomotif motor Antik asal kota Solo. Simak kisah dan keseruan Motorcycle Club Jawa Tengah ini selengkapnya disini.

Tikum.id Motor – Komunitas Iron Buffalo adalah klub otomotif motor Antik asal kota Solo. Simak kisah dan keseruan Motorcycle Club Jawa Tengah ini selengkapnya disini.

<img fetchpriority=

Motor antik adalah motor yang usianya sudah di atas 30 tahun. Banyak organisasi sepeda motor ternama bahkan menyatakan bahwa sepeda antik harus sudah diproduksi sebelum tahun 1975 agar dianggap benar-benar ‘vintage’.

Brand motor antik Eropa dan Amerika jumlahnya memang sudah terbatas dan termasuk langka, akan tetapi motor antik nyatanya masih eksis dan tetap istimewa bagi masyarakat Indonesia. Sebut saja beberapa merk yang masih ‘berseliweran’ di jalanan berbagai kota di Indonesia seperti BSA, DKW, Indian, Norton dan Zundapp. Bentuknya memang motor lawas, tetapi pesonanya tetap membekas!

Ada cara yang menyenangkan untuk menikmati motor antik, salah satunya adalah dengan bergabung dengan komunitas atau klub yang sama-sama menggemari motor antik. Selain menambah wawasan, Anda juga bisa mendapatkan banyak tips dan trik dari para senior dan kolektor dalam merawat tunggangan antik ini agar tetap prima saat jalan-jalan atau turing. Untuk itu mari kita mengenal klub motor antik asal Solo yaitu Iron Buffalo MC

Iron Buffalo (IB) resmi terbentuk pada tahun 1994 di kota Surakarta, Jawa Tengah, atas inisiasi 12 orang dewan pendiri yang juga bikers motor antik. Dan saat ini Iron Buffalo diketuai oleh Thomas Suryo.

<img loading=
(Ketua Iron Buffalo)

VISI dari Klub adalah ingin melestarikan motor antic melalui hobi bermotor dan persaudaran, sekaligus sebagai sebuah gerakan budaya yang bertujuan mengajak dan mengedukasi para pengguna motor untuk santun dan taat aturan lalu lintas.

MISI Iron Buffalo adalah ingin menjadi klub otomotif yang solid dalam menyalurkan hobi, serta turut peduli antar sesama members dan masyarakat sekitar.

Kami bertanya kepada perwakilan IB tentang apa yang menjadi ciri khas klub motor ini? Jawabannya dari Erwin selaku pengurus klub adalah “Kami punya ciri khas yaitu pada lambang berbentuk Kerbau Besi menggunakan helm, yang merupakan manifestasi Kerbau Kyai Slamet yang menjadi ciri khas dari kota Solo”.

Selain itu, pada klub ini kami juga tidak mengkhususkan brand motor tertentu, asalkan sesuai dengan spesifikasi dan syarat klub, sebab siapa saja yang hobi bermotor di area Solo dan sekitarnya boleh untuk bergabung dalam persaudaran motor antik ini”. Pungkas Erwin.

<img loading=

Sejak IB berdiri jumlah anggota mereka sudah sebanyak 150 orang, dengan latar belakang yang beragam, mulai dari usia 20-70 tahun dengan profesi seperti Guru, Hakim, Mahasiswa, Pegawai Swasta, Wirausahawan, dll.

Kegiatan rutin klub banyak berfokus pada sunday morning ride, selain itu mereka juga aktif menghadiri berbagai event otomotif roda 2, Jambore Nasional, bakti sosial, dan touring. kegiatan turing terjauh yang pernah dilakukan klub atau perwakilan members sudah mencapai berbagai kota Indonesia seperti Manado, Larantuka, Lampung dan Serawak.

Bagaimana Sobat tikum, keren dan menarik bukan komunitas motor antik ini. Jika Anda adalah warga Jawa Tengah dan sekitarnya ingin bergabung dalam klub ini syaratnya sangat mudah.

Anda cukup punya minimal 1-unit motor Eropa atau Amerika yang berusia lebih dari 30 tahun, dan tidak ada Batasan dalam ukuran cc motor, semua tipe mesin motor boleh untuk bergabung.

Silahkan juga untuk mampir ke halaman sosial media Instagram @ironbuffalobikes untuk proses pendaftaran.

Secara finansial, dalam merestorasi sebuah motor tua kemungkinan biayanya bisa sama dengan membeli motor baru. Namun, bagi para penghobi otomotif memperbaiki motor antik adalah pekerjaan yang menantang dan menggiurkan. Hanya saja wajib diingat, bahwa merestorasi motor antik memerlukan kesabaran, waktu dan sejumlah uang agar bisa mengembalikan kondisi kendaraan ini pada masa kejayaannya. Selamat mencoba.

“Driving a motorcycle is like flying. All your senses are alive”

Hugh Laurie
Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.