Klub Sepakbola Legendaris Indonesia yang Kini Tinggal Nama

Tikum.id Bola – Sepak bola nasional pernah memiliki banyak klub hebat. Berikut beberapa klub legendaris Indonesia yang telah tergerus oleh zaman.

Sepak bola Indonesia pernah memiliki klub-klub tangguh yang bisa dibilang cukup legendaris. Klub-klub tersebut bermain di Liga Sepak Bola Utama (Galatama). Galatama sendiri merupakan kompetisi bola semiprofesional pada 1979 yang diselenggarakan oleh PSSI.

Pada 1994, Galatama akhirnya dibubarkan dan diganti menjadi Liga Indonesia. Bubarnya Galatama juga berimbas pada bubarnya banyak klub. Hanya sedikit yang mampu bertahan dan akhirnya memutuskan untuk mengganti nama. Berikut adalah beberapa klub bola Indonesia yang sudah bubar.

1. Pardedetex

<img data-lazyloaded=

Pardedetex merupakan klub asal Sumatra Utara yang didirikan oleh TD Pardede. Saat itu, Pardedetex termasuk klub paling kaya di Galatama. Pasalnya, mereka mampu merekrut pemain dari Brasil, yakni Jairo Matos. Pardedetex juga mampu mendatangkan bintang sepak bola Indonesia lainnya yang populer pada 1970-an. Di antaranya adalah Chaerul Chan, Zulham Effendi, Abdul Kadir, dan masih banyak lagi. Kotornya kompetisi membuat Pardedetex makin memble. Bahkan tak jarang laga yang dijalani klub tersebut menjadi lahan judi. Pada akhirnya, Pardedetex dibubarkan oleh TD Pardede pada 1984.

2. Krama Yudha Tiga Berlian

Krama Yudha Tiga Berlian (KTB Palembang) berasal dari Palembang, Sumatra Selatang. Klub satu ini juga termasuk klub yang kaya. Sebab, KTB didirikan oleh distributor resmi Mitsubishi, yakni PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor Palembang.

KTB pernah menjuarai Galatama sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1985 dan 1986. Klub ini juga pernah diperkuat oleh Bambang Nurdiansyah, pemain legendaris Indonesia yang membawa KTB menjuarai Galatama. Pamor KTB mulai redup karena masalah finansial. Pada akhirnya, KTB memutuskan untuk membubarkan diri pada 1991 setelah pemiliknya selesai melunasi gaji seluruh pemainnya.

3. Niac Mitra

<img data-lazyloaded=

Klub asal Surabaya ini pernah menjadi klub raksasa di Galatama. Klub yang didirikan oleh Alexander Wenas ini pernah menjuarai Galatama sebanyak tiga kali. Tepatnya pada laga musim 1980/1982, 1982/1983, dan musim 1987/1988.

Di kancah internasional, Niac Mitra pernah bertemu Arsenal di laga persahabatan pada 1983. Karena masalah finansial, Niac Mitra akhirnya dibubarkan pada 1991. Delapan tahun kemudian, klub ini dibeli oleh H. Sulaiman HB dan hijrah ke Palangkaraya menjadi klub Mitra Kalteng Putra (MKP).

MKP kemudian dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara pada 2003. Namanya berubah menjadi Mitra Kukar dan klub ini masih eksis di Liga 2 Indonesia.

4. Warna Agung

Klub asal Jakarta ini termasuk salah satu klub tangguh di era 1970-an. Didirikan oleh Benny Mulyono, Warna Agung berhasil menjadi juara Galatama musim pertama, yakni pada 1979/1980.

Warna Agung juga menjadi klub yang melahirkan beberapa pemain bintang Indonesia. Di antaranya adalah Widodo Cahyono Putro, Ronny Pattinasarany, dan Rully Nere. Klub ini bahkan mampu merekrut pelatih top seperti Harry Tjong dan Endang Witarsa. Namun pada 1995, Warna Agung harus bubar karena adanya faktor internal. Diduga pelatih Warna Agung, Endang Witarsa, memilih mengundurkan diri setelah menolak praktik suap yang tumbuh subur di Galatama.

5. Arseto Solo

Arseto Solo pernah menjadi klub kebanggaan Kota Solo. Didirikan oleh Sigit Harjojudanto pada 1978, klub ini telah menorehkan banyak prestasi di ajang sepak bola nasional maupun internasional.

Pada 1987, Arseto Solo mendapatkan penghargaan Invitasi Perserikatan Galatama. Klub ini juga keluar sebagai pemenang liga Galatama pada tahun 1992. Satu tahun kemudian, Arseto lolos semifinal di kompetisi Liga Champions Asia. Pada 1998, Arseto Solo secara resmi dibubarkan karena imbas konflik politik yang terjadi di Indonesia pada saat itu. Sempat ada wacana bahwa Arseto akan dihidupkan kembali pada 2013. Namun nyatanya wacana tersebut belum terealisasi hingga sekarang.

Itu tadi lima klub legendaris di Indonesia yang sudah bubar. Meski kini tinggal nama, klub-klub tadi telah ikut mewarnai jagat sepak bola Indonesia dengan prestasi di kancah nasional maupun internasional.

Anda mungkin suka