Kite Fighter Pondok Gede, Komunitas Penggemar Layang-layang Indonesia

Tikum.id Hobby – Layang-layang merupakan jenis permainan tradisional yang biasa dimainkan anak-anak hingga orang dewasa. Seperti kecintaan komunitas Kite Fighter Pondok Gede (KFPG).

<img data-lazyloaded=

Berdasarkan berbagai sumber sejarah yaitu sebuah dokumen kuno dari Cina sekitar 2500 Sebelum Masehi, menemukan adanya sebuah catatan pertama yang menyebutkan tentang permainan layang-layang. Sedangkan di kawasan Nusantara sendiri, catatan pertama mengenai layang-layang adalah dari sejarah Melayu (Sulalatus Salatin) pada abad ke-17, yang menceritakan suatu festival layang-layang yang diikuti oleh seorang pembesar kerajaan.

Fakta lain adalah pernah ditemukan sebuah lukisan goa di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara pada awal abad ke-21 yang menggambarkan kesan orang sedang bermain layang-layang. Hal ini tentu saja menimbulkan spekulasi mengenai tradisi itu di kawasan Nusantara. Nampaknya, terjadi sebuah perkembangan yang saling bebas antara tradisi di Tiongkok dan di Nusantara, karena di Nusantara banyak ditemukan bentuk-bentuk primitif layang-layang yang terbuat dari daun-daunan.

Indonesia memiliki museum Layang-Layang yang terletak di JL. H. Kamang, Pondok Labu, Jakarta. Museum ini tidak hanya menampilkan layang-layang yang ada dari berbagai wilayah di Indonesia, tapi juga memajang keunikan layang-layang dari berbagai negara, seperti Turki, Belanda, Korea Selatan, Philipina, Kamboja, India, Jepang, China, Thailand, Malaysia, Sri Langka, Swedia dan Perancis.

Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya. Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, layangan diketahui juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.

Kite Fighter Pondok Gede (KFPG) resmi terbentuk pada Desember 1983, dan saat ini komunitas ini sudah dijalankan oleh generasi ke-2 dari para pendiri awal. Para pendiri komunitas ini adalah para orang tua atau tepatnya Bapak dari generasi penerus sekarang, yaitu Bro Ari, Endra Eep, Nabel, Cesna, Yudi, Tri Clink, dan Inoy.

VISI KFPG adalah ingin terus melestarikan permainan Layang-layang yang merupakan hobi Tradisional bangsa Indonesia.

MISI KFPG adalah untuk mengangkat permainan Layangan menjadi suatu permainan yang digemari di semua kalangan tanpa melihat latar belakang para anggotanya.

Komunitas ini tidak menerapkan struktur atau kepengurusan resmi, sehingga tidak ada yang dipilih sebagai Ketua komunitas. Akan tetapi, didalam KFPG tetap ada itu “Yang diTuakan” dan mereka adalah Bro Nabel, Eep, Yudi, Tri Clink, Inoy, Ari, dan Cesna.

<img data-lazyloaded=

Dari sisi harga, Layangan juga termasuk sangat terjangkau mulai dari harga sekitar Rp. 2500 – Rp. 15.500 Per piece. Sehingga siapa pun bisa turut berlatih hingga bermain bersama-sama. Itulah sebabnya komunitas ini punya Motto “Mengikat Tali Layangan, Menyimpul Tali Peraudaran, Mengangkat Kekayaan Budaya Bangsa Indonesia, Salam Satu Langit!”

Bermain layang-layang sebaiknya harus dengan pakaian yang tepat, nyaman, dan tanpa ada beban di tubuh. Hal ini untuk memudahkan pergerakan, dan tidak direkomedasikan jika anda bermain dengan mengendong tas saat menerbangkan layangan, karena ini dapat menyulitkan pemain dalam bermanuver. Lalu hal lain yang disarankan adalah menggunakan Sarung tangan.

Hal ini penting, pasalnya saat layangan sudah naik ke udara, kekuatan tariknya bisa meningkat lima hingga tujuh kali lipat dari beban layangan. Contoh adalah layang-layang tren naga yang misal berat sebenarnya hanya 50 kilogram, namun ketika sudah naik ke udara, beratnya bisa terasa menjadi 300-400 Kilogram.

Sejak terbentuk hingga sekarang jumlah members KFPG sudah mencapai lebih dari 50 orang, dan memang mayortias adalah masyarakat sekitar Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

Latar belakang members KFPG sangat unik, baik dari gender, usia, dan profesi. Mulai dari usia anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang berprofesi sebagai Pelajar, Mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai profesional swasta, Wirausahawan, dll.

<img data-lazyloaded=

Kami bertanya kepada perwakilan komunitas, tentang mengapa memilih hobi tradisional ini? dan jawabannya adalah: “Karena dari kecil kami sudah suka dengan Permainan Layang Layang, selain itu Layangan merupakan salah satu Permainan Rakyat yang harus tetap dilestarikan.”

Caesna menambahkan, “Permainan ini keliatannya mudah, namun kenyaaannya tidak mudah untuk Bermain layangan dan harus punya keterampilan khusus dan latihan untuk bisa bermain layang-layang dan merasakan kenikmatannya.”

Agenda kegiatan rutin KFPG terdiri dari beberapa jenis dan periode, mulai dari mingguan, bulanan, dan tahunan. Mari kita simak satu-persatu.

  • Mingguan: Kegiatan latihan bersama bermain Layang-Layang.
  • Bulanan: membuat internal Kite Competition, Mini gathering
  • Tahunan: membuat Gathering dengan mengundang para komunitas-komunitas yang diluar KFPG untuk mempererat Silahturahmi dalam dunia hobi Layang-Layang dan kegiatan amal atau bakti sosial untuk masyarakat sekitar Pondok Gede, Bekasi.
<img data-lazyloaded=
<img data-lazyloaded=
<img data-lazyloaded=

Bagaimana Sobat Tikum, menarik bukan komunitas penggiat hobi tradisional ini? Anda tertarik belajar dan mencoba main Layangan? Jika Ya, syaratnya sangat mudah. Anda wajib warga yang berdomisili di daerah Pondok Gede dan sekitarnya. Kemudian, silahkan menghubungi admin komunitas melalui sosial media resmi KFPG di Instagram @kitefigtherpondokgede

Kami menyarankan untuk bermain layang-layang tidak di lahan sempit atau padat permukiman, dan merekomendasikan tempat bermain pada tanah lapang atau pantai. Sehingga ketika layangan jatuh ke tanah, masih berada di sekitar area lapangan tersebut. ini sangat penting guna menghindari adanya benang layangan yang jatuh di area terlarang seperti jalan raya atau pemukiman padat penduduk. Selamat bermain Layang-layang.

“Kites rise highest against the wind – not with it.”

Winston Churchill
Anda mungkin suka