Kenapa Liga 2 Harus Dihentikan? Ternyata Ini Alasan Detailnya!

Kompetisi Sepak Bola Liga 2 Indonesia terpaksa harus dihentikan oleh PSSI. Kenapa ya? Yuk cari tahu alasan detailnya di sini.

Tikum.id Bola – Kompetisi Sepak Bola Liga 2 Indonesia terpaksa harus dihentikan oleh PSSI. Kenapa ya? Yuk cari tahu alasan detailnya di sini.

<img decoding=

Liga 2 merupakan liga profesional tingkat kedua di kancah sepak bola Indonesia. Posisinya berada tepat di bawah liga utama, atau Liga 1. Liga 2 musim 2022/2023 diketahui diikuti oleh 28 tim. Sayangnya, kompetisi ini telah dihentikan oleh PSSI. Tak hanya Liga 2, Liga 3 Indonesia juga ikut dihentikan. Apa alasan di balik pemberhentian tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

Alasan Dihentikannya Liga 2

Ternyata, alasan di balik penghentian kompetisi Liga 2 Indonesia adalah mengenai infrastruktur yang dinilai tidak layak. Keputusan tersebut diambil oleh PSSI dan rapat Exco (Komite Eksekutif) dalam rapat pada Kamis, 12 Januari 2023.

Menurut Sekjen PSSI, Yunus Nusi, keputusan untuk menghentikan Liga 2 juga merupakan imbas dari terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Sebagaimana dilansir di laman Detik.com, Yunus menambahkan bahwa keputusan penghentian liga juga merupakan hasil permintaan klub sendiri. Hal tersebut, menurutnya, didasarkan pada masalah infrastruktur yang dinilai masih tidak layak serta masalah perizinan dari kepolisian. Berdasarkan hasil verifikasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) terhadap stadion yang digunakan untuk pertandingan sepak bola, ternyata hanya ada 16 stadion yang dinyatakan layak menggelar kompetisi Liga 1. Dengan jumlah tersebut, PSSI sebenarnya bisa melanjutkan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 jika pertandingan digelar home tournament atau digelar di satu kota saja saja. Namun, diskusi antara setiap pihak yang terlibat tidak mendapatkan kesepakatan.

Respons Klub dan Fans

Tidak dilanjutkannya kompetisi Liga 2 tentu merupakan pukulan besar bagi klub yang sudah berinvestasi besar-besaran sejak awal musim. Karena itu, klub-klub Liga 2 Indonesia berharap Komite Eksekutif (Exco) PSSI, yang nantinya terpilih bisa melanjutkan kompetisi.

Manajer Persipura Yan Mandenas mengatakan Liga 2 perlu dijalankan kembali bentuk konsistensi federasi dalam hal ini PSSI, di mata publik dan dunia. Jika Liga 2 tidak dapat dilanjutkan, maka Yan khawatir ini akan menjadi citra negatif bagi Indonesia, terutama ketika menjadi tuan rumah turnamen-turnamen internasional.

Sementara manajer klub Bekasi City Hamka Hamzah mengatakan agar nasib kelanjutan Liga 2 2022-2023 tidak diputuskan secara voting di Kongres Luar Biasa (KLB). Apalagi, tidak semua klub Liga 2 berstatus sebagai pemilik suara PSSI. Di ketahui, nantinya hanya ada 21 klub Liga 2 yang menjadi voter di KLB dari total 28 tim musim 2022-2023, yang menjadi “voter” PSSI. Sementara jumlah “voter” PSSI saat kongres tersebut mencapai 87. Senada dengan klub Liga 2, para fans dari deretan klub yang berkompetisi di Liga 2 juga mengungkapkan kekesalannya terhadap keputusan PSSI untuk penghentian kompetisi. Harapannya, Liga 2 bisa kembali berjalan karena sangat merugikan pemain dan klub yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan peristiwa Kanjuruhan.

Bagaimana Tanggapan Pemerintah?

Usai keputusan PSSI untuk menghentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga pun angkat bicara. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan akan berupaya mencarikan jalan keluar untuk masalah ini. Setelah bertemu dengan perwakilan klub Liga 2, Amali pun rencananya akan bertemu dengan pihak PSSI.

Sementara itu, salah satu anggota DPR RI, Andre Rosiade mengaku kecewa dengan keputusan PSSI untuk menghentikan Liga 2 dan Liga 3. Padahal, Liga 1 tetap berjalan seperti biasa.

Dikutip dari Kompas TV, Andre menegaskan bahwa dirinya sendiri merasa kecewa dengan penghentian Liga 2 Indonesia. Menurutnya, putusan PSSI sangat tidak memikirkan nasib para pemain, klub, pelatih dan stakeholder.

Namun demikian, keputusan PSSI tersebut bisa berubah bila ada keputusan lain dalam KLB PSSI pada bulan Februari mendatang. Semua warga Indonesia, khususnya para pencinta sepak bola, tentunya sangat berharap ada keputusan terbaik yang tak hanya menguntungkan PSSI, tetapi juga bagi klub Liga 2, para pemain serta fans.

Tinggalkan pesan