Kembali bekerja setelah cuti melahirkan? Lakukan beberapa hal agar lebih siap

Tikum Woman – Ada banyak perubahan setelah kelahiran si kecil. Karena itu, persiapkan beberapa hal ini saat akan kembali bekerja setelah cuti melahirkan.

Kembali bekerja setelah beberapa bulan absen dari urusan kantor menjadi tantangan tersendiri. Situasi kini tak lagi sama—Anda harus membagi fokus untuk pekerjaan, keluarga, dan tentunya, si kecil yang masih sangat butuh perawatan.

Melakukan hal ini pun tidaklah gampang. Namun, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mempersiapkan diri kembali bekerja setelah cuti melahirkan agar situasi jadi selangkah lebih mudah.

Kembali Bertukar Sapa dengan Tim

Selagi Anda absen beberapa bulan dari lingkungan kerja, sedikit-banyak tentu ada hal-hal baru di kantor. Mulailah mencari informasi, entah terkait kebijakan baru perusahaan, rutinitas, program, atau proyek yang sedang dikerjakan, atau bahkan kabar terbaru mengenai rekan kerja sekalipun.

Mulailah bertukar sapa dengan rekan-rekan dalam satu tim setidaknya satu minggu sebelum kembali ke tempat kerja. Hal ini sebagai salah satu cara untuk beradaptasi sehingga Anda tidak akan terlalu kaget dan justru stres saat akhirnya kembali aktif bekerja.

Mulai Mencicil Kerja Sambil Mengasuh Anak

Cara lain untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan kerja adalah dengan mulai mencicil bekerja secara bertahap. Setelah mengetahui apa saja update terbaru dari tempat kerja, Anda bisa mempersiapkan diri perlahan-lahan.

Dibandingkan menyelesaikan tugas yang bertumpuk, bukankah akan lebih tenang jika dikerjakan secara perlahan-lahan lebih awal? Namun tentu saja, jangan terlalu memaksa dan justru mengorbankan jatah cuti.

Anda pun bisa sembari mengasuh anak ketika mencicil pekerjaan sebagai sarana ‘latihan’ untuk hari-hari ke depan. Terutama apabila Anda akan bekerja dengan sistem Work From Home, hal ini tentu akan sangat membantu.

Temukan Support System Sesama Working Mom

Support system merupakan dukungan orang-orang dari teman, sahabat, keluarga, atau orang-orang lain yang dapat dipercaya dan membantu Anda melewati masa-masa sulit. Maka dari itu, khususnya apabila ini kali pertama Anda mempunyai anak sekaligus menjadi working mom, temukan support system yang tepat.

Selain orang-orang terdekat, akan lebih baik jika Anda juga memiliki support system dari working mom lainnya seperti di tempat kerja. Persamaan kondisi tersebut akan membuat komunikasi dan solusi menjadi lebih relatable sehingga akan lebih membantu menguatkan Anda.

Cari Bantuan untuk Menjaga Si Kecil

Hal ini semestinya sudah Anda persiapkan sejak awal kehamilan. Apabila Anda tidak dapat membawa anak ke tempat kerja, maka siapa yang akan menjaga?

Sebagian orang mungkin beruntung memiliki keluarga—seperti orang tua maupun mertua— atau suster yang masih dapat membantu untuk menjaga si kecil saat dirinya bekerja. Namun apabila situasi ini tidak memungkinkan bagi Anda, maka alternatif lainnya adalah daycare.

Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang daycare yang masuk ke dalam shortlisting Anda. Di samping biaya, perhatikan pula fasilitas serta review dari orang tua lainnya yang pernah menggunakan jasa daycare tersebut.

Persiapkan Mental

Terakhir, Anda harus menyiapkan mental. Meski sejak awal kehamilan Anda mungkin berpikir bahwa segala sesuatunya telah direncanakan dengan baik, tidak mustahil jika Anda mulai meragukan beberapa keputusan yang dipersiapkan sebelumnya.

Anda adalah satu-satunya orang yang dapat mengontrol kesiapan diri sendiri untuk menjalani segala sesuatunya. Pun tak terkecuali pada saat ini, saat Anda harus kembali bekerja dan meninggalkan si kecil yang baru saja menemani hari-hari Anda. Utarakan dan berdiskusilah dengan pasangan maupun support system jika ada hal-hal yang masih dirasa mengganjal.

Kembali bekerja setelah cuti melahirkan tidak akan sama rasanya dengan berbagai cuti lainnya. Oleh karena ini akan menjadi langkah awal dalam menapaki bab hidup yang baru dan menantang, pastikan Anda mempersiapkannya dengan baik.

Anda mungkin suka