Justin Timberlake Menjual Semua Katalog Musiknya, Laku Lebih dari 100 Juta Dolar!

Justin Timberlake

Tikum.id Music – Penyanyi papan atas Justin Timberlake dikabarkan menjual seluruh katalog musiknya. Kenapa? Kepada siapa dia menjualnya?

<img data-lazyloaded=
(Music Catalogue)

Pernah jadi idola jutaan remaja dunia, nama Justin Randall Timberlake masih belum redup dari ranah musik dunia. Berita tentang bintang berusia 41 tahun itu masih menarik untuk dikulik. Baru-baru ini, suami Jessica Biel itu dikabarkan menjual seluruh katalog musik miliknya. Bagaimana bisa?

Justin Timberlake ternyata mengikuti jejak beberapa bintang lain yang menjual hak atas musik mereka dengan harga mahal. Perusahaan Hipgnosis Song Management yang berbasis di London mengumumkan beberapa waktu yang lalu mengenai pembelian semua hak cipta lagu yang ditulis oleh Timberlake atau ditulisnya bersama musisi lain. Total lagu yang termasuk dalam katalog yang dijual ada 200 judul. Beberapa di antaranya adalah lagu-lagu hits Timberlake seperti Sexy Back, Mirrors dan Can’t Stop the Feeling.

Nilai Kesepakatan Tidak Diketahui

Meski beredar nilai dari kesepakatan tersebut, namun sebenarnya pihak-pihak terkait tidak mengungkapkan berapa angka yang sebenarnya. Menurut The Wall Street Journal, beberapa pihak yang memahami masalah ini menyebut bahwa nilai kesepakatan yang dilakukan oleh Timberlake dengan Hipgnosis Song Management mencapai 100 juta dolar.

Koleksi musik tersebut konon berasal dari 20 tahun karier musik Timberlake. Penyanyi tersebut meraih ketenaran pada tahun 1995 sebagai salah satu member boyband fenomenal, NSYNC. Setelah kesuksesannya bersama grup, dia kemudian memulai karier solo yang berhasil menelurkan 5 album studio dengan 40 single. Timberlake juga tercatat sebagai salah satu musisi dengan penjualan terbanyak di duia dengan lebih dari 88 juta kopi album yang terjual.

Bergabung dengan Musisi-musisi Lainnya

Proses deal penjualan katalog musik Timberlake teryata sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Ini merupakan bagian tren dari beberapa bintang dunia yang menjual katalog musik mereka. Sebut saja Bob Dylan, Stevie Nicks, Neil Young dan Bruce Springsteen. Di usianya yang masih 41 tahun, Timberlake menjadi musisi termuda yang menandatangani kesepakatan ini.

“Aku sangat senang bisa bermitra dengan Merck dan Hipgnosis. Mereka sangat menghargai seniman dan karya kreatif yang dihasilkan. Mereka juga selalu memberikan dukungan kepada para penulis lagi,” ungkap Timberlake dalam siaran persnya.

Kesepakatan tersebut ternyata hanya mencakup lagu yang berada dalam hak cipta Timberlake. Jadi, hanya lagu-lagu yang ditulis langsung oleh sang musisi yang disertakan dalam kesepakatan. Timberlake sendiri diketahui sudah menulis banyak lagu baik sendiri atau bersama orang lain untuk beberapa artis lain termasuk Madonna dan Rihanna. Begitu juga yang ditulisnya saat masih bersama NSYNC. Artinya, lagi-lagu hits seperti Bye Bye Bye tidak termasuk ke dalam daftar lagu yang dijual di katalog musik Timberlake.

Pembelian tersebut dilakukan atas nama Hipgnosis Songs Capital, sebuah kemitraan antara Hipgnosis Song Management dengan dana yang dikelola Blackstone, sebuah perusahaan ekuitas swasta. Dana tersebut menghasilkan profit dari pembelian musik Justin Timberlake dari pertunjukkan, acara televisi, film hingga musik cover.

Hipgnosis sendiri didirikan oleh manajer musik legendaris, Mercuariadis yang pernah memanajeri Beyonce. Perusahaan tersebut juga sudah terdaftar di Bursa Efek London sejak bulan Juli tahun 2018 lalu. Sejak itu, Hipgnosis terus melakukan pembelian musik dalam rangka menjadikan musik sebagai salah satu kelas aset. Bagaimana menurut Anda langkah yang dilakukan oleh Justin Timberlake ini?

Anda mungkin suka