Serunya Jamnas Sepeda Lipat Indonesia 2022 di Purwokerto

Nusantara Satu Bicycle – Purwokerto diserbu 2.200 peserta Jamnas Sepeda Lipat Indonesia! Ajang ini turut mempromosikan budaya, wisata lokal, dan membantu pelaku UMKM.

<img data-lazyloaded=

Ribuan pencinta seli alias sepeda lipat meramaikan Jamnas Sepeda Lipat Indonesia (Jamselinas) ke XI pada 22 Oktober 2022. Sempat tertunda karena pandemi, acara tahunan ini akhirnya digelar di Purwokerto. Tema yang diusung kali ini adalah Pit-pitan Grapyak Semanak yang berarti bersepeda dengan gembira, semangat, silaturahmi, dan saling sapa. Seperti apa serunya acara yang juga mempromosikan wisata dan budaya Purwokerto ini?

<img data-lazyloaded=

Diikuti Lebih dari 2000 Goweser

Satu jam setelah pendaftaran dibuka, pendaftar yang antusias langsung mencapai jumlah 1.500 orang. Sayangnya, Indonesian Folding Bike (IDFB) sebagai penggagas awal sengaja melakukan pembatasan dan segera menutup pendaftaran. Beberapa faktor penyebabnya antara lain agar pengguna jalan lain tidak terganggu serta terbatasnya ketersediaan akomodasi seperti hotel dan penginapan. Panitia pun telah merancang rute khusus yang menghindari jalan besar, terutama di jalur utama. Rute yang dilalui pesepeda adalah melewati desa-desa dan area persawahan. Menariknya, selain bersepeda, ajang ini juga dimanfaatkan untuk mendistribusikan bantuan sosial ke masyarakat di beberapa titik lokasi.

Melalui Rute 50 KM

Acara gowes dimulai pukul 07.00 WIB dengan rute sepanjang 50 KM, menjelajahi Banyumas khususnya di wilayah selatan. Peserta berangkat dari titik awal, yakni Menara Teratai Purwokerto ke arah Leduq. Dari sana, peserta lalu menuju Sokaraja, Desa Pejerukan, Srowot, sampai lokasi Check Point 1, yaitu Pendopo Dupikat Sipaji di kawasan Kota Lama Banyumas.

Sementara itu, titik finish ditentukan di Taman Andhang Pangrenan Purwokerto. Jadi, setelah beristirahat sejenak di Check Point 1, peserta kembali melaju ke sentra batik Papringan, melewati Patikraja, kemudian Gunung Tugel.

Gowes sambil Berwisata

Peserta Jamnas Sepeda Lipat Indonesia (Jamselinas) ke XI adalah delegasi perwakilan 37 provinsi, ditambah dua delegasi dari Singapura dan Malaysia. Jadi, ajang silaturahmi ini turut mempromosikan budaya dan wisata lokal sekaligus membantu perekonomian masyarakat di Kabupaten Banyumas.

Selain wisata pedesaan, beragam sajian budaya lokal Banyumas siap menyambut para peserta di area Check Point 1 (Pendapa Duplikat Sipanji). Mulai dari atraksi egrang, musik kentongan, sampai tari lengger.

Goweser pun tidak ingin melewatkan kesempatan mengunjungi cagar budaya Kabupaten Banyumas seperti Masjid Nur Sulaiman serta pohon tembaga berusia 400 tahun. Event tahunan ini memberi banyak manfaat bagi Banyumas sebagai tuan rumah. Penginapan, hotel, dan homestay misalnya, mengalami kenaikan tingkat okupansi nyaris 100%. Selain itu, Jamselinas di Banyumas ini juga menambah penghasilan bagi pengelola tempat-tempat wisata, serta pelaku UMKM yang banyak berkumpul di titik start, Check Point, dan finish.

Siapa Calon Tuan Rumah Jamnas Sepeda Lipat Selanjutnya?

Jamselinas merupakan ajang silaturahmi sekaligus kampanye penggunaan sepeda sebagai transportasi yang sehat dan ramah lingkungan. Tak heran, agenda tahunan ini selalu dinanti oleh komunitas sepeda lipat di seluruh Nusantara.

Pada penutupan acara di Taman Andhang Pangrenan, IDFB mengumumkan beberapa nama kota di Indonesia sebagai kandidat tuan rumah Jamselinas 2023. Di antaranya Batam, Banjar Baru (Kalimantan Selatan), serta Jepara, Pati, dan Demak (Jawa Tengah). Jamnas Sepeda Lipat Indonesia ke XI di Purwokerto sukses menjaring 2.200 peserta. Sementara itu, Indra Harianto, ketua BFB (Batam Folding Bike) menyatakan bahwa Batam menargetkan 3.500 peserta, mencakup 37 provinsi serta beberapa negara.

Wah, sepertinya pencinta sepeda khususnya sepeda lipat sudah tidak sabar menyambut Jamselinas ke XII! Menurut kamu, kota mana ya yang layak menjadi tuan rumah Jamnas Sepeda Lipat Indonesia selanjutnya?

Anda mungkin suka