Jakarta Cinema Club, Komunitas Berbasis Film Dan Literatur

Tikum MovieFilm sering dikaitkan dengan bioskop yang merupakan tempat untuk menyaksikan karya-karya sinematografi.

Tapi tahukah Anda, berdasarkan berbagai literasi tidak ada orang yang menemukan bioskop. Namun, pada tahun 1891 perusahaan Thomas Edison, berhasil mendemonstrasikan prototipe Kinetoscope, yang memungkinkan satu orang pada satu waktu untuk melihat gambar bergerak hingga akhirnya menjadi cikal bakal sebuah film dan perkembangan lainnya.

Berbagai negara mempunyai industri film, seperti British film di United Kingdom, Bollywood Film India, Japanese film industry di Jepang, The Cinema of South Korea, dan masih banyak lagi. Namun tidak dapat dipungkiri salah satu kiblat perfilman dunia adalah Hollywood, Amerika Serikat. Sebab di sanalah bisnis hiburan terbesar di dunia beserta ajang penghargaan academy awards bagi para insan film.

Bicara soal academy awards dan piala Oscar, banyak orang setuju bahwa ajang prestisius ini adalah sebuah ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman. saking bergengsinya, para pemenang ajang Oscar akan mendapatkan label A-list, atau seniman papan atas dunia dalam seni peran.

Maka tak heran, banyak sekali aktor, aktris, dan sineas yang berharap bisa membawa pulang piala dalam ajang penghargaan ini.

Berbicara mengenai film memang tidak ada habisnya sobattikum, akan tetapi banyak hal yang bisa kita pelajari dan praktikan dalam sebuah diskusi dan kegiatan menyenangkan jika bertemu komunitas orang-orang yang gemar menonton film seperti Jakarta Cinema Club.

Jakarta Cinema Club (JAC), komunitas yang resmi terbentuk dan berdiri pada September 2015, atas inisiasi 2 orang founder yaitu Christian Putra dan Joseph Soebagio.

VISI terbentuknya club ini selain ingin menjadi wadah bagi para pelaku dan penikmat perfilman, sekaligus menjadi platform diskusi online/offline berbasis film dan literatur terkemuka di Indonesia, serta menjadi rumah produksi dan distribusi sebagai tujuan jangka panjang.

MISI JACk adalah ingin membuka wawasan penonton Jakarta dengan basis film dan literatur.

Saat ini JACk dipimpin oleh Christian Putra yang sekaligus berperan sebagai Editor-in chief, ia turut dibantu oleh tim kerja yang terdiri dari:

  1. Faiz Aziz – Editor
  2. Edvan Apriliawan – Editor
  3. Nadina Habsjah – The Page (Podcast)
  4. Yusgunawan Marto – The Page (Podcast)
  5. Mario Lengkey – The Page (Podcast)
  6. Christopher Neu – The Page (Podcast)
  7. Kinanthi – The Page (Podcast)
  8. Olav Sudja – Event Coordinator (Bukunema)
  9. Yoga Pradipta – Event Coordinator (Bukunema)

Mari kita lihat apa saja latar belakang para anggota di JACk yang sangat bervariatif. Rata-rata mereka adalah para professional di bidangnya mulai dari usia 20-40 tahun, dengan profesi seperti pelaku dan penggiat film, desainer, akuntan, wirausaha, praktisi IT, ahli Bahasa, dll.

Sampai saat ini jumlah anggota reguler yang aktif mengikuti program offline lebih dari 2000 orang dengan pengikut online sebanyak 10,200 pada media sosial dan website. Para pengikut ini memang Mayoritas berasal dari Indonesia dengan fraksi kecil dari berbagai negara di Eropa, Amerika Serikat dan Singapura.

Hal yang menjadi ciri khas dalam perkumpulan ini adalah pada pembahasan kurasi film/literatur dengan metode komunikasi yang ramah dan sederhana dengan berbagai topik diskusi seperti filsafat, ekonomi dan kehidupan sosial. Selain itu, karena latar belakang para members yang bervariatif membuat kegiatan diskusi menjadi menyenangkan dan menarik karena berbagai perspektif dan wawasan baru dari para anggota JACk.

Selayaknya sebuah perkumpulan, JACk juga punya berbagai kegiatan rutin baik sebelum era pandemi covid-19 dan era normal baru. Apa saja kegiatan mereka, berikut di antaranya yang perlu kita ketahui.
• Program screening film dan diskusi regular dengan fokus yang berbeda, beberapa diantaranya adalah Secret Movie Saturday, The After Hours, Philosophizeme, Sinemafeminis, Bukunema dan Undergroundsinema.
• Pada era normal baru, JACk mengadakan program screening dan diskusi online (Secret Movie Saturday from Home dan Bukunema from Home), kolaborasi dengan brand lain sekaligus beberapa aktivasi produk seperti podcast (The Page) dan website.

(Screening American New Wave)
(Philosophize Me)
(Screening Taiwan New Wave)

Kami percaya bahwa setiap orang pasti punya film favorit dari berbagai genre, baik itu film action, comedy, drama, fantasy, horror, mystery, romance, thriller dengan alasan dan sudut pandang yang berbeda. Mari kita saling bertukar pikiran dan berdiskusi bersama JACk

Jika Anda adalah seorang Sineas, penggiat perfilman, pelajar, mahasiswa, atau hanya penikmat film, mari bergabung bersama JACk. Dalam komunitas ini Anda akan menemukan pertemanan baru serta mendapatkan berbagai pengalaman baru.

Syarat untuk bergabung cukup berwawasan terbuka dan mengikuti minimal 2 program Jakarta Cinema Club. Bahkan, JACk juga mengundang teman-teman baru untuk berkontribusi dalam penulisan artikel di situs resmi mereka. Silahkan Anda meluncur ke situs resmi mereka di https://www.jakartacinemaclub.com/ atau melalui sosial media JACk di Instagram @jakartacinemaclub dan Facebook (Jakarta Cinema Club).

walaupun Industri perfilman dunia sedang lesu akibat pandemi global, mari kita tetap kreatif, semangat dalam berkarya dan mendukung industri film nasional dengan memanfaatkan teknologi digital dalam menyalurkan ide dan kreativitas di bidang film.

(about cinema) It’s like opening a door and go into a new world.

David Lynch

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka
Tinggalkan komen