Hari Ini Sejarah 5 Juli

1687 - Volume pertama buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica karya Isaac Newton diterbitkan untuk pertama kalinya.

Tikum Sejarah – Sobattikum, sejarah mencatat kejadian-kejadian hari sejarah 5 Juli di masa lalu yang akan selalu kita ingat dan kenang sebagai momentum penting dalam sejarah dunia hari ini.

Hari ini dalam sejarah 5 Juli

Linimasa dari yang tertua hingga yang paling dekat kemasa sekarang.

  • 1687 – Volume pertama buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica karya Isaac Newton diterbitkan untuk pertama kalinya.
  • 1811 – Venezuela merdeka dari Spanyol.
  • 1946 – Bikini diperkenalkan di sebuah pergelaran busana di Paris.
  • 1946 – Pendirian Bank Negara Indonesia (BNI).
  • 1950 – Parlemen Israel (Knesset) mengesahkan Undang-Undang Kepulangan yang memberikan hak untuk pindah dan menetap di Israel bagi kaum Yahudi di seluruh dunia.
  • 1959 – Dekret Presiden 5 Juli 1959: pembubaran Konstituante, pemberlakuan kembali UUD 1945, dan pembentukan MPRS serta DPAS.
  • 1962 – Aljazair merdeka dari Prancis.
  • 1975 – Tanjung Verde merdeka dari Portugal.
  • 1977 – Jenderal Muhammad Zia-ul-Haq menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Pakistan Zulfikar Ali Bhutto dalam sebuah kudeta militer.
  • 2004 – Pemilihan Presiden Indonesia 2004 putaran I, diikuti 5 pasangan capres-cawapres: Wiranto-Salahuddin Wahid, Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

Linimasa Sejarah Dunia

Sejarah dunia adalah sejarah umat manusia di seluruh dunia, semua daerah di Bumi, dirunut dari era Paleolitikum (zaman batu tua). Berbeda dengan sejarah Bumi (yang mencakup sejarah geologis Bumi dan era sebelum keberadaan manusia), sejarah dunia terdiri dari kajian rekam arkeologi dan catatan tertulis, dari zaman kuno hingga saat ini.

Pencatatan sejarah dimulai sejak aksara dan sistem tulisan diciptakan, tetapi asal mula peradaban bertolak dari periode sebelum penciptaan tulisan, atau zaman prasejarah. Prasejarah dimulai dari Paleolitikum (zaman batu tua), diikuti dengan Neolitikum (zaman batu muda) dan Revolusi Pertanian (antara 8000–5000 SM) di kawasan Hilal Subur. Revolusi tersebut merupakan titik perubahan besar dalam sejarah umat manusia karena sejak masa itu mereka telah mampu membudidayakan tumbuhan dan hewan.

Seiring dengan perkembangan pertanian, gaya hidup nomad berubah menjadi gaya hidup menetap sebagai petani. Kemajuan pertanian mengakibatkan pembagian strata pekerja dalam usaha panen. Strata pekerja menyebabkan munculnya strata masyarakat dan perkembangan kota-kota. Banyak kota kuno berkembang di tepi-tepi kumpulan air (danau dan sungai) yang dapat menyokong kehidupan. Pada masa 3000 tahun sebelum Masehi, telah muncul peradaban di lembah Mesopotamia (dataran di antara sungai Tigris dan Efrat) di Timur Tengah,di tepi Sungai Nil, Mesir, dan di lembah Sungai Indus.

Selain itu, peradaban juga muncul di lembah Sungai Kuning. Di tempat-tempat perkembangan peradaban kuno, pertumbuhan masyarakat yang semakin kompleks menyebabkan penciptaan aksara untuk mempermudah usaha administrasi dan niaga.

Sejarah Dunia Lama (khususnya Eropa dan Mediterania) umumnya terbagi menjadi Abad Kuno, yang terhitung dari zaman sebelum 476 Masehi; Abad Pertengahan, dari abad ke-5 hingga abad ke-15, meliputi Zaman Kejayaan Islam (sekitar 750 M hingga sekitar 1258 M) dan Zaman Renaisans Eropa Awal (bermula sekitar 1300 M); Abad Modern Awal,dari abad ke-15 sampai akhir abad ke-18, mencakup Abad Pencerahan; dan Abad Modern Akhir, dari masa Revolusi Industri hingga sekarang, termasuk sejarah kontemporer.

Dalam sejarah Eropa Barat, “Kejatuhan Roma” tahun 476 M umumnya dipandang sebagai penanda akhir Zaman Kuno dan permulaan Abad Pertengahan. Sebaliknya, di Eropa Timur terjadi transisi dari Kekaisaran Romawi menjadi Kekaisaran Bizantium, yang tidak runtuh sampai berabad-abad kemudian. Pada pertengahan abad ke-15, teknik cetak modern yang ditemukan Johannes Gutenberg merevolusi metode komunikasi, dan berperan dalam mengakhiri Abad Pertengahan serta menjadi perintis dalam Revolusi Ilmiah. Pada abad ke-18, akumulasi pengetahuan dan teknologi—khususnya di Eropa.


Anda mungkin suka