Hari Ini Sejarah 30 Juni

sejarah mencatat kejadian-kejadian hari dalam sejarah di masa lalu 30 Juni yang akan selalu kita ingat dan kenang sebagai momentum penting dalam sejarah dunia hari ini.

1908 - Peristiwa Tunguska, ledakan dahsyat terjadi di daerah Tunguska, pedalaman Siberia. Berdasarkan kalender Julian yang waktu itu dipakai di sana, tanggal kejadian adalah 17 Juli.

Tikum Sejarah – Sobattikum, sejarah mencatat kejadian-kejadian hari sejarah 30 Juni di masa lalu yang akan selalu kita ingat dan kenang sebagai momentum penting dalam sejarah dunia hari ini.

Hari ini dalam sejarah 30 Juni

Linimasa dari yang tertua hingga yang paling dekat kemasa sekarang.

  • 1905 – Albert Einstein menerbitkan makalah berjudul “Tentang Elektrodinamika Bagian-Bagian Berjalan” dan memperkenalkan teori relativitas khusus.
  • 1908 – Peristiwa Tunguska, ledakan dahsyat terjadi di daerah Tunguska, pedalaman Siberia. Berdasarkan kalender Julian yang waktu itu dipakai di sana, tanggal kejadian adalah 17 Juli.
  • 1934 – Malam Pisau Panjang, pembantaian yang dilakukan Hitler terhadap rival-rival politiknya, terjadi di Jerman.
  • 1960 – Kongo-Kinshasa merdeka dari Belgia.
  • 1971 – Wahana antariksa Soyuz 11 kehilangan tekanan saat reentry, menewaskan kosmonaut Vladislav Volkov, Georgi Dobrovolski, dan Viktor Patsayev.
  • 1977 – Pakta Pertahanan Asia Tenggara (SEATO) dibubarkan.
  • 2002 – Penutupan Piala Dunia FIFA 2002, bertempat di Stadion Internasional Yokohama, Yokohama, Jepang. Brasil menjadi juara, gelar juara yang ke-5 kalinya (1958, 1962, 1970, 1994, 2002), mengalahkan Jerman dengan skor 2-0.
  • 2013 – Penutupan Piala Konfederasi FIFA 2013, dilaksanakan di Stadion Maracanã, Brasília, Brasil. Brasil menjadi juara, gelar juara yang ke-4 kalinya (1997, 2005, 2009, 2013), mengalahkan Spanyol dengan skor 3-0.
  • 2015 – Sebuah pesawat C-130 Hercules milik TNI-AU jatuh di Medan, Sumatra Utara.

Linimasa Sejarah Dunia

Sejarah dunia adalah sejarah umat manusia di seluruh dunia, semua daerah di Bumi, dirunut dari era Paleolitikum (zaman batu tua). Berbeda dengan sejarah Bumi (yang mencakup sejarah geologis Bumi dan era sebelum keberadaan manusia), sejarah dunia terdiri dari kajian rekam arkeologi dan catatan tertulis, dari zaman kuno hingga saat ini.

Pencatatan sejarah dimulai sejak aksara dan sistem tulisan diciptakan, tetapi asal mula peradaban bertolak dari periode sebelum penciptaan tulisan, atau zaman prasejarah. Prasejarah dimulai dari Paleolitikum (zaman batu tua), diikuti dengan Neolitikum (zaman batu muda) dan Revolusi Pertanian (antara 8000–5000 SM) di kawasan Hilal Subur. Revolusi tersebut merupakan titik perubahan besar dalam sejarah umat manusia karena sejak masa itu mereka telah mampu membudidayakan tumbuhan dan hewan.

Seiring dengan perkembangan pertanian, gaya hidup nomad berubah menjadi gaya hidup menetap sebagai petani. Kemajuan pertanian mengakibatkan pembagian strata pekerja dalam usaha panen. Strata pekerja menyebabkan munculnya strata masyarakat dan perkembangan kota-kota. Banyak kota kuno berkembang di tepi-tepi kumpulan air (danau dan sungai) yang dapat menyokong kehidupan. Pada masa 3000 tahun sebelum Masehi, telah muncul peradaban di lembah Mesopotamia (dataran di antara sungai Tigris dan Efrat) di Timur Tengah,di tepi Sungai Nil, Mesir, dan di lembah Sungai Indus.

Selain itu, peradaban juga muncul di lembah Sungai Kuning. Di tempat-tempat perkembangan peradaban kuno, pertumbuhan masyarakat yang semakin kompleks menyebabkan penciptaan aksara untuk mempermudah usaha administrasi dan niaga.

Sejarah Dunia Lama (khususnya Eropa dan Mediterania) umumnya terbagi menjadi Abad Kuno, yang terhitung dari zaman sebelum 476 Masehi; Abad Pertengahan, dari abad ke-5 hingga abad ke-15, meliputi Zaman Kejayaan Islam (sekitar 750 M hingga sekitar 1258 M) dan Zaman Renaisans Eropa Awal (bermula sekitar 1300 M); Abad Modern Awal,dari abad ke-15 sampai akhir abad ke-18, mencakup Abad Pencerahan; dan Abad Modern Akhir, dari masa Revolusi Industri hingga sekarang, termasuk sejarah kontemporer.

Dalam sejarah Eropa Barat, “Kejatuhan Roma” tahun 476 M umumnya dipandang sebagai penanda akhir Zaman Kuno dan permulaan Abad Pertengahan. Sebaliknya, di Eropa Timur terjadi transisi dari Kekaisaran Romawi menjadi Kekaisaran Bizantium, yang tidak runtuh sampai berabad-abad kemudian. Pada pertengahan abad ke-15, teknik cetak modern yang ditemukan Johannes Gutenberg merevolusi metode komunikasi, dan berperan dalam mengakhiri Abad Pertengahan serta menjadi perintis dalam Revolusi Ilmiah. Pada abad ke-18, akumulasi pengetahuan dan teknologi—khususnya di Eropa.


Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka