Farewell To A King “Neil Peart”

Pada tanggal 7 Januari 2020 kemarin, dunia musik Internasional kembali kehilangan salah satu musisi, drumer dan penulis lirik dari grup band RUSH, NEIL PEART!

Setelah berjuang selama kurang lebih 3,5 tahun melawan penyakit Brain Cancer yang dideritanya. Ucapan bela sungkawa di media sosial dari para musisi kelas dunia seakan tak terbendung.

Mulai dari Mike Portnoy (Dream Theater) , Billy Sheehan dan Paul Gilbert (MR.BIG), Paul Stanley (KISS), Michael Sweet (STRYPER), Lars Ulrich dan James Hetfield (METALLICA) dan banyak lagi, mengucapan kehilangan yang sangat akan kepergian sang Maestro Drum dunia.

farewell_to_a_king-neil_peart-rush_rip2

Mulai gabung bersama Geddy Lee dan Alex Lifeson pada tahun 1974 menggantikan posisi John Rutsey , Peart berhasil membuat band RUSH menjadi band yang diperhitungkan oleh dunia musik pada saat itu.

Neil Ellwood Peart, lahir di Hamilton, Ontario, Kanada, 12 September 1952 umur 67 tahun adalah seorang musisi Kanada dan penulis. Ia terkenal sebagai drummer dan penulis lirik untuk band rock Rush. Ia juga seorang penulis 4 buku, termasuk “Ghost Rider”, sebuah buku tentang hidupnya setelah putri dan istrinya meninggal dalam rentang waktu satu tahun. Dia telah memenangkan banyak penghargaan untuk drum, dan sering dianggap sebagai salah satu drumer terbesar sepanjang masa.

Peart telah dipilih sebagai drummer rock terbesar oleh penggemar musik, kritikus, dan sesama musisi, menurut majalah Drummerworld. Dia juga dianggap sebagai salah satu praktisi terbaik dari dalam konser drum solo.

Awalnya terinspirasi oleh Keith Moon, Peart menyerap pengaruh drumer rock lainnya dari tahun 1960-an dan 1970-an seperti Ginger Baker, Carmine Appice, dan John Bonham.Penggunaan instrumen yang tidak biasa (untuk drumer rock waktu itu) seperti glockenspiel dan tubular bells, bersama dengan beberapa elemen kit standar, membantu membuat setup yang sangat bervariasi.

farewell_to_a_king-neil_peart-rush_rip3

Terus dimodifikasi setiap waktu, drumkit Peart menawarkan sebuah array besar instrumen perkusi yang menghasilkan keanekaragaman sonik. Selama dua dekade Peart mengasah tekniknya; setiap album Rush baru memperkenalkan kosakata perkusif yang diperluas. Pada era 1990-an, ia menciptakan kembali gaya dengan bantuan pelatih drum Freddie Gruber.

Peart juga menjabat sebagai penulis lirik utama Rush, menarik banyak perhatian selama bertahun-tahun untuk gaya eklektik nya. Dikenal untuk menuliskan konsep suite dan lagu yang terinspirasi oleh literatur. Selama tahun-tahun awal di band, lirik Peart yang sebagian besar terfokus pada tema fantasi / fiksi ilmiah, meskipun sejak tahun 1980 ia lebih terfokus pada isu-isu sosial, emosional, dan kemanusiaan.

Pada tahun 2007, dia ditempatkan di posisi kedua pada majalah Blender sebagai “40 penulis lirik Terburuk Dalam musik Rock”.namun, Allmusic telah menyebut Peart sebagai “salah satu penulis lirik paling berhasil dalam musik rock”. Gibson.com menggambarkan lirik Rush sebagai “hebat”, dan “brilian”.

“Tom Sawyer”, “Spirit of the radio”, “The Trees”, “Limelight”, “Mission”, “Closer to the heart”, “a Passage to Bangkok”, “YYZ” , “2112” adalah sebagian lagu lagu bersejarah dari band RUSH yang mampu membuat para musisi mau memainkan “Air drumming” atau bergaya seakan akan sedang bermain drum, karena ketukan dan beat yang diciptakan Peart sangatlah ajaib dan mantap hingga sekarang.

Akhir kata, Rest in peace sang Maestro , Farewell to a King! Neil Peart.

Dan saya akan melakukan “Air drumming” dengan lagu RUSH malam ini.

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka