Cegah Risiko Penyakit, Kenali Empat Vaksin Penting untuk Perempuan Dewasa Berikut!

Tujuannya, untuk ‘mengenalkan’ sistem imun tubuh pada ancaman, sehingga ketika penyakit/virus yang sebenarnya datang, tubuh sudah siap untuk melawannya

Tikum Health – Tak Hanya Bayi Dan Anak-Anak, Perempuan Dewasa Juga Wajib Menerima Empat Vaksin Penting Ini, Lho. Apa Sajakah?

Perubahan lingkungan kerap menjadi salah satu pemicu munculnya varian penyakit baru. Kendati pada situasi tertentu, tubuh mampu beradaptasi dengan berbagai ancaman, kadang kala kita butuh sarana untuk menunjang proses penyesuaian tersebut. Nah, dalam dunia kedokteran, kita lantas mengenal vaksinasi sebagai salah satu proses untuk melindungi tubuh dari berbagai ancaman penyakit.

Pada dasarnya, vaksin memuat mikroorganisme penyebab penyakit yang telah dilemahkan, bahkan dimatikan. Tujuannya, untuk ‘mengenalkan’ sistem imun tubuh pada ancaman, sehingga ketika penyakit/virus yang sebenarnya datang, tubuh sudah siap untuk melawannya.

Tak hanya diberikan pada bayi atau anak-anak. Faktanya, ada beberapa jenis yang harus kamu terima sebagai perempuan dewasa. Cara kerjanya sama. Vaksin akan disuntikkan dalam periode waktu tertentu untuk menghindarkanmu dari risiko terkena efek buruk vaksin dan menularkannya kepada orang di sekitar.

Sebelum terlambat, berikut adalah empat vaksin penting yang wajib kamu dapatkan sebagai perempuan dewasa. Apa sajakah?

1. Human Papilloma Virus (HPV)

Kamu mungkin sudah familier dengan jenis vaksin ini. Vaksin HPV bertujuan untuk memerangi Human Papilloma Virus (HPV) penyebab sejumlah gangguan kesehatan perempuan yang banyak berkaitan dengan reproduksi. Mulai dari yang ringan seperti infeksi kulit, kutil kelamin, hingga yang paling berbahaya dan mematikan: kanker serviks.

Pun itu sebabnya, virus ini sering kali menyerang perempuan dengan riwayat seksual aktif. Risiko ini dapat semakin tinggi, jika ia juga memiliki beberapa kebiasaan buruk seperti sering berganti pasangan, merokok, gaya hidup tak sehat, hingga menggunakan kontrasepsi hormonal dalam waktu lama. Namun, jangan khawatir. Pasalnya, kamu bisa mencegahnya dengan menerima imunisasi HPV secara rutin dengan minimal usia 13 tahun. Adapun vaksin ini terbagi atas tiga dosis, yang diberikan secara berkala setiap nol, dua, dan enam bulan.

2. Measles, Mumps, dan Rubella (MMR)

Measles (campak), mumps (gondongan), dan rubella (campak Jerman) sering kali diremehkan karena gejalanya terbilang ringan. Namun, MMR sebenarnya adalah penyakit serius yang menyebabkan ruam, pilek, iritasi mata, demam, hingga pembengkakan pada kelenjar parotis.

Penting untuk memastikan kamu sudah dapat vaksin ini sebelum menikah. Pasalnya, jika seorang perempuan terinfeksi rubella saat hamil, ia bisa saja mengalami keguguran atau bayinya menderita kelainan berat. Vaksinasi sendiri merupakan langkah pencegahan paling efektif, mengingat penyakit ini biasa menular melalui udara.

Vaksin MMR terdiri atas satu hingga dua dosis, dengan masa jeda satu bulan. Meski sangat berguna, ini tidak boleh diberikan pada perempuan hamil, ya. Kalaupun sudah telanjur, kamu dapat melanjutkan dosis kedua setelah masa nifas selesai.

3. Hepatitis B

Menjadi penyebab sejumlah penyakit berbahaya seperti kanker hati, virus ini hidup dalam darah dan cairan tubuh, seperti sperma maupun cairan vagina. Pun itu sebabnya, cara penularannya adalah melalui hubungan seksual dan jarum suntik. Jadi, pastikan kamu sudah mendapatkan vaksinnya sebelum menikah, atau setidaknya siap melakukan hubungan seksual, ya.

4. DPT dan TT

Menjadi jenis vaksin yang paling sering direkomendasikan saat mengurus berkas pernikahan di kantor sipil, vaksin ini umum diberikan untuk mencegah infeksi tetanus dan difteri. Setidaknya, kamu akan mendapatkan tiga dosis vaksin. Jarak antara vaksinasi pertama dan kedua adalah empat minggu. Sementara itu, untuk menerima suntikan ketiga, kamu dapat menunggu sekitar enam hingga 12 bulan sejak vaksin kedua.

Itu dia empat jenis vaksin yang harus kamu dapatkan sebagai perempuan dewasa. Harus diingat, menerima vaksin bukan berarti kebal terhadap ancaman penyakit, ya. Vaksin sendiri bertujuan untuk mencegah penularan serta mengurangi konsekuensi terburuk penyakit. Bagaimanapun, langkah pencegahan lebih baik daripada pengobatan, bukan?

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka