Durian Tanpa Duri Setelah Eksperimen 12 tahun

Durian. Ini dikenal sebagai si Raja Buah karena baunya yang menyengat dan rasanya sangat spesial.

Tapi apa yang membuat durian menjadi ikon selain bau busuk dan rasanya yang unik adalah penampilannya.

Itu (biasanya) ditutupi seluruhnya dengan duri!

durian gundul 2

Indonesia baru-baru ini menjatuhkan bom (atau kita sebut itu kulit durian?).

Menurut Mongabay Indonesia (situs Lingkungan}, pejabat pertanian mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil menumbuhkan pohon durian yang menghasilkan buah tanpa duri. Bentuknya mirip melon dan terasa halus, duri pada durian ini sangat tidak terlihat. Jika Anda kesulitan memotong sepupunya yang berduri, varian baru ini sangat mudah dibuka.

https://www.facebook.com/watch/?v=1151536961578264

Semuanya Berubah

ndonesia baru saja membuat pengubah permainan: Durian yang lebih manis dan lebih mudah dipotong dan dagingnya jauh lebih tipis dan rasanya jauh lebih manis.

Proses pembuatan varian durian tanpa duri dimulai pada 2007 di Desa Trenggaluh dekat Gunung Rinjani. Tim pertanian setempat mengambil cangkok dari pohon durian yang telah menumbuhkan varian botak buah.

Pemilik pohon itu, sebuah keluarga, curiga terhadap buah itu hingga mereka pikir durian itu beracun.

Namun, keingintahuan mendapat lebih baik dari putra pemilik yang memutuskan untuk mencoba durian. Ternyata, buah itu terasa persis seperti sepupunya yang biasa.

Benih durian ini digunakan untuk mengolah lebih banyak versi tersebut.

12 tahun dalam pembuatan

Hanya dua persen dari biji berkembang dan mereka telah dinamai Durian Gundul.

Berdasarkan pengamatan, varian unik ini diyakini sebagai hasil dari gen resesif bunga betina dan jantan yang cenderung tumbuh ketika mereka berdekatan.

Jadi dari 40 cangkokan, tim pertanian Indonesia berhasil mengolah 23.000 bibit. Bibit ini dikirim ke pusat pertanian lain untuk ditanam.

Bukan yang pertama

Jauh di tahun 1950-an, Filipina telah berhasil menciptakan varian durian tanpa duri di Lembah Compostela di sebelah timur Kota Davao.

Presiden Filipina Diosdado P Macapagal sendiri telah menanam beberapa pohon ini pada tahun 1964. Sayangnya, banyak dari mereka yang rasanya tidak enak, menurut FORMAT

Dapatkan updates langsung ke perangkat Anda, Join Sekarang.

Anda mungkin suka
Tinggalkan komen